Google Buzz atau Yahoo Buzz

Sambutan terhadap Google Buzz tergolong meriah di internet meski layanan semacam itu sebenarnya bukan hal baru. Yahoo! bahkan sudah menyediakan fitur serupa di layanan emailnya sejak 1,5 tahun lalu. "Hal seperti itu sudah hampir 1,5 tahun sejak Yahoo pertama kali meluncurkan Yahoo Updates". Salah satu komponen di Yahoo Updates diberi nama Yahoo Buzz, layanan pemeringkat update informasi dan cerita yang mulai tersedia sejak November 2008. Layanan ini menyediakan fitur bagi pengguna Yahoo!Mail untuk berbagi foto, mengubah status, menulis cerita, atau review barang atau jasa. Sumber

Berita diatas menunjukkan tentang bagaimana tingginya persaingan antara Google dan Yahoo sehingga terjadi penyontekan produknya Yahoo oleh Google. Penyontekan terhadap suatu produk merupakan bukan suatu hal yang baru di dalam dunia bisnis. Lihat saja produk-produk buatan Cina yang banyak beredar di negara kita (mainan, sepeda motor, dan sebagainya) yang notabene "hampir mirip" dengan buatan jepang. Apakah ada larangan untuk itu ? dan apakah bisa dituntut hanya berdasarkan kemiripan ?


Kalau bicara soal larangan tentu yang namanya mencontek tidak boleh, tapi untuk membuktikan apakah benar dia dengan sengaja meniru produk buatan kita tentu bukan perkara mudah. Namun yang menjadi pertanyaan kenapa Yahoo sepertinya tidak mempermasalahkan produknya ditiru oleh pesaing mereka ? Tentu bukan hal yang sulit bagi perusahaan besar seperti mereka untuk menuntut hak mereka, inilah yang menarik. Seperti kita ketahui di dalam pemasaran ada yang namanya promosi artinya suatu usaha memperkenalkan produk kepada konsumen dengan cara yang semenarik bahkan seaneh mungkin agar produknya dikenal dan dibeli tentunya. Dan kalau perlu dengan biaya yang seminimize mungkin tapi mendapatkan hasil yang paling optimal :) Jadi mungkin mereka memandang "peniruan" atau "pencontekan" yang dilakukan oleh pesaing sebagai "promosi" gratis untuk produk mereka dan tinggal konsumen yang memilih mana yang terbaik diantara dua pilihan tersebut. Selain itu jikalau mereka mau menuntutpun butuh biaya dan waktu :).


Begitulah sebagai orang awam kita dapat memetik suatu pelajaran dari fenomena di atas. Yaitu bagaimana tingginya tingkat persaingan hingga menggunakan cara-cara meniru menjadi "halal"dan kelakuan "meniru" ternyata tidak hanya dilakukan oleh individu atau perusahaan biasa, tapi juga dilakukan oleh perusahan besar. Tapi juga bagaimana "pintarnya" produsen yang ditiru memanfaatkan "serangan" pesaing menjadi keuntungan untuk lebih memperkenalkan produknya.


Kesimpulannya sebagai "pebisnis" kita harus pandai memanfaatkan segala "peluang" bahkan "ancaman" dari pesaing menjadi keuntungan buat kita. Dalam hal menyontek atau meniru semua kembali ke diri kita masing-masing, apakah tujuan kita dalam berkarya, untuk kepuasan nurani ? untuk kepuasan materi ? Atau untuk dua-duanya ? semoga bermanfaat :).

Comments

  1. kita hanya bisa memanfaatkan dengan bijak saja

    ReplyDelete
  2. samasama buzz..hiiyy..ga kreatif pisan :(

    ReplyDelete
  3. @Hack87..bener bro :)
    @Ranny..yg penting untung :)

    ReplyDelete
  4. setujuh bos
    lha kalo kayak diriku siapa yang mau ditiru?

    ReplyDelete
  5. waduh, untuk apa ya....
    kalo aku udah kadung suka berkarya..;-)

    ReplyDelete
  6. thanks, memang bermanfaat... :-)

    ReplyDelete
  7. niru yang baik aja, yg jelek jangan hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts