ASEAN vs China

Pemberlakuan ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA) menimbulkan banyak pendapat dari berbagai kalangan, beberapa pendapat tersebut antara lain :


Menteri Pertanian Suswono mengatakan penerapan AC_FTA tidak perlu dikhawatirkan, karena kita memiliki kelebihan," Ia mengatakan bahwa ada sektor tertentu seperti di perkebunan dimana Indonesia unggul karena memiliki minyak sawit mentah (CPO), kakao, dan karet. China masih harus impor dari Indonesia. Karena itu perdagangan Indonesia terhadap China dari sektor pertanian masih surplus sebesar sekitar 2 miliar dollar AS. sumber


Pengamat ekonomi Faisal Basri Indonesia mengatakan Indonesia merupakan negara yang diuntungkan dari pemberlakuan ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA). Pasalnya, produk indonesia yang bersaing dengan produk China jumlahnya masih sangat sedikit. "Sebagai catatan, Indonesia yang sedikit dalam head to head dalam produk dengan China. Dari prosentase, kita paling rendah 26%. Yang paling tinggi justru Malaysia dan Thailand, masing-masing 88% dan 91%. Jadi yang bilang ACFTA itu merugikan itu bodoh,". Sebagai catatan, hingga saat ini baru 20% usahawan yang membidik pangsa pasar luar negeri, dan hanya 11% yang berorientasi ekspor. Faisal menyarankan agar para pelaku industri dalam negeri dapat bersaing dengan para pengusaha China, maka dapat disiasati dengan mencari produk-produk yang tidak mungkin disaingi oleh China. sumber2


Sementara itu, Kepala Kamar Dagang dan Industri (KADIN) bidang UKM, Sandiaga Uno menilai yang menjadi masalah utama dalam pemberlakuan ACFTA adalah ketidaksiapan Indonesia untuk bersaing dengan negara lain termasuk dalam hal ketersediaan infrastruktur. "Jangan kita dikasih obat sakit perut padahal kita sakit kepala. Ini yang menjadi catatan. Kebutuhan kita adalah kesiapan, demi ketersaingan.sumber2


Anggota komisi VI DPR Syukur mengatakan Indonesia dianggap masih belum siap bersaing dengan negara lain karena ongkos produksinya pun jauh tertinggal. Jika dipaksakan, maka rakyat akan sengsara. "Lebih pilih menghormati kesepakatan atau membiarkan rakyat kita mati. Kita tidak bisa bersaing untuk saat ini. Untuk itu tunda, karena efeknya sangat sistemik," katanya.sumber2


Begitulah beberapa pendapat yang pro dan kontra terhadap kebijakan pemberlakuan ACFTA tersebut. Dua pendapat diatas mengatakan jika penerapan ini akan menguntungkan jika dilihat dari sisi motivasi untuk meningkatkan kreativitas para pengusaha kita agar bisa memproduksi produk yang lebih berkualitas, namun juga jadi khawatir karena dua pendapat terakhir mengatakan negara kita "masih belum siap" bersaing dengan negara lain. Aku jadi bingung entah mana yang benar dan mana yang salah hehehe. Negara kita belum siap bersaing , lah terus kapan siapnya ? apagunanya punya sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berlimpah ruah? terus apa tujuan pemerintah menandatangani perjanjian itu? entahlah :)

Comments

  1. ehm, entahlah juga mas....
    yang pasti emang indonesia harus selalu siap menghadapi perubahan seberubah apapun itu perubahan ya... heeheeh

    ReplyDelete
  2. jadi perubahan yang kita rasa apa ni?

    ReplyDelete
  3. tapi saya gak suka pake produk cina.murah sih murah tapi gak awet.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts