PR Pluralisme

Pluralisme tetap menjadi pekerjaan rumah bersama bagi masyarakat Indonesia. "Banyaknya perda yang bertolak belakang dengan pluralisme berkaitan erat dengan kualitas dari anggota dewan. "Masyarakat juga harus menjadikan masalah ini sebagai PR (pekerjaan rumah)-nya. Tentunya, hal ini dapat dilakukan dengan upaya pembatalan oleh Kementerian Dalam Negeri", tambah Theresia yang saat ini menjadi anggota Komisi 10 DPR RI periode 2009-2014 dari Partai Demokrat. Hal senada juga diungkapkan Ali Masykur Musa, politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa. "Pluralisme masih bersifat unfinished, sehingga harus terus diperjuangkan bersama", ujarnya. "Banyaknya perda berbasis agama tertentu, biasanya dilakukan karena alasan balas dendam. Perda agama tertentu dibuat karena di daerah lain ada peraturan serupa yang berpihak pada agama lain," tambah Ali yang saat ini menjadi anggota Komisi VIII DPR RI. sumber



Pluralisme adalah keadaan masyarakat yg majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politik) dan kita pasti terpikir tentang keanekaragaman entah itu budaya, agama, suku dan sebagainya. Adanya provinsi yang menggunakan peraturan daerah berdasarkan agama tertentu menjadi suatu permasalahan sendiri bagi sebagian orang, tapi bila kita menilik dengan OTODA atau otonomi daerah hal tersebut sudah menjadi hak daerah tersebut. Entah kenapa ada sebagian anggota DPR pusat menganggap perda-perda tersebut bertolak belakang dengan pluralisme. Padahal suatu Perda dibuat bukan hanya berdasarkan persetujuan dari pihak tertentu tapi merupakan keputusan bersama (Pemda dangan DPRD). Jika ini menyangkut kualitas dari anggota DPR setempat artinya yang salah rakyat karena salah memilih anggota DPR yang tidak berkualitas hehehe.

Selama masyarakat seteJmpat tidak mempermasalahkan, aku kira hal ini tidak perlu di bahas lagi. Kecuali Perda tersebut membatasi hak pemeluk agama lain dalam melakukan aktifitas ibadahnya. Ungkapan kedua anggota DPR diatas malah menimbulkan kesan adanya masalah serius terhadap pluralisme di negara kita, padahal masalah sosial lain yang terjadi dan perlu sangat diperhatikan lebih banyak. Seperti kurang pekerjaan saja anggota DPR kita hmmm.

Comments

  1. Di luar pluralisme diantara bahasan anggota dewan sebagaimana yang disorot tulisan ini, saya kira pluralisme itu asyik-asyik saja. Apalagi kalau ia dipahami dengan baik, dan disematkan di jiwa. Tambah maknyus kalau direnungkan dengan secangkir kopi.

    ReplyDelete
  2. Setuju mbak, gitu aja kok repot hehehe (sambil minum kopi)

    ReplyDelete
  3. pluralisme memang harus diperjuangkan. mungkin bisa dimulai dg diri sendiri.

    ReplyDelete
  4. Pluralism is nice.....so we can get in touch with soooo many different people

    Love pluralism....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts