JK Rowling dan Plagiarisme

JK Rowling, penulis serial novel terlaris "Harry Potter," kembali menghadapi tuduhan melakukan plagiarisme. Laman harian The Christian Science Monitor, Kamis 18 Februari 2010, mengungkapkan bahwa Rowling dituding menjiplak novel karangan mendiang Adrian Jacobs berjudul "The Adventures of Willy the Wizard: No.1 Livid Land". Menurut penggugat, yaitu perwakilan yang mengurus aset-aset Jacobs (The Jacobs Estate), sebagian ide dari novel itu secara tanpa izin digunakan Rowling untuk bahan seri pertama novel kisah penyihir cilik Harry Potter yang berjudul "Harry Potter and the Goblet of Fire." Menurut penggugat, Rowling menjiplak sejumlah momen atau tempat yang ditulis dalam novel Jacobs, diantaranya perlombaan penyihir, penjara untuk penyihir, rumah sakit penyihir, dan sekolah penyihir. Oleh karena itu, sebagai penggugat, The Jacobs Estate menuntut ganti rugi sekitar US$1 miliar. Sumber

Ini bukan kali pertama Rowling mendapat tuduhan plagiarisme. Penulis novel terkaya di dunia itu pernah digugat di pengadilan pada 2002. Melihat kasus di atas menunjukkan betapa besar resiko seorang penulis terkenal terhadap "tuduhan" plagiarisme. Terlepas dari benar tidak adanya penjiplakan dilakukan oleh Rowling, kita hanya berharap semua tuduhan itu tidak benar, karena sangat disayangkan sekali jika seorang penulis besar ternyata hanya tukang jiplak karya orang lain.

Tapi pada dasarnya suatu karya seseorang memang sangat rentan terhadap kemiripan dengan karya orang lain, entah itu kemiripan "nama tokoh" ,"lokasi cerita", "kejadian di dalam cerita" dan sebagainya. Dan hal-hal semacam itu diluar kontrol si penulis, dalam arti kita tidak mungkin tahu semua apakah tulisan yang kita buat ini sama dengan karya orang lain. Sama seperti "lirik" lagu yang mempunyai "kesamaan" kata dengan lirik lagu lain. Artinya jikapun J.K Rowling benar "menjiplak" akan sangat sulit untuk membuktikannya.



Dan bisa jadi tuduhan-tuduhan itu hanya untuk mencari "ketenaran" agar karyanya dikenal dan dicari orang. Sehingga otomatis meningkatkan volume penjualannya. Semua kemungkinan bisa saja terjadi hehehehe. Sekarang yang penting kita mengambil hikmahnya saja dari peristiwa diatas, yaitu berusaha untuk selalu bersikap jujur dalam berkarya, dan apabila suatu nanti kita menjadi orang terkenal harus siap mental juga bila nanti banyak orang yang menuduh kita macam-macam, semoga :)

Comments

  1. bisa jadi memang spt itu. padahal hanya mirip2 aja.

    ReplyDelete
  2. met wiken, emang mo jadi juri lomba apa? makan kerupuk ato pempek palembang? he hehe

    ReplyDelete
  3. jhiaaa...lomba makan mah aku sendiri aj yg jadi juri fan wkwkwkwk, btw coba deh buat lomba menulis cerpen temanya humor, hadiahnya soevenir khas dari kamu hihihi

    ReplyDelete
  4. meniru bukan hal yang bagus kita harus bisa menciptakan sebenarnya,,bis gimana lagi mental mereka sudah seperti itu yang penting jangan ikuti

    ReplyDelete
  5. Untung bukan penulis terkenal nih.. hehe

    ReplyDelete
  6. kalo bagi saya sih.. mmm.. gimana yah? di satu sisi kesamaan ide memang bisa2 saja terjadi.. tapi penjiplakan ide juga mungkin bisa terjadi.. yg jelas.. dalam konteks seperti ini kejujuran penulis sangat diperlukan (kalo masih mau jujur sih)

    ReplyDelete
  7. Kok JK rowlingnya belum komentar ya Mas... :-D

    ReplyDelete
  8. Yups Mo jadi seterkenal apapun, kejujuran harus tetap menjadi pegangan.... :-)

    ReplyDelete
  9. @All semua kembali ke diri kita pribadi :)
    @Achen...jhiaaa, isin de'e chen wkwkwwkwwk

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts