Meraih mimpi (Perguruan Tinggi Idaman)

Seperti kita ketahui perguruan tinggi adalah salah satu jenjang pendidikan yang harus dilalui oleh setiap orang yang ingin memiliki standar gelar tertentu. Perguruan tinggi pada hakekatnya merupakan usaha untuk meningkatkan kadar ilmu pengetahuan dan pengamalan pada bidang yang dipilih. Maka dari itu dalam memilih perguruan tinggi tidak bisa sembarangan karena menyangkut masa depan. Tidak hanya untuk sekedar memperoleh gelar tapi juga harus sesuai dengan keinginan dan kemampuan (Materi dan potensi).

Jadi untuk memilih perguruan tinggi harus berdasarkan apa yang dibutuhkan oleh calon mahasiswa bukan hanya berdasarkan kriteria “terbaik” atau “favorit” semata. Karena belum tentu perguruan tinggi favorit sesuai dengan kebutuhan kita sebagai tempat atau wadah dalam usaha menggapai cita-cita yang kita inginkan. Setiap orang pasti punya cita-cita di dalam hidupnya. Nah cita-cita inilah yang akan mengarahkan akan kemana dia harus melangkah untuk menggapainya. Misalnya seseorang bercita-cita menjadi dokter, tentu dia harus kuliah dulu di fakultas kedokteran. Untuk itu dia akan mencari informasi tentang fakultas kedokteran yang ada, hingga akhirnya menemukan pilihan yang terbaik dan akhirnya dia idam-idamkan. Dari pemahaman diatas dapat disimpulkan bahwa Perguruan Tinggi Idaman adalah perguruan tinggi yang didambakan seseorang karena memenuhi kriteria terbaik berdasarkan apa yang mereka cari atau butuhkan.

Bagaimana dengan Perguruan Tinggi Terbaik ? Secara tidak langsung definisi dari perguruan tinggi terbaik tidak sama dengan Perguruan tinggi idaman. Karena sesuatu yang menjadi idaman atau dambaan seseorang belum tentu yang terbaik bagi orang lain. Tapi sesuatu yang terbaik sudah pasti menjadi idaman setiap orang. Artinya perbedaan antara “Idaman” dan “Terbaik” bisa dilihat dari persepsi dan harapan seseorang.

Persepsi adalah penilaian yang berasal dari apa yang pernah dirasakan seseorang, bisa berasal dari data yang ada mengenai kelebihan dan kekurangan suatu perguruan tinggi, atau berasal dari pengalaman orang yang pernah atau masih kuliah di perguruan tinggi tersebut. Sedangkan Harapan adalah keinginan seseorang terhadap suatu bentuk pelayanan (fasilitas, sarana dan prasarana) yang ideal. Harapan setiap orang bisa dikatakan hampir sama tapi yang membedakan adalah kebutuhan dan kemampuan per individu. Misal seorang calon mahasiswa kedokteran tadi, dia secara kemampuan (Materi dan Potensi) di atas rata-rata sehingga dia membutuhkan fakultas kedokteran yang mempunyai kualitas yang terbaik, terbaik dari fasilitas, sarana dan prasarana yang disediakan oleh pihak perguruan tinggi.

Jika dirumuskan secara kuantitatif, suatu perguruan tinggi dapat dikatakan baik jika Selisih antara Persepsi dan harapan hasilnya lebih besar (positif) atau sama dengan nol. Artinya apa yang dirasakan dengan apa yang diinginkan sama atau bahkan melebihi harapan. Memang kekurangan dari rumus ini adalah sangat tergantung informasi dari mahasiswa yang sedang kuliah ataupun yang sudah pernah kuliah di perguruan tinggi tersebut. Tapi hasil yang didapatkan akan lebih obyektif daripada data yang didapatkan dari perguruan tinggi yang dituju atau dari hasil survey pihak tertentu.

Pengertian dan perumusan diatas hanya sekedar sebagai bahan acuan saja agar kita bisa mengerti bagaimana menilai kualitas suatu perguruan tinggi hingga tidak hanya berpatokan pada data-data yang lebih bersifat promosi. Karena hal ini penting untuk diketahui agar kita tidak salah pilih dan bisa mendapatkan perguruan tinggi yang kita idamkan.

Selain perhitungan diatas, ada faktor-faktor yang perlu juga dipertimbangkan dalam memilih perguruan tinggi. Faktor-faktor yang tersebut adalah sebagai berikut :

1. Minat dan kemampuan calon mahasiswa
Minat dan kemampuan adalah keinginan serta potensi yang dimiliki seorang calon mahasiswa, dimana dalam hal ini orang tua dan guru memegang peranan penting dalam mengarahkan anak-anaknya. Artinya sekedar mengarahkan bukan memaksakan. Minat dan potensi inilah yang memegang peranan penting seseorang dalam menerima dan menyerap pelajaran yang akan diterimanya di perguruan tinggi. Artinya jangan sampai “salah jurusan” sehingga ilmu yang didapat akan menjadi sia-sia atau bahkan Drop Out. Suatu kerugian yang tidak bisa hanya dihitung dari sisi materi tapi juga waktu dan kesempatan.

2. Status perguruan tinggi
Ada dua legalitas minimal setiap program studi selaku penyelenggara pendidikan di perguruan tinggi yaitu :
• Ijin penyelenggaraan pendidikan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas, dimana ijin penyelenggaraan dapat diperpanjang setiap lima tahun.
• Status akreditasi yang di keluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Depdiknas dengan peringkat A, B, C dan tidak terakreditasi. Peringkat menunjukkan tingkat kemampuan proses penyelenggaran tingkat program studi dilihat dari berbagai aspek, seperti: jumlah dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana pendidikan, pembiayaan pendidikan, sistem evaluasi dan sertifikasi, serta manajemen dan proses pendidikan. (sumber: http://www.dikti.org/?q=node/109)

3. Lokasi Perguruan Tinggi
Dalam memilih perguruan tinggi, biasanya orang tua dan calon mahasiswa juga mempertimbangkan tempat atau lokasi dimana perguruan tinggi itu berada. Seperti kita ketahu di negara kita ini ada lima kota yang menjadi tujuan utama para calon mahasiswa, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang dan Surabaya. Kelima kota tersebut sudah menjadi trend bagi anak-anak lulusan SMU sebagai tempatnya Perguruan Tinggi Favorit Indonesia. Terutama kota Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Pelajar. Di Yogyakarta banyak sekali berdiri perguruan tinggi swasta ataupun negeri. Semua itu didukung dengan lingkungan kota Yogya yang kondusif sebagai tempat belajar, bergaul dan pengembangan diri. Perguruan-perguruan tinggi swasta yang ada di Yogyakarta rata-rata mempunyai kualitas yang tidak jauh berbeda dengan perguruan tinggi negeri, karena mereka menyadari pentingnya kualitas pendidikan bagi kemajuan mahasiswanya. Seperti misalnya Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai salah satu universitas swasta terbaik di Yogya bahkan peringkat keenam dari seluruh perguruan tinggi (swasta dan negeri) yang ada di Indonesia(sumber:http://www.webometrics.info). Semua itu karena dari dulu UII sudah mengedepankan pentingnya pendidikan yang berkualitas yang bisa dilihat dari mutu lulusan, mutu proses pengajaran, mutu layanan yang diberikan serta mutu lingkungan kampus secara keseluruhan. Sehingga mereka pantas untuk dijadikan pilihan utama selain perguruan tinggi negeri yang ada di Yogyakarta. Seperti tag line mereka yaitu “berlimu amaliyah dan beramal ilmiyah” dimana dari tag line tersebut mengandung pemahaman terhadap nilai dasar UII tentang nilai pengabdian (ibadah) dan nilai keunggulan (ekselensi). Suatu ungkapan yang bukan hanya sekedar basa-basi tapi sudah terbukti menjadi kenyataan.

Demikian tadi tiga faktor yang bisa menjadi pertimbangan, selain model perumusan di atas. Pertimbangan bagi orang tua dan calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi yang akan dituju. Intinya untuk mendapatkan sesuatu yang diidamkan kita harus memahami kemampuan dan keinginan kita, mengetahui apa yang dibutuhkan dan selanjutnya bekerja keras dengan belajar serta fokus dengan apa yang ingin kita raih. Serta tidak lupa berdoa dan minta restu dari kedua orang tua agar jalan yang kita lalui di ridhoi dan diberkahi oleh Tuhan. Semoga bermanfaat :).
#Tulisan ini dibuat untuk berbagi sekaligus turut berpartisipasi dalam Lomba Blog UII

Comments

  1. SE TU JU...AZZAAA DEEH...bawain otak2, empek2, encek2, encim2, eh...salah ya....hi hi hi..kaburrrr akh..

    ReplyDelete
  2. Warung kopi yg membahas tentang PT..
    Ehm, unik juga ^_^
    Semoga sukses dg kompetisinya

    ReplyDelete
  3. @Ajeng : namanya juga tempat ngobrol tanpa basa-basi :)

    ReplyDelete
  4. tul.. betul... betul...
    setuju skali saya...
    memilih perguruan tinggi bukan melihat akan status dan seberapa favorit perguruan tersebut dimata publik, tapi lebih kepada kebutuhan kita akan pendidikan yang ingin kita tempuh...
    Thx atas sharing.nya...

    ReplyDelete
  5. suatu perguruan tinggi dapat dikatakan baik jika Selisih antara Persepsi dan harapan hasilnya lebih besar (positif) atau sama dengan nol.
    suka dengan quotes tersebut.. hehehe

    ReplyDelete
  6. Mantab, saya jagokan ini menang Mas.. eSSip!

    ReplyDelete
  7. memilih perguruan idaman harus disesuaikan dengan kemampuan,,

    ReplyDelete
  8. met siang. makasih es kopinya. minta kue jg dong. gak nendang nih cuma kopi

    ReplyDelete
  9. @Achen : itu metode servqualkan brother hehehe
    @All : tq komengnya moga bermanfaat :)
    @Fanny : entar lagi digoreng hehehe

    ReplyDelete
  10. kok gag dikasih link tu UII??
    :)
    kalo memilih perguruan tinggi emang sesuai apa yang kita butuhkan tapi faktnya di lapangan kadang pemilihan perguruan tinggi itu dipengaruhi ama kemauan ortu dan teman-teman :D
    heheheh

    ReplyDelete
  11. @ranny : yg dibutuhin key word aj :)linknya dah di blogroll n logo :)

    ReplyDelete
  12. jiaah..pelit akh.mana modelnya? laper nih.

    ReplyDelete
  13. hi kang coffee
    maksih udah mampir ke blogku
    makasih juga atas komen dan kritiknya..hehehe

    oya masalah perguruan tinggi, aku menganggap bahwa perguruan tinggi hanya sebagai tempat mengolah aja

    hasil semua tergantung inputnya (mahasiswa)..kalau emang dasar orangnya g mau belajar, mau kuliah di UI ato di UGM ya gitu2 aja

    bagiku, jujur aja, apapun akreditasinya, aku percaya bahwa kreativitas si mahasiswa yang akan menetukan kesuksesannya....

    ya tentunya ada batasan wajarnya, artinya pasti tetap ada standard universitas,

    namun mempermasalahkan tempat kuliah, lalu akreditasi, bagiku ini akan memendam potensi universitas lain yang mungkin ingin juga menjadi baik, yang kebetulan berdiri di daerah bukan "kota pelajar"....

    makasih udah berbagi kang.....pemikiran yang disampaikan bikin aku mau mikir lagi..hehe biasanya ngga mikir..

    sip2, oya izin follow sekalian ya...

    ReplyDelete
  14. semangat broooo
    hehehehe
    berkunjung lagi untuk kedua kalinya
    heheh

    ReplyDelete
  15. terima kasih atas nasehat dan tipsnya,,,kebetulan saya akan masuk PTN, jadi sambil jalan-jalan nemu artikel beginian, ctrl+d.

    ReplyDelete
  16. salam kenal,
    postingannya mantap,
    semoga sukses bro,

    salam.

    ReplyDelete
  17. @Qori ; sama2 :)
    @Muliardy : salam kenal balik , n tq :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts