5 Tahap Utama Negosiasi

Mungkin kita sudah familier dengan istilah negoisasi, dimana dalam kehidupan ini ada banyak permasalahan yang harus diselesaikan dengan cara negoisasi. Misal sengketa tanah, sengketa warisan, perjanjian bisnis dan sebagainya. Apakah arti negosiasi ? Negoisasi adalah suatu cara bagi dua atau lebih pihak yang berbeda kepentingan baik itu berupa pendapat, pendirian, maksud, atau tujuan dalam mencari kesepahaman dengan cara mempertemukan penawaran dan permintaan dari masing-masing pihak sehingga tercapai suatu kesepakatan atau kesepahaman kepentingan.



Untuk bernegoisasi diperlukan negoisator atau orang yang berperan langsung dalam suatu proses negoisasi. Butuh kemampuan khusus atau bahkan bakat untuk menjadi seorang negoisator yang handal. Namun tidak menutup kemungkinan bagi kita orang awam untuk menjadi pintar dalam melakukan negoisasi, karena banyak hal di dalam kehidupan sehari-hari yang secara tidak langsung membuat kita melakukan semi negosiasi, seperti ketika melakukan tawar menawar harga saat berbelanja dipasar, proses saat menerima pekerjaan baru, proses melamar calon istri hehehe, dan lain-lain.



Dalam pelaksanaan negosiasi sesungguhnya tidak ada standardisasi proses atau tahapan baku yang menjadi tolak ukur baik tidaknya negosiasi. Tahapan-tahapan negosiasi dapat berkembang dengan sendirinya tergantung pada permasalahan yang dihadapi. Meskipun demikian, secara umum proses bernegosiasi memiliki pola sama, yaitu sebagai berikut : sumber



1. Persiapan. Pada tahap ini, negosiator mulai mengadakan kick off meeting internal untuk keperluan pengumpulan informasi relevan yang lengkap, pembentukan tim apabila diperlukan. Dalam rangka pembentukan tim, perlu diadakan “pembagian peran”, peran yang ada biasanya adalah:
- Pemimpin tim negosiator dengan tugas memimpin tim, memilih dan menentukan anggota tim, menentukan kebijakan khusus, dan mengendalikan anggota tim lainnya.
-Anggota Kooperatif yang menunjukan simpati kepada pihak lain dan juga bertindak hati-hati agar pihak lain merasa kepentingannya tetap terlindungi. Peran ini seolah-olah mendukung penawaran pihak lain.
-Anggota Oposisi yang bertugas untuk membantah argumentasi yang dilakukan pihak lain, anggota ini juga berusaha untuk membuka kelemahan dan merendahkan posisi tawar pihak lain.
-Sweeper yang bertugas sebagai problem solver pemecah kebuntuan dalam negosiasi, dan bertugas menunjukkan inkonsistensi pihak lain.


2. Proposal. Pada tahap ini, negosiator dapat memilih, apakah langsung melakukan penawaran pertama atau menunggu pihak lain yang mengajukan penawaran. Dalam tahap ini, negosiator sudah harus siap mempelajari kemungkinan-kemungkinan yang ada. Meneliti serta membaca strategi pihak lain adalah tepat jika dilakukan pada tahap ini.


3. Debat. Tahap ini merupakan tahap terpenting dalam suatu proses negosiasi. Dengan dilakukannya debat, kita dapat mengetahui seberapa jauh kepentingan kita bisa dipertahankan atau diteruskan dan seberapa jauh kepentingan pihak lain akan kita terima. Tahap ini diisi dengan argumentasi dari masing-masing pihak. Dari argumentasi tersebut dapat terlihat strategi dan fleksibilitas pihak lain.


4. Tawar menawar. Setelah diadakan proposal dan debat, negosiator mengadakan tawar menawar atas kepentingan pihaknya maupun pihak lain. Dalam tahap ini argumentasi sudah tidak terlalu diperlukan, yang diperlukan adalah fakta, data, dan kemampuan untuk mencapai tujuan negosiasi.


5. Penutup. Suatu negosiasi dapat berakhir dengan berbagai kemungkinan. Antara lain, negosiasi berhasil, negosiasi gagal, negosiasi ditunda, negosiasi dead-lock, para pihak walk-out, dan lainnya. Apabila negosiasi berhasil, direkomendasikan untuk membuat semacam memorandum of understanding (MoU) untuk keperluan para pihak menekan pihak lainnya untuk menjalankan kesepakatan hasil negosiasi (contract enforcement).



Kelima tahapan ini terkadang pada saat prakteknya tidak berurutan tergantung para negosiator itu bermain, namun yang jelas kelima tahapan itu harus ada di dalam proses negosiasi. Banyak hal bisa berkembang selama proses negoisasi ini. Seni dalam berkomunikasi, bagaimana kita dapat meyakinkan pihak lawan , seberapa jauh kita menguasai medan serta bagaimana karakter dari sang negoisator itu sendiri ternyata akan menentukan hasil akhir dari sebuah negosiasi. Semoga bermanfaat :).

Comments

  1. aku dapat ilmu baru..aku memang tertarik tentang hal seperti ini..negosiasi yang penting mendengarkan dengan baik

    ReplyDelete
  2. Adakah cara yg efektif untuk bernegosiasi dg diri sendiri?

    ReplyDelete
  3. @Ajeng : kata orang bijak, caranya adalah kenali dulu kelemahan dan kelebihan kita maka negoisasi dgn diri sendiri akan lebih mudah :)

    ReplyDelete
  4. wah aku lemah di posisi tawar menawar nih, update selanjutnya muat artikel soal point ke 4 ya, yang tawar menawar

    ReplyDelete
  5. Sip deh mas negosiasinya, maaf gitu doang komentnya... heheheh

    ReplyDelete
  6. Yang lagi rame di bola negosiasi pemain mana dan dg klub mana neh.. :-)))

    ReplyDelete
  7. @Buwel : ada tuh yaya toure lagi dincer MUku hehehe
    @Achen : sipp juga buatmu hehehe
    @Ooz : tawar menawar akan lebih mudah jika kamu dah menguasai tiga point sebelumnya :) btw tq masukannya akan coba kucari hehehe

    ReplyDelete
  8. Nah, tawar menawar itu yg sulit bagiku.. hehehe

    ReplyDelete
  9. Yang perlu dipelajari adalah bagaimana bisa melakukan debat dg baik dan benar... :)

    ReplyDelete
  10. Biasanya ce ahli menawar ya mbak hehehe, mengenai debat memang gak mudah karena min harus py mental yang kuat dulu, karena percuma teori dikuasai tapi mental "tempe" hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts