Apr 5, 2010

Pesawat N-250 (Karya Asli Indonesia)


Tulisan ini mencoba untuk membangkitkan kembali ingatan kita tentang pesawat terbang pertama asli buatan Indonesia. Pesawat N-250 Tipe Transpor Sipil, yang di produksi oleh IPTN/PT Dirgantara Indonesia. Pertama kali terbang pada tanggal 10-08-1995. Sejarah rencana pengembangan N-250 pertama kali diungkap PT IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia, Indonesian Aerospace) pada Paris Air Show 1989. Pembuatan prototipe pesawat ini dengan teknologi fly by wire pertama di dunia dimulai pada tahun 1992. Pesawat pertama (PA 1, 50 penumpang) terbang selama 55 menit pada tanggal 10 Agustus 1995. Sedangkan PA2 (N250-100,68 penumpang).



Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. Berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 dimana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN. Pesawat ini diberi nama gatotkoco (Gatotkaca).



Pesawat N-250 merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995). Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997.



Rencananya program N-250 akan dibangun kembali oleh B.J. Habibie setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perubahan di Indonesia yang dianggap demokratis. Namun untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional, beberapa performa yang dimilikinya dikurangi seperti penurunan kapasitas mesin,dan direncanakan dihilangkannya Sistem fly-by wire. Pertimbangan B.J. Habibie untuk memproduksi pesawat itu (sekalipun sekarang dia bukan direktur IPTN) adalah diantaranya karena salah satu pesawat saingannya Fokker F-50 sudah tidak diproduksi lagi sejak keluaran perdananya 1985, karena perusahaan industrinya, Fokker Aviation di Belanda dinyatakan gulung tikar pada tahun 1996. sumber



Begitulah kisah hehehe tentang pesawat terbang pertama buatan kita sendiri, sayangnya sekarang entah bagaimana kisahnya. Paling tidak ini mengingatkan kita jika bangsa kita "pernah" membuat pesawat sendiri. Semoga rencana pembangunan kembali program N-250 dapat segera terwujud karena apa yang telah di bangun oleh putra-putra negeri tersebut tidak hanya menjadi cerita dongeng sebelum tidur atau sekedar kenangan untuk membangkitkan semangat. :)

7 comments:

  1. wah,s ekarang jadi ahli peswat nih, bro.

    ReplyDelete
  2. heheeehe setuju Mas, dan amiiien dan majulah indonesiaku....

    ReplyDelete
  3. sayang sekali pembuatnya malah didepak dari sini

    ReplyDelete
  4. Semoga Gatotkaca dapat dilanjutkan kembali.....

    ReplyDelete
  5. Terbanglah INDONESIAKU....sampai kau menemukan jati dirimu yang sebenarnya....

    ReplyDelete
  6. semga generasi muda indonesia melanjutkan apa yg tlah dicapai beberapa tanun silam
    bangkitlah indonesiaku,bengsaku,tunjukan pada dunia kita juga bisa....

    ReplyDelete