Feb 2, 2010

Pengobatan Chikungunya dengan minum Sprite

Didaerahku lagi terserang wabah penyakit Chikungunya, ratusan warga terkena penyakit tersebut. Yang cukup aneh adalah cara pengobatan yang dipakai oleh masyarakat setempat yaitu menggunakan minuman Sprite. Jadi satu gelas sprite ditambah satu sendok makan garam, kemudian diminum saat awal merasakan gejala chikungunya. Aneh bukan ? tapi banyak yang sembuh (minimal mengurangi rasa sakit) karena minum itu. Sebelumnya tulisan ini bukan bertujuan untuk mengiklankan produk tersebut, tapi sekedar informasi saja. Yang menjadi pertanyaan siapa yang mengawali dan menganjurkan minum itu, karena kita tahu minuman bersoda bila dikonsumsi terlalu banyak kurang baik bagi kesehatan. Mungkin dokter setempat perlu meluruskan hal ini, atau paling tidak mencoba meneliti apa yang menyebabkan minuman ini bisa menyembuhkan (atau mengurangi gejala) penyakit Chikungunya.

Sebenarnya apa sih Chikungunya itu? nah sekarang mari kita sama-sama belajar mengenai penyakit tersebut. Chikungunya adalah sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Bedanya dengan demam berdarah dengue, pada Chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan (shock) maupun kematian. Selain itu nyamuk ini punya kebiasaan unik yaitu :
- Mereka senang hidup dan berkembang biak di genangan air bersih seperti bak mandi, vas bunga, dan juga kaleng atau botol bekas yang menampung air bersih.
-Serangga bercorak hitam putih ini juga senang hidup di benda-benda yang menggantung seperti baju-baju yang ada di belakang pintu kamar.
-Nyamuk ini sangat menyukai tempat yang gelap dan pengap


Gejala Penderita Chikungunya


1. Tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulangtulang, ada yang menamainya sebagai demam tulang atau flu tulang. Gejala-gejalanya memang mirip dengan infeksi virus dengue dengan sedikit perbedaan pada hal-hal tertentu. virus ini dipindahkan dari satu penderita ke penderita lain melalui nyamuk, antara lain Aedes aegypti. virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini akan berkembang biak di dalam tubuh manusia. virus menyerang semua usia, baik anak-anak maupun dewasa di daerah endemis.


2. Secara mendadak penderita akan mengalami demam tinggi selama lima hari, sehingga dikenal pula istilah demam lima hari.

Gejala yang terjadi ada perbedaan berdasarkan usia :
-Pada anak kecil dimulai dengan demam mendadak, kulit kemerahan. Ruam-ruam merah itu muncul setelah 3-5 hari. Mata biasanya merah disertai tanda-tanda seperti flu. Sering dijumpai anak kejang demam. Pada umumnya demam pada anak hanya berlangsung selama tiga hari dengan tanpa atau sedikit sekali dijumpai perdarahan maupun syok.

-Pada anak yang lebih besar, demam biasanya diikuti rasa sakit pada otot dan sendi, serta terjadi pembesaran kelenjar getah bening.

-Pada orang dewasa, gejala nyeri sendi dan otot sangat dominan dan sampai menimbulkan kelumpuhan sementara karena rasa sakit bila berjalan. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah.

Cara menghindari Chikungunya1. Membasmi nyamuk pembawa virusnya.
Insektisida yang digunakan untuk membasmi nyamuk ini adalah dari golongan malation, sedangkan themopos untuk mematikan jentik-jentiknya. malation dipakai dengan cara pengasapan, bukan dengan menyemprotkan ke dinding. Hal ini karena Aedes aegypti tidak suka hinggap di dinding, melainkan pada benda-benda yang menggantung.

2.Menguras tempat penampungan air bersih, bak mandi, vas bunga dan sebagainya, paling tidak seminggu sekali, mengingat nyamuk tersebut berkembang biak dari telur sampai menjadi dewasa dalam kurun waktu 7-10 hari.

3.Halaman atau kebun di sekitar rumah harus bersih dari benda-benda yang memungkinkan menampung air bersih, terutama pada musim hujan seperti sekarang.

4.Pintu dan jendela rumah sebaiknya dibuka setiap hari, mulai pagi hari sampai sore, agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk, sehingga terjadi pertukaran udara dan pencahayaan yang sehat. Dengan demikian, tercipta lingkungan yang tidak ideal bagi nyamuk tersebut.

Nah itu tadi penjelasan mengenai chikungunya, semoga dengan tulisan ini dapat membantu kita untuk mengetahui penyebab, gejala dan cara pencegahan yang terbaik. Bila di keluarga kita ada yang terserang dan mengalami gejala diatas sebaiknya segera dibawa ke dokter atau rumah sakit, jangan minum sprite dulu hehehehe.

9 comments:

  1. seru juga ya diobati dengan minum sprite hehehe, yang sembuh itu mgkin karena sugesti dan kebetulan anginnya pada keluar gara-gara minum sprite hehehehe

    ReplyDelete
  2. sayah malah nggak begitu suka sprite Mas, sayah lebih sukah Fantah Merah... :-)
    thanks tentang Chikungunya nya yah...

    ReplyDelete
  3. Eh Chen, sayah jugah sukah Fantah Merah Lhoh... Ojoh Salahh! :-D

    ReplyDelete
  4. untung ane gak gawe di CC lagi, kalau nggak tak kasih "anggur meeeraah" hahahahahaha

    ReplyDelete
  5. Saya pernah dengar kalau Spr*te yang diberi garam memang bisa menurunkan panas. Terutama panas dalam..
    Waktu kecil saya juga minum Spr*te dengan cara seperti itu... Tapi sekarang sudah tau kandungan gulanya jadi udah stop..
    Tidak tahu apakah Spr*te Zero punya efek yang sama atau tidak...
    Terima kasih atas infonya...

    ReplyDelete
  6. Wah ,aneh bgt masa cu7ma pakai sprite doang bisa untuk pengobatan chikungunya,sungguh aneh bisa sembuh

    ReplyDelete
  7. emang cikungunya cukup merepotkan..
    Ibu saya sepertinya kena :(.
    moga cepat diberi kesembuhan oleh Alloh.

    ReplyDelete
  8. heh kok sprite ?
    setau saya yang terbaik itu air kelapa muda..
    sejauh ini minuman tradisional tersebut sangat digemari sebagai salah satu obat alternatif...

    ReplyDelete