Peringatan buat Rumah Sakit yang Pelayanannya Buruk

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih berjanji akan menindak tegas pihak rumah sakit yang memberikan pelayanan buruk terhadap pasien miskin. Pihaknya akan memanggil rumah sakit yang terbukti melakukan pelanggaran. Dalam prakteknya, Depkes akan melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah untuk rumah sakit yang berada di daerah-daerah. Kalau memang terbukti akan dilakukan pengawasan internal dari dewan rumah sakit itu sendiri kemudian dari pusat. Dan sanksi terberat bagi rumah sakit tersebut yakni mengganti manajemen rumah sakit. Kemudian akan dilihat mana yang salah, apa dokter, apa perawat.Sumber

Melihat berita di atas tentu kita akan sangat berharap semua itu dapat benar-benar terwujud...amin . Tapi proses pembuktian suatu permasalahan yang bersifat luas tentu tidak mudah, polisi dan KPK saja kadang masih kesulitan membuktikan suatu tindak korupsi , apalagi ini menyangkut sistem. Kenyataannya bentuk pelayanan rumah sakit yang baik secara teori belum benar-benar ada di negara tercinta ini, entah itu rumah sakit swasta atau negeri. Contohnya saja kasus Ibu Prita. Apalagi kalau bicara kualitas pelayanan rumah sakit di daerah seperti RSUD atau RSU, sungguh sangat mengenaskan. Jangankan pasien miskin yang cukup mampu saja tidak merasakan pelayanan yang terbaik.

Sayangnya Ibu menteri tidak menjelaskan parameter atau kategori "pelayanan buruk" tersebut, apa saja yang temasuk buruk. Kalau didasarkan teori pemasaran dengan metode ServQual (service Quality) tentu akan sangat banyak ditemukan pelayanan yang tidak berkualitas.

Dari semua itu, alangkah baiknya bila pengawasan internal tidak harus menunggu adanya informasi atau terjadi kejadian buruk terhadap pasien (miskin atau kaya). Kenapa tidak membentuk tim khusus yang rutin bertugas mengawasi kualitas suatu rumah sakit. Karena orang kita ini (diakui atau tidak) akan bekerja dengan baik jika ada yang mengawasi. Bukan bermaksud memelihara mental "pekerja" tapi paling tidak mencegah lebih baik daripada memperbaiki. Daripada hanya menunggu info yang belum tentu benar dan harus diselidiki lebih lanjut.

Itu semua hanya wacana usulan yang mungkin bisa menjadi solusi terbaik. Yah, sebagai orang awam kita cuma bisa berharap ada perbaikan dan perubahan yang signifikan dengan adanya sanksi tersebut..semoga .

Comments

  1. semoga rencananya berjalan dengan baik,,
    bukan hanya rancangan yang tak kunjung direalisasikan... sudah bosan rakyat menagih janji para pembesar bagsa

    ReplyDelete
  2. yap..biar tahu rasa tuh semua RS yg gak bener ya.
    btw, iya nih..ini blog lain dari Aulawi ya? kan asalnya dari Palembang. aku lihat di profilnya.

    ReplyDelete
  3. sekarang rs kan orientasinya bisnis, ga ada uang tendang ........ orang miskin emang beneran ga boleh sakit neee........... ampuuuun

    ReplyDelete
  4. amiiiiien....
    @Mbak Fanny: hihihiih, sayah langsung tahu waktu kemarih mbakh.... fotonyah memang oh yah mbakhhhh... ;-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts