Feb 1, 2010

Pemakzulan Presiden sudah perlukah ?

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Angket Century Gayus Lumbuun mengatakan sampai saat ini belum ada alasan untuk melakukan pemakzulan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Seperti diatur dalam Pasal 7A dan 7B UUD 1945, pemakzulan dimungkinkan dengan sejumlah alasan, diantaranya Presiden dan Wakil Presiden terbukti melakukan korupsi, penyuapan, perbuatan tercela, dan tindak pidana berat lainnya.Sumber

Demikianlah salah satu berita yang saya kutip tentang pemakzulan atau pemberhentian presiden dan wakil presiden. Yang menjadi pokok permasalahan adalah sudah perlukah pemakzulan dilakukan hanya dengan bercermin pada 100 hari kinerja ? padahal seperti tertera di atas pemakzulan dimungkinkan bila "terbukti" korupsi dan sebagainya. Sedangkan sampai saat ini belum ada yang bisa membuktikan. Yang saya herankan kenapa isu pemakzulan ini sangat santer, seakan-akan presiden dan wakil presiden sudah benar-benar terbukti bersalah :)

Begitulah dunia politik, "pepatah yang mengatakan politik itu kejam" memang ada benarnya. Segala cara dilakukan untuk menjatuhkan lawan politik, membuat skenario tertentu bahkan memakai 1000 topeng untuk menipu daya. Aku jadi inget jaman kuliah dulu, ketika ikut aktif di senat universitas, ketika ada sidang atau pemilihan ketua senat baru, kita "terdidik" atau menjadi "di didik" untuk belajar bagaimana mempertahankan argumentasi entah itu salah atau benar yang penting bisa memenangkan perdebatan yang otomatis memperkuat kans calon baru untuk menang.

Dari pengalaman tersebut, aku dapat sedikit memahami bagaimana kerasnya persaingan dan hebatnya "permainan" para politikus dalam usaha mencapai tujuannya. Di dunia kampus saja sudah begitu apalagi di dunia "yang lebih nyata" seperti itu. Tapi ada satu hal positif yang selalu teringat olehku, yaitu "sekeras-kerasnya mereka berdebat, bahkan seperti orang berkelahi" setelah sidang atau rapat mereka pasti kembali seperti sedia kala, akrab dan tertawa seperti tidak ada permasalahan :) Terlihat sekali ada semacam "sandiwara" yang skenarionya dirancang sangat matang.

Kembali ke masalah pemakzulan, selama belum ada bukti belumlah pantas bagi kita untuk meributan hal itu karena isu-isu seperti inilah yang sangat mempengaruhi ketidakstabilan kondisi ekonomi dan tentu pengaruhnya akan dirasakan oleh rakyat kecil. Kita hanya berharap agar para politikus tersebut bisa lebih memikirkan kondisi rakyat bukan hanya "mengatasnamakan" rakyat dan mementingkan kepentingan golongannya saja. Semoga :)

3 comments:

  1. wah kebetulan aku ga mudeng politik,yang penting semoga semua berfikir untuk kemajuan bangsa dan rakyatnya........mantap. salam kenal

    ReplyDelete
  2. hehehe it's ok n salam kenal balik :)

    ReplyDelete
  3. sepuluh eh setujuh masse, politik emang kejam..... trus wong memang belum ada bukti di makzulin bikin masgul(in) ajah... :-)

    ReplyDelete