Hanya 20 menit (SENSUS 2010)


Sensus Penduduk 2010 telah dimulai pada 1 Mei (Hari ini) hingga 31 Mei 2010 untuk mengetahui jumlah penduduk Indonesia. Berbeda dengan sensus sebelumnya, Sensus Penduduk 2010 untuk pertama kalinya mendata secara lengkap setiap penduduk meliputi nama, alamat, umur, jenis kelamin, pendidikan, kesehatan, dan status ketenagakerjaan. Selain itu akan dicatat pula informasi terkait dengan fasilitas perumahan, akses ke media komunikasi, dan berbagai informasi lainnya. Proses Sensus yang dilakukan petugas lapangan ditarget hanya butuh waktu 20 menit per KK yang ada diseluruh Indonesia.



Sensus Penduduk 2010 menelan anggaran Rp 3,4 juta triliun atau sekitar 360 juta dolar AS. Menurut Presiden, Sensus Penduduk merupakan bagian terpadu dari upaya mewujudkan sisi besar pembangunan 2010-2014, yaitu terwujudnya Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. "Keberhasilan mencapai sisi pembangunan itu ikut ditentukan kemampuan kita mengelola manajemen data dan informasi kependudukan yang memadai, akurat, lengkap dan termuktahirkan,".



Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan pada sensus penduduk 2010, para waria (wanita pria) akan dicatat berdasarkan pengakuan jenis kelaminnya. "Waria akan disensus berdasarkan pengakuan, kalau ngakunya perempuan ya perempuan,". Rusman mengatakan, pada sensus kali ini, pihaknya akan mendasarkan pada pertemuan langsung dengan warga yang disensus. "Sensus tahun ini tidak lagi berdasarkan KK (Kartu keluarga) atau KTP (kartu tanda penduduk), untuk menghindari kekeliruan kalau memakai KK atau KTP. Intinya petugas tetap harus bertemu muka,".



Rusman menambahkan, sensus penduduk kali ini berdasarkan tempat keberadaanya di suatu daerah bukan berdasarkan KTP yang dimiliki. Misalnya anak kos, maka mereka akan disensus di tempat mereka kos. "Jadi bukan KTPnya atau KKnya, karena bisa `misleading` (salah arah),". Contoh, satu keluarga yang terdiri dari ibu, bapak dan anak di Banjarmasin dimana anaknya bekerja di Jakarta. Meski terdaftar pada Kartu Keluarga di Banjarmasin, namun sang anak tetap akan disensus di Jakarta. "Petugas sensus harus bertemu untuk bertanya siapa saja yang hidup dirumah ini, jadi bukan anggota keluarganya," . Sensus tahun ini juga akan mendata Gelandangan dan orang gila. "Sensus khusus bagi gelandangan dan orang gila dijadwalkan pertengahan Mei mulai pukul 22.00-05.00 WIB (Khusus di Malang). Pertanyaan seputar identitas nama dan alamat (tempat bermalam). Sedangkan orang gila ditanyai nama. Jika tak bisa menjawab, cukup dicatat lokasi sensus saat itu. (sumber : http://www.metrotvnews.com">



Demikian tadi beberapa berita tentang persiapan Sensus 2010 yang dimulai hari ini. Bagaimana sebenarnya mekanisme sensus di Indonesia ? Mekanisme (langkah-langkah ) kerja dari proses Sensus adalah sebagai berikut (berdasarkan UU nomor 16 tahun 1997 tentang Statistik dan Sistem Statistik Nasional BPS) :



1. Kegiatan.
suatu sensus penduduk terdiri dari serangkaian kegiatan berskala nasional, antara lain : - pemetaan wilayah administrasi, - klasifikasi daerah urban-rural, - Pembentukan/pemetaan claster (unit wilayah pencacahan), kerangka sampel induk, - pendataan penduduk, - pendataan perumahan dan rumah tangga, - sensus survei (long form) modul kependudukan, - pendataan potensi desa, analisis data, dan proyeksi penduduk.



2. Cakupan
Sensus merupakan kegiatan pendataan lengkap setiap penduduk dan setiap tempat tinggal yang berada di dalam semua wilayah.



3. SLS (satuan lingkungan setempat).
Oleh karena beragam nama pembagian wilayah (nama dan lingkungan), BPS menyebut dengan istilah SLS (satuan lingkungan setempat). SLS biasanya memegang prinsip pembagian warga desa/kelurahan. Untuk kepentingan sensus dan survei, BPS selama ini menggunakan pembagian wilayah desa/kelurahan menjadi Blok Sensus (BS).



4. De Jure, De Facto
Pengitungan penduduk dapat dilakukan dengan dua cara atau pendekatan, yaitu konsep de jure dan de facto. Konsep de jure berarti menghitung penduduk di mana tempat tinggalnya yang tetap. Konsep de facto  berarti menghitung penduduk di mana berada ketika sensus dilakukan. Sensus penduduk di Indonesia selama ini menganut kedua konsep tersebut dengan harapan agar tidak ada penduduk yang terlewat hitung, makanya penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap juga dicacah dalam sensus.



5. Kelengkapan
Prinsip kelengkapan dan tanpa cacah ganda. Adalah prinsip yang digunakan dalam metode sensus agar akurasi kelengkapan hasil sensus memadai. Prinsip lain yang juga menentukan kualitas hasil sensus adalah reliabilitas data yang bisa dicapai dengan cara kunjungan langsung kepada setiap orang. Keterangan yang diperoleh langsung dari setiap penduduk sebagai responden akan memungkinkan data yang dihasilkan sesuai dengan kenyataan (reliable). Maka prinsip kebenaran data bisa diupayakan hanya dengan kunjungan langsung (door to door). (Sumber : http://demografi.bps.go.id)



Jadi mekanisme sensus didasarkan langkah-langkah yang sudah diperhitungkan dengan matang oleh pemerintah. Diharapkan dengan lima langkah tadi proses sensus dan hasil bisa akurat. Kapan metode Sensus diterapkan pertama kali ? Metode sensus sendiri sudah dipakai sejak peradaban Baylonia 3800 SM, atau sekitar 6000 tahun yang lalu. Kata sensus (census) berasal dari bahasa Romawi kuno ”censere” yang berarti ”estimates”. Pada jaman Nabi Musa, sekitar 1200 SM, pernah dilakukan sensus penduduk dan perumahan. Namun sensus yang dipandang akurat adalah di masa kekaisaran Romawi pada tahun 1 masehi dengan Caesar Augustus sebagai kaisarnya dengan jumlah 45 juta jiwa dari 200 sampai 300 juta jiwa penduduk bumi saat itu dengan tujuan untuk menghirung jumlah penduduk dewasa untuk keperluan bala tentara dan untuk menentukan pajak.



Bagaimana sejarah sensus di Indonesia ? Sensus penduduk pernah dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda sebelum kemerdekaan pada penduduk di pulau Jawa pada tahun 1920, sedangkan sensus pertama yang mencakup seluruh wilayah Indonesia dilakukan pada tahun 1930. Sesudah kemerdekaan, sensus penduduk telah dilakukan sebanyak lima kali yaitu pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan terakhir 2000. Sensus Penduduk merupakan amanat dari Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang mewajibkan BPS menyelenggarakan Sensus Penduduk 10 tahun sekali. (Sumber :http://www.bsn.go.id)



Fungsi Sensus di Indonesia ? Sensus penduduk sangat dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan, baik untuk tahunan-RKP, jangka menengah-RPJM (5 tahun) maupun jangka panjang-RPJP (20 tahun). Dimana perencanaan pembangunan merupakan suatu proses dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat, baik penduduk sebagai objek maupun subjek pembangunan. Sensus Penduduk berisi informasi yang lengkap tentang karakteristik seluruh penduduk Indonesia. Informasi tersebut merupakan informasi dasar untuk menyusun perencanaan pembangunan. Sensus Penduduk juga memberikan informasi tidak hanya jumlah dan komposisi penduduk saja, namun juga komponen perubahan struktur penduduk yang memungkinkan pemerintah melakukan proyeksi penduduk secara lebih baik. Proyeksi ini sangat penting untuk informasi penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan. Selain itu informasi kuantitas, kualitas dan distribusi penduduk, baik secara nasional maupun per daerah dapat diperoleh sehingga kebijakan pembangunan oleh pemerintah dapat didistribusikan dengan baik dan tepat sasaran. Sensus Penduduk 2010 bertujuan juga untuk mendata seluruh penduduk Indonesia tanpa terkecuali untuk menyakinkan jumlah penduduk Indonesia terkini. Selain itu dapat juga memotret masyarakat secara utuh, dinamika dan mobilitas penduduk serta kemajemukan masyarakat Indonesia.



Nah lengkap sudah soal sensus, paling tidak tulisan diatas dapat lebih memahami kita tentang Sensus (Tujuan, manfaat, mekanisme, dan sejarahnya). Mari kita bantu program ini dengan memberikan data yang akurat kepada petugas yang datang kerumah kita agar hasil sensus ini bisa akurat dan bisa bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara kita ini. Harapan kita semoga para petugas Sensus adalah orang-orang yang profesional dalam menjalankan tugasnya, karena sudah menjadi "rahasia umum" jika kelemahan dari metode ini adalah "pada kinerja petugas lapangan" artinya bukan mereka tidak bekerja dengan baik tapi apakah data yang didapat "betul-betul benar (Valid)" :).

Comments

  1. 20' termasuk lama apa cepat ya? per KK kan? untuk sekedar mendata nama, alamat, umur, jenis kelamin, pendidikan, kesehatan, dan status ketenagakerjaan.

    ReplyDelete
  2. tapi kira2 sensus tahun ini bakal bisa menyelesaikan kisruh DPT buat Pemilu 2014 nggak ya ?

    ReplyDelete
  3. @Febri :kalau menurutku itu standart ya, karena mendata itu memang butuh waktu yg gak dikit, jagi gak kecepetan n gak kelamaan :)
    @Rossi : tergantung validitas data yg masuk ya, kembali ke hasil kerjanya petugas lapangan :) tapi seharusnya "kisruh" itu bisa terselesaikan dgn sensus ini :)

    ReplyDelete
  4. mampir pertama kali yaa, sambil minum coffee

    ReplyDelete
  5. wah maaf neh panjang dan komplit bener mas aulawi, komentnya ala kadarnya saja ya,
    dirumahku belum nyampe. he

    ReplyDelete
  6. semoga sukses deh sukses penduduk tahun ini. he

    ReplyDelete
  7. kita lihat, berapakah jumlah penduduk indonesia.. :P

    ReplyDelete
  8. ooooo baru tahu aku kang..

    makasih infonya, bermanfaat..
    ya kali aja nanti aku kerja di BPS..

    sip2

    ReplyDelete
  9. mampir balikin cangkir kopi. bawain rujak

    ReplyDelete
  10. dan satu lagi,,,hasilnya bukan ABS (Asal bapak senang)...kerja bukan karena bikin senang atasan, tapi murni mendata penduduk Indonesia. Dukung gerakan mereka!

    ReplyDelete
  11. iyahh kemarin juga rumahku di datengi petugas sensus nihh
    dukung sensus penduduk..

    ReplyDelete
  12. met pagi..bawain roti isi, isi coklat, isi keju, isi kelapa. hehehe

    ReplyDelete
  13. kopi yang enak....
    sambil wawancara disensus, minum kopi...hmmmm...

    ReplyDelete
  14. kok saya di kost belum kena sensus ya...
    *lah nanti saya ga tercatat..

    ReplyDelete
  15. @Fanny :wauu banyaknya lumayan buat persediaan tq ya hehehe
    @Qori : betul brother :)
    @Ahmadi : mau tambah lagi kopina? hehehe
    @Aisyah : ayooo segera lapor rt terdekat hehehe

    ReplyDelete
  16. makasih kupinya. mana kuenya? duitnya juga deh hahaha..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts