Alternatif penyelesaian konflik (Manajemen konflik)

Sehubungan dengan tulisan kemarin tentang lima tahap utama dalam bernegoisasi, kali ini akan membahas tentang bagaimana meminimalisir "konflik" yang berpotensi terjadi di dalam suatu proses negoisasi. Seperti yang kita ketahui terkadang dalam suatu negoisasi atau rapat pengambilan keputusan kadang sering "diciptakan" atau "tercipta" dan "terjadi" konflik. Untuk membuat itu butuh penguasaan ilmu Manajemen konflik yang baik. Tapi disini kita berusaha memberikan solusi alternatif untuk menyelesaikan konflik tersebut bukan untuk menciptakan konflik hehehe. Bagaimana alternatif penyelesaian konflik yang baik ? Alternatif penyelesaian konflik dipandang dari sudut menang – kalah masing-masing pihak yang terdiri dari empat kuadran manajemen konflik sebagai berikut : sumber

•Kuadran Kalah-Kalah (Menghindari konflik)
Kuadran pertama ini menjelaskan cara mengatasi konflik dengan menghindari konflik dan mengabaikan masalah yang timbul. Atau bisa berarti bahwa kedua belah pihak tidak sepakat untuk menyelesaikan konflik atau menemukan kesepakatan untuk mengatasi konflik tersebut. Kita tidak memaksakan keinginan kita dan sebaliknya tidak terlalu menginginkan sesuatu yang dimiliki atau dikuasai pihak lain. Cara ini sebetulnya hanya bisa kita lakukan untuk potensi konflik yang ringan dan tidak terlalu penting. Jadi agar tidak menjadi beban dalam pikiran atau kehidupan kita, sebaiknya memang setiap potensi konflik harus dapat segera diselesaikan.

Kuadran Menang-Kalah (Persaingan)
Kuadran kedua ini memastikan bahwa kita memenangkan konflik dan pihak lain kalah. Biasanya kita menggunakan kekuasaan atau pengaruh kita untuk memastikan bahwa dalam konflik tersebut kita yang keluar sebagai pemenangnya. Biasanya pihak yang kalah akan lebih mempersiapkan diri dalam pertemuan berikutnya, sehingga terjadilah suatu suasana persaingan atau kompetisi di antara kedua pihak. Gaya penyelesaian konflik seperti ini sangat tidak mengenakkan bagi pihak yang merasa terpaksa harus berada dalam posisi kalah, sehingga sebaiknya hanya digunakan dalam keadaan terpaksa yang membutuhkan penyelesaian yang cepat dan tegas.

Kuadran Kalah-Menang (Mengakomodasi)
Agak berbeda dengan kuadran kedua, kuadran ketiga yaitu kita kalah – mereka menang ini berarti kita berada dalam posisi mengalah atau mengakomodasi kepentingan pihak lain. Gaya ini kita gunakan untuk menghindari kesulitan atau masalah yang lebih besar. Gaya ini juga merupakan upaya untuk mengurangi tingkat ketegangan akibat dari konflik tersebut atau menciptakan perdamaian yang kita inginkan. Mengalah dalam hal ini bukan berarti kita kalah, tetapi kita menciptakan suasana untuk memungkinkan penyelesaian yang paripurna terhadap konflik yang timbul antara kedua pihak. Mengalah memiliki esensi kebesaran jiwa dan memberi kesempatan kepada pihak lain untuk juga mau mengakomodasi kepentingan kita sehingga selanjutnya kita bersama bisa menuju ke kuadran pertama.

• Kuadran Menang-Menang (Kolaborasi)
Kuadran keempat ini disebut dengan gaya manajemen konflik kolaborasi atau bekerja sama. Tujuan kita adalah mengatasi konflik dengan menciptakan penyelesaian melalui konsensus atau kesepakatan bersama yang mengikat semua pihak yang bertikai. Proses ini biasanya yang paling lama memakan waktu karena harus dapat mengakomodasi kedua kepentingan yang biasanya berada di kedua ujung ekstrim satu sama lainnya. Proses ini memerlukan komitmen yang besar dari kedua pihak untuk menyelesaikannya dan dapat menumbuhkan hubungan jangka panjang yang kokoh . Secara sederhana proses ini dapat dijelaskan bahwa masing-masing pihak memahami dengan sepenuhnya keinginan atau tuntutan pihak lainnya dan berusaha dengan penuh komitmen untuk mencari titik temu kedua kepentingan tersebut.

Nah itu tadi empat kuadran alternatif penyelesaian atau pencegahan terjadinya konflik dalam suatu proses negoisasi. Namun keempat kuadran ini bisa juga diterapkan dalam hal lain sesuai kebutuhan dan situasi yang terjadi :). semoga bermanfaat.

Comments

  1. siipppp, kalau saya lebih suka yang win-win solution, lebih enak gitu deh kayaknya

    ReplyDelete
  2. Nah.., yg keempat itu yg paling sulit, tapi justru memuaskan semua pihak.. :D

    ReplyDelete
  3. Aku perlu belajar lagi tentang manajemen konflik ini. Thanks sharingnya.

    ReplyDelete
  4. konflik udah ke perbankan ajah,.. udh ada manajemen na jg

    ReplyDelete
  5. @cara ; apa hubungannya? heheh n semua ilmu pasti ada manajemennya :)

    ReplyDelete
  6. Met Malam Mas Warcoff.. :-)

    ReplyDelete
  7. Selamat Malam Mas Aulawi...

    ReplyDelete
  8. Jadi ingat pelajaran nih...

    Makasih mas .... ^_^

    salam kenal ya

    ReplyDelete
  9. @Delia : tq salam kenal balik :)

    ReplyDelete
  10. Bagus nih, hal - hal yang perlu diperhatikan pada waktu negoisasi.. Hehehehehe.., Btw lam kenal aj sob...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts