Satpol PP (Tugas dan Kewajibannya)

Berita kerusuhan di priok kemarin sungguh mengenaskan, dimana terjadi bentrokan antara satpol pp dengan masyarakat sekitar makam mbah priok. Hari itu Satpol PP akan menggusur bangunan tak berizin di areal makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad alias Mbah Priok. Bentrokan tersebut menewaskan satu orang anggota satpol pp dan total korban luka sebanyak 130 orang.



Dari peristiwa ini belum jelas pihak mana yang salah dalam hal kepemilikan lahan tersebut. Masyarakat yang berontak tidak bisa disalahkan begitu juga dengan anggota Satpol PP yang dalam hal ini hanya menjalankan "tugas". Yang pasti kesalahan ada pada sikap "pemimpin" yang memerintahkan penggusuran tanpa melihat situasi dan kondisi masyarakat sekitar.



Tulisan ini tidak bermaksud mengusut siapa yang sah memiliki lahan tersebut, tapi ingin menjabarkan tentang Satpol PP itu sendiri. Satuan Polisi Pamong Praja, disingkat Satpol PP, adalah perangkat Pemerintah Daerah yang bertugas untuk memelihara ketentraman dan ketertiban umum serta menegakkan Peraturan Daerah. Satpol PP dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati/Walikota melalui Sekretaris Daerah.



Nah dari fungsi atau tugas satpol pp dapat dilihat kalau mereka bertanggung jawab terhadap ketentraman dan ketertiban umum untuk menegakkan peraturan daerah. Itu yang membedakan mereka dengan polisi yang bertugas menjaga ketertiban dan keamanan umum. Kenyataannya, mereka seperti diberi "hak" seperti polisi. Dilengkapi dengan pentungan dan tameng hehehe. Belum sikap mereka yang "arogan" dalam melakukan penggusuran. Sehingga kadang "tugas" mereka untuk menjaga ketentraman menjadi ambigu malah menimbulkan image "menimbulkan ketidaktentraman" terutama bagi masyarakat kecil.



Sekedar kilas balik, bagaimana asal mula Satpol PP dibentuk berawal di Yogyakarta pada tanggal 3 Maret 1950. Dengan motto PRAJA WIBAWA, untuk mewadahi sebagian ketugasan pemerintah daerah. Sebenarnya ketugasan ini telah dilaksanakan pemerintah sejak zaman kolonial. Sebelum menjadi Satuan Polisi Pamong Praja setelah proklamasi kemerdekaan dimana diawali dengan kondisi yang tidak stabil dan mengancam NKRI, dibentuklah Detasemen Polisi sebagai Penjaga Keamanan Kapanewon di Yogjakarta sesuai dengan Surat Perintah Jawatan Praja di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat.


Untuk lebih jelas berikut ini hirarki sejarah asal mula satpol PP :


1. 10 November 1948, lembaga ini berubah menjadi Detasemen Polisi Pamong Praja.


2. Polisi Pamong Praja dibentuk tanggal 3 Maret 1950 di jawa dan madura.


3. Pada Tahun 1960, dimulai pembentukan Kesatuan Polisi Pamong Praja di luar Jawa dan Madura, dengan dukungan para petinggi militer /Angkatan Perang.


4. Tahun 1962 namanya berubah menjadi Kesatuan Pagar Baya untuk membedakan dari korps Kepolisian Negara seperti dimaksud dalam UU No 13/1961 tentang Pokok-pokok Kepolisian.


5.Tahun 1963 berubah nama lagi menjadi Kesatuan Pagar Praja.


6. Istilah Satpol PP mulai terkenal sejak pemberlakuan UU No 5/1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah. Pada Pasal 86 (1) disebutkan, Satpol PP merupakan perangkat wilayah yang melaksanakan tugas dekonsentrasi. Saat ini UU 5/1974 tidak berlaku lagi, digantikan UU No 22/1999 dan direvisi menjadi UU No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam Pasal 148 UU 32/2004 disebutkan, Polisi Pamong Praja adalah perangkat pemerintah daerah dengan tugas pokok menegakkan perda, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat sebagai pelaksanaan tugas desentralisasi. sumber



Demikian sekilas tentang sejarah terbentuknya Satpol PP, yang sebenarnya mempunyai tugas "mulia" untuk membantu ketertiban dan ketentraman masyarakat. Jika kenyataannya sekarang Satpol PP banyak "tidak disukai" masyarakat mungkin pemerintah dalam hal ini pemerintah daerah harus lebih mawas diri dan lebih bijak dalam memberikan tugas pada anggota Satpol PP. Yang jelas tugas "Polisi Pamong Praja" bukan untuk membuat tidak tentram masyarakat.

Comments

  1. weih, lengkap neh tentang satpol pp nya mas,... semoga di kemudian hari sesuai dengan apa yang seharusnya satpol pp itu kerjakan... :-))

    ReplyDelete
  2. bener2 gak manusiawi cara mereka itu. huuuh....bikin panas deh. mana udara juga lagi gerah ..minta jus stroberi dong. sekalian ama tukang baksonya, eh..baksonya...

    ReplyDelete
  3. wah, kolak dan kopinya bukan untuk nyogok kan? supya menang lomba gitu? hehehe...

    ReplyDelete
  4. hehehehe, nanti nyogoknya kalau bawain bakso cak eko sekalian dgn cak ekonya wkwkwkwkw

    ReplyDelete
  5. husssttt...jgn bilang2 ya..katanya sih satpol pp itu perpanjangan tangan polisi buat ngelakuin kerjaan 'kotor'.. ini katanya loh, gosip2 yg beredar diwarung kopi sebelah sono hehehehe...pis

    ReplyDelete
  6. mampir pagi mas...
    moga satpol pp sesuai dengan fungsinya.. amiien...

    ReplyDelete
  7. salam kenal
    kunjungan perdana...
    wah ngebahas satpol pp yang lagee hangat neehhh
    hehhhe

    ReplyDelete
  8. sebagai tanda persahabatan aq follow blog ini
    kalau berkenan follow back :)
    ditunggu dengan senyuman...

    ReplyDelete
  9. @Achen n buwel : amin :)
    @Exort : hahahaha, pasti warkopnya bang miun tuh
    @Daniel : salam kenal balik :)

    ReplyDelete
  10. semoga satpol pp di indonesia bisa lebih bersabar..amin :D

    ReplyDelete
  11. Satpol PP, selalu. Mereka bekerja dengan mengesampingkan kemanusiaan. Setiap ada berita penggusuran, suka g tega melihatnya. Mungkin mereka patut digusur, tapi bukan dengan cara bertindak tak manusiawi seperti para satpol PP itu!

    ReplyDelete
  12. kok malam wel... pagiiii... ih.. :-))

    ReplyDelete
  13. @All : semoga para "pemimpin" menyadari kesalahannya :)
    @Achen n Buwel : pagi, MU menang horeeeeeee

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts