Bukan 20 menit (Sensus Nasional 2010)

Sejak tanggal 1 mei kemarin sensus 2010 telah dimulai, dan slogan hanya 20 menit digaungkan untuk menunjukkan efisiensi waktu proses pendataan tiap KK. Artinya pendataan tiap KK ditargetkan selesai dalam kurun waktu 2o menit. Tapi bagaimana kenyataan di lapangan ?

Nah masalah pendataan ini yang sedikit mengusikku. Di lingkungan tempat tinggalku terjadi sedikit "keganjilan" dimana petugas yang datang bukan hanya satu kali (20 menit) tapi hingga empat kali. Lebih rincinya sebagai berikut :

1.Sebelum tanggal 1 mei datang serombongan petugas sensus (tanpa baju khusus) untuk mendata, yah mungkin yang pertama ini sekedar "latihan" atau "pemanasan" hehehe.

2. Tanggal 1 mei datang lagi 5 orang petugas dengan baju khusus melakukan pendataan "resmi" selama kurang lebih 15 menit, lalu setelah itu menempelkan stiker di pintu rumah yang menunjukkan kalau rumah tersebut sudah disensus.

3. Tiga hari kemudian datang lagi seorang petugas (tanpa baju khusus) mengoreksi angka di stiker "dia bilang ada yang salah".

4. Hari ini (12 mei) datang lagi dua orang petugas sensus menanyakan tentang usia, pekerjaan dari orang yang tinggal dirumah. (lah yang tanggal 1 kemarin nanyain apa?)


Nah dari "keanehan" diatas paling tidak menunjukkan adanya ketidakberesan atau yang lebih halus "kekeliruan" dalam pendataan oleh petugas lapangan. Semoga ini hanya terjadi di daerahku saja :). Dari kejadian itu didapat beberapa hal yaitu :

-Sudah ada pendataan awal sebelum tanggal resmi sensus dimulai (mungkin untuk menghemat waktu).

-Petugas lapangan belum "serius" dalam menjalankan tugasnya (mungkin karena ada tugas lain).

-Jumlah petugas yang mendata ke tiap rumah terlalu banyak malah berkesan "rombongan" kunjungan sosial hehehe. (Padahal akan lebih efektif dan efisien jika per KK satu orang petugas).

Hal diatas hanya sekedar pandangan terhadap kejadian tersebut jadi bukan kesimpulan tapi mungkin bisa jadi masukan bagi pihak terkait :). Seperti kita ketahui proses sensus di seluruh Indonesia dijadwalkan berlangsung satu bulan, artinya tiap wilayah (provinsi ,kodya, kabupaten, kecamatan, kelurahan, hingga rw dan rt) "pastinya" sudah dibagi jadwal kunjungan per KK, lengkap dengan jumlah petugas yang akan diterjunkan ke lapangan. Artinya kalau jadwal itu dijalankan dengan baik, dijamin tingkat kesalahan pendataan akan semakin kecil.

Tapi seperti yang aku ungkapkan ditulisan sebelumnya, kelemahan sensus itu adalah hasilnya sangat tergantung pada "kinerja" petugas lapangan. Kinerja yang bisa dipengaruhi kualitas individu petugas, bisa juga karena penjadwalan (schedul) yang ditetapkan panitia Sensus mengalami "perubahan" (hal yang biasa terjadi) atau karena terjadi "bencana alam" yang tidak terduga. Tapi secara keseluruhan bukan berarti mereka tidak "bekerja" dengan baik tapi mungkin belum "maksimal" dalam menjalankan tugasnya. Dan mungkin Sensus akan lebih baik hasilnya bila lembaga survey yang ada di Indonesia diikutkan, sehingga ada data pembanding. Sekarang Kita cuma bisa berharap bila nanti data hasil sensus 2010 benar-benar sesuai dengan kenyataan bukan berdasarkan kesimpulan dengan tingkat kepercayaan 99 %.

Comments

  1. takutnya terjadi perhitungan ganda ya sob .. *

    ReplyDelete
  2. eh, aku udah disensus wkt hari minggu tgl 9 mei.

    ReplyDelete
  3. ya semoga aja.. mari sama-2 berdoa..

    ReplyDelete
  4. kita lihat nanti penduduk indonesia ada berapa :)

    ReplyDelete
  5. Kalau ane pikir sensus tuh kebanyakan human error-nya. Gak mungkin dari 300 juta jiwa lebih penduduk Indonesia yang paham apa itu sensus dan juga apakah sensus itu bisa dimakan, hehe..

    ReplyDelete
  6. Qori : hihihi mungkin begitu :)
    Febri : iye cuma teori :)

    ReplyDelete
  7. Wah, moga sukses dah sensusnya... he

    ReplyDelete
  8. wah gitu ea, kemarin rumah saya di sensus, dan yang nyensus ntu temen sma saya... hahaa, cantik mas orangnya... *lho*

    ReplyDelete
  9. salam utk semua,
    karena saya bergelut di bidang Statistik dan saya cukup tau metodologi Sensus, saya ingin menerangkan beberapa hal di atas yang menurut teman2 "MULTIPLE CENSUS" (sensus lebih dari 1 kali):
    1. kunjungan pertama itu namanya LISTING : untuk updating direktori rumah tangga
    2. kunjungan ke-2 oleh petugas berbaju seragam khusus itu SENSUS oleh petugas berbaju seragam sensus.
    3. kunungan ke-3 itu oleh PENGAWAS sensus (Mengoreksi jika terjadi kesalahan oleh petugas SENSUS)
    4. kunjungan ulang oleh PETUGAS untuk karena kesalahan direktori rumah tangga.

    Lebih dari itu semua, pengetahuan akan pentingnya data seluruh masyarakat akan mendukung percepatan pembangunan daerah dan Nasional.
    "DATA IS EXPENSIVE, but REACHING DEVELOPMENT without data IS MORE EXPENSIVE"
    salam
    Dyonisius H S Jewaru

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts