Kalah lagi ! ( Piala Thomas 2010)

Siang sampai sore tadi tim bulutangkis Indonesia bertanding di Final Piala Thomas melawan Tim china, hasilnya sungguh mengecewakan...kita kalah (lagi) dengan Skor Total 3 - 0. Yah, namanya pertandingan pasti ada yang kalah dan menang. Tapi ini kekalahan yang kesekian kali!!! Tetap terasa pahit!!!, sedih dan berpikir apalagi prestasi olahraga yang bisa diandalkan dari negara tercinta ini...???

Terakhir tim kita juara pada tahun 2002 setelah 5 kali berturut-turut berhasil mempertahankan gelar! dimana suatu prestasi yang belum pernah digapai oleh negara lain. Entah kenapa sampai sekarang prestasi bulutangkis kita "semakin" menurun tidak seperti dulu. Padahal secara kualitas teknik para pemain kita "sebenarnya" tidak kalah!. Dari hasil pertandingan tadi ada satu yang terlihat jelas "kekurangan" pemain kita, yaitu "semangat juang" yang rendah! Tidak seperti pemain-pemain dulu yang memiliki "semangat juang" tinggi demi nama Bangsa dan negara kita ini.

Daripada membahas kekurangan para pemain kita (bikin sakit hati), lebih baik jika kita membuka kembali sejarah awal mula piala Thomas ini, hehehe.


Piala Thomas adalah kejuaraan bulu tangkis internasional untuk nomor beregu pria yang diadakan setiap dua tahun sekali. Piala Thomas adalah kejuaraan tertua yang diadakan oleh IBF. Kejuaraan yang pertama diadakan pada tahun 1948-1949. Pada tahun tersebut, turnamen ini diikuti oleh 10 negara: Kanada, Denmark, Inggris, Perancis, Irlandia, Wales, Amerika Serikat, India, Malaya, dan Swedia. Piala yang diperebutkan di ajang Thomas Cup dibuat oleh pengrajin perak bernama Atkin Bros di London. Piala setinggi 28 inci itu terdiri dari pilar, mangkuk, dan penutup mangkuk. Di atas penutup mangkuk terdapat sebentuk pemain bulutangkis. Di balik mangkuk dan pilarnya, terdapat nama pemenang.

Nama kejuaraan ini berasal dari nama Sir George Alan Thomas, bekas Presiden IBF dan pemain bulu tangkis dari Inggris yang menyumbangkan piala tersebut pada tahun 1939. Sir George Alan Thomas sendiri sebenarnya adalah pemain tenis dan catur yang berubah haluan ke bulutangkis. Sebagai pemain catur ia pernah merebut posisi pertama pada turnamen ternama Hastings 1943. Sebagai pemain tenis, ia pernah bermain pada kejuaraan tenis ternama Wimbledon, pada tahun 1919-1926, meskipun hanya sampai semi final. Ketika berpindah haluan ke badminton, Thomas menjadi pemain bulutangkis tersukses di All England Open Badminton Championships dengan 21 gelar pada rentang waktu 1906-1928.

Sepanjang sejarah piala thomas, hanya tiga negara yang pernah menjadi juara: Republik Rakyat Cina, Malaysia (Malaya), dan Indonesia. Indonesia sendiri tercatat telah merebut Thomas Cup sampai 14 kali (1958, 1961, 1964, 1867, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002). Pada tahun 1994, ada prestasi yang luar biasa lagi dimana Uber Cup dan Thomas Cup berhasil diraih oleh Indonesia :). sumber1 sumber2

Demikian sedikit tentang sejarah awal mula Piala Thomas, dimana Indonesia "dulu" adalah negara langganan juara. Diharapkan paling tidak dengan melihat "masa lalu" ada sedikit semangat kita untuk terus maju :). Dan tahun 2010 ini China kembali berjaya mempertahankan piala Thomas untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Ah kapan lagi bulutangkis kita akan seperti dulu ? (kayak lagu hehehe) Kita cuma bisa berharap dan berdoa semoga para pemain kita bisa lebih memiliki "semangat juang" dan pemerintah diharapkan juga untuk lebih memperhatikan "kesejahteraan" para atlitnya, sehingga terjadi keseimbangan antara prestasi dan apresiasi (penghargaan) :). semoga.

Comments

  1. jawabnya: kapan2.... (dengan lagu koes plus)

    ReplyDelete
  2. bawain selai stroberi dan cake stroberi aja dhe. berikut bon nya nih. jgn ngutang ya.

    ReplyDelete
  3. kita regenerasi pemainnya payah siy...

    thanks sejarahnya...

    ReplyDelete
  4. wah ternyata si Thomas dulunya pemain catur dan tenis ea, ehm baru tahu. he

    ReplyDelete
  5. Yups, waktu ngikutin pertandingan kemarin gregetan ajah ama semangat juang yang kurang, keknya udah cukup puas masuk final, atau mungkin targetnya final doang ya... duh

    ReplyDelete
  6. entah mengapa ada fobia pada tim bulu tangkis kita ketika berjumpa dengan cina....masyarakat saja yang nonton ketika tau kita ketemu cina...langsung mengelus dada..KALAH NI...ditahun tahun mendatang...paradigma kudu diumbah oleh PBSI....semangat deh...

    ReplyDelete
  7. @Tukiran :menurutku bukan fobia bro, buktinya dulu kita selalu menang, yg jelas orientasi bertanding pemain skrg beda dgn dulu hiks
    @Achen n Buwel : yah begitulah, beda bangeeet :(
    @Fanny : tq :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts