Diskriminasi atau Kualitas

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengatakan "Kebijakan tahun 2010-2014 adalah non-diskriminasi, tidak boleh ada faktor pembeda dalam segala bentuk pendidikan". Menurut beliau, dalam pendidikan tidak boleh ada diskriminasi antara negeri dengan swasta, pendidikan agama dengan umum, desa dengan kota, kaya dengan miskin, laki-laki dengan perempuan, dan formal dengan nonformal. "UU Sisdiknas sudah mengatur Pemerintah harus menjadi payung untuk semua. Kalau payung itu terlalu condong ke kanan atau ke kiri, maka akan ada yang kehujanan atau kepanasan". sumber



Membaca berita tentang itu satu sisi kita patut bersyukur dan memuji langkah pemerintah tersebut, kemudian tentang masalah diskriminasi di dunia pendidikan seperti yang kita ketahui dulu image kuliah di swasta adalah mereka yang tidak pintar atau kalah bersaing, ada juga yang bilang kuliah swasta untuk orang-orang kaya dan bahkan khusus etnis tertentu. Misal universitas swasta X, mahasiswanya banyak anak orang kaya. kemudian universitas Y, mahasiswanya kebanyakan etnis tertentu. Itu semua secara tidak langsung merupakan suatu bentuk diskriminasi yang halus.



Namun sekarang telah terjadi banyak perubahan apalagi ditambah adanya kebijakan pemerintah tersebut. Sekarang (misalnya) banyak yang lebih memilih kuliah di swasta karena faktor kualitas (bagi yang mampu secara finansial) bukan hanya karena anaknya tidak pintar atau karena dia dari etnis tertentu. Bagi yang orang tuanya berpenghasilan pas-pasan memilih universitas swasta karena memang jatah untuk diterima di universitas negeri sangat terbatas dan itupun harus tetap memilih berdasarkan biaya dan banyaknya peminat.



Sehubungan dengan masalah diskriminasi, untuk sekarang memang sudah bisa dikatakan tidak ada lagi atau berkurang. Untuk itu alangkah baiknya jika pemerintah lebih memperhatikan masalah kualitas pendidikan itu sendiri, karena "kualitas" di negeri kita ini masih sangat mahal dan langka, artinya untuk mendapatkan sesuatu yang berkualitas masih menjadi suatu impian bagi kebanyakan orang yang notabene menginginkan yang terbaik bagi anaknya dalam menuntut ilmu. Ada banyak univesitas negeri di negara kita ini namun secara kualitas masih jauh dari yang diharapkan.



Begitupun yang swasta yang semakin tahun jumlahnya semakin banyak dan rata-rata kurang berkualitas. Aku berani mengatakan hal ini karena ada universitas swasta (tertentu) yang sangat dengan mudahnya meluluskan seorang menjadi sarjana, tidak hanya s1 bahkan s2. Dan itu banyak dimanfaatkan oleh PNS yang membutuhkan gelar untuk kenaikan pangkat atau jabatannya.



Bicara dan mengkritisi itu memang mudah, tapi sebagai orang awam yang tidak berhak untuk menentukan suatu keputusan tentulah hal ini bisa menjadi wajar. Kualitas itu memang tidak tergantung dari apa yang kita peroleh dari orang lain, tapi tergantung dari kemauan seseorang untuk berusaha belajar dan memahami kemampuan diri. Tapi kondisi atau lingkungan yang berkualitas sangat berperan sekali untuk lebih membentuk kualitas seseorang artinya pemerintah harus bisa mewujudkan suatu sistem pendidikan yang berkualitas tersebut, tidak hanya mengangkat masalah diskriminasi yang kenyataannya saat ini sudah bukan suatu masalah utama. Semoga kedepannya apa yang kita harapkan ini dapat segera terwujud...amin.

Comments

  1. setiap saya datang ke blog ini selalu ada yang menarik untuk di baca,dan dapat menambah ilmu buat saya,,
    terima kasih sobat,,

    ReplyDelete
  2. hehehe bisa saja saudara hendro ini, btw tq b4 :)

    ReplyDelete
  3. beberapa kejadian memang pernah saya alami di dunia pendidikan .. yg kaya bisa berbicara dengan uangnya .. sedangkan yg miskin hanya bisa termangu melihat

    ReplyDelete
  4. u memang seorang bloger yg berpendidik..........hebat
    salam hangat dari blue

    ReplyDelete
  5. Setuju Bro tentang kualitasnya, eh univ swasta yang meluluskan dengan mudah sarjananya itu namanya universitas apa sih...
    Uppppsssss! :-D

    ReplyDelete
  6. Semoga saja implementasinya demikian ya...

    ReplyDelete
  7. @Hoedz...itu semua realita :)
    @Wawank..hehehe
    @Blue...semua blogger berilmu :)
    @Achen...wah bisa jadi kayak prita aku wkwkwkwkw
    @Buwel...amin

    ReplyDelete
  8. Ih, moso cowok Prita sih... xixixiix, parto ah... :-D

    ReplyDelete
  9. @Buwel..amin :)
    @Achen...untung gak prety bro wkwkwkw
    @Djoko...iyo :)

    ReplyDelete
  10. hmm...begitulah dunia pendidikan. tks utk roti stroberinya. bawain jus sirsak dan kue nastar

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts