Klasifikasi Jalan di Indonesia

Parah !!! itulah yang terjadi bila melihat kondisi jalan antara Kabupaten OI dan OKI (sumatera selatan). Untuk diketahui jalan tersebut adalah termasuk jalan trans sumatera sehingga merupakan salah satu "jalan penting" untuk transportasi dari jawa ke seluruh provinsi di sumatera dan sebaliknya. Bagaimana tak mengeluh melihat kondisi jalan yang rusak untungnya (masih ada untung hehehe) jalan itu tidak becek. Yang sangat memprihatinkan lagi adalah kondisi jembatan yang banyak membagi jalan utama tersebut (kurang lebih 10 jembatan). Padahal puluhan truk bertonase besar setiap hari melalui jembatan-jembatan tersebut. (Kondisi ini sudah bertahun-tahun) hingga masyarakat sudah menjadi terbiasa dengan kondisi tersebut. Bayangkan tidak ada jembatan yang "mulus" dan mungkin menunggu roboh dan memakan korban jiwa baru ada perbaikan serius. Sungguh akan sangat banyak kerugian jika salah satu jembatan tersebut putus, semoga pemerintah segera memberi perhatian serius. Apalagi jalan tersebut merupakan jalan nasional/negara, artinya perbaikan dan perawatannya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Memang sekarang lagi ada perbaikan oleh pemerintah, tapi kelihatannya setengah-setengah (kurang dana mungkin hehehe) hingga malah semakin memperparah kondisi jalan. Entahlah yang pasti kondisi ini bukan sesuatu yang baru, coba sesekali para pejabat pusat lewat jalan ini atau jalan yang ada di negara kita ini, biar mereka tahu kondisi "ketidaknyamanan" tersebut. Tapi sudahlah, daripada membahas jalan dan jembatan rusak, lebih baik kita membuka wawasan tentang klasifikasi jalan yang ada di Indonesia :).

Apakah klasifikasi jalan itu ? Klasifikasi jalan atau hirarki jalan adalah pengelompokan jalan berdasarkan fungsi jalan, berdasarkan administrasi pemerintahan dan berdasarkan muatan sumbu yang menyangkut dimensi dan berat kendaraan. Penentuan klasifikasi jalan terkait dengan besarnya volume lalu lintas yang mengggunakan jalan tersebut, besarnya kapasitas jalan, keekonomian dari jalan tersebut serta pembiayaan pembangunan dan perawatan jalan.

Klasifikasi jalan sendiri terbagi 3 yaitu :
1. Klasifikasi berdasarkan fungsi jalan
Jalan umum menurut fungsinya di Indonesia dikelompokkan ke dalam jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal, dan jalan lingkungan. Dimana :
- Jalan arteri merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk (akses) dibatasi secara berdaya guna.
- Jalan kolektor merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan ratarata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi.
- Jalan lokal merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.
- Jalan lingkungan merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat, dan kecepatan rata-rata rendah.

2. Klasifikasi berdasarkan administrasi pemerintahan
Klasifikasi ini dimaksudkan untuk mewujudkan kepastian hukum penyelenggaraan jalan sesuai dengan kewenangan Pemerintah dan pemerintah daerah. Yang dibagi berdasarkan statusnya dan dikelompokkan sebagai berikut :
- Jalan nasional merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antaribukota provinsi, dan jalan strategis nasional, serta jalan tol.
-Jalan provinsi merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antaribukota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi.
-Jalan kabupaten merupakan jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang tidak termasuk jalan yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antaribukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal, antarpusat kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten.
-Jalan kota adalah jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder yang menghubungkan antarpusat pelayanan dalam kota, menghubungkan pusat pelayanan dengan persil, menghubungkan antarpersil, serta menghubungkan antarpusat permukiman yang berada di dalam kota.
-Jalan desa merupakan jalan umum yang menghubungkan kawasan dan/atau antar permukiman di dalam desa, serta jalan lingkungan.

3. Klasifikasi berdasarkan muatan sumbu
Klasifikasi ini untuk keperluan pengaturan penggunaan dan pemenuhan kebutuhan angkutan, jalan dibagi dalam beberapa kelas yang didasarkan pada kebutuhan transportasi, pemilihan moda secara tepat dengan mempertimbangkan keunggulan karakteristik masing-masing moda, perkembangan teknologi kendaraan bermotor, muatan sumbu terberat kendaraan bermotor serta konstruksi jalan. Pengelompokkan jalan menurut muatan sumbu yang disebut juga kelas jalan, terdiri dari:
- Jalan Kelas I, yaitu jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan lebih besar dari 10 ton, yang saat ini masih belum digunakan di Indonesia, namun sudah mulai dikembangkan diberbagai negara maju seperti di Prancis telah mencapai muatan sumbu terberat sebesar 13 ton
- Jalan Kelas II, yaitu jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 10 ton, jalan kelas ini merupakan jalan yang sesuai untuk angkutan peti kemas.
-Jalan Kelas III A, yaitu jalan arteri atau kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton.
-Jalan Kelas III B, yaitu jalan kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 12.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton
- Jalan Kelas III C, yaitu jalan lokal dan jalan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton. sumber

Demikian tadi klasifikasi jalan yang ada di Indonesia, moga bermanfaat minimal kita bisa tahu akan menuntut ke siapa bila melihat suatu jalan umum yang rusak hehehe. Semoga pemerintah bisa lebih "serius" memperbaiki kondisi jalan umum yang ada di seluruh Indonesia. Jangan hanya fokus pada jalan tol semata (di pulau jawa), tapi juga lebih perhatian pada "nasib" jalan di daerah. Semoga !.

Comments

  1. Sebentar, saya cek dulu kondisi jalan disekitar saya itu termasuk jalan kelas berapa ^_^

    ReplyDelete
  2. tambal sulam tambal sulam terus... aneh kalau jalan di tempat saya, sepertinya ga selesai-selesai proyeknya, jalan masih halus juga ditimpa aspal baru, aneh nih he he

    ReplyDelete
  3. begitulah keanehan yg terjadi wkwkwkw, katenye sih para kontraktor jalan pada males garap proyek sekarang soalna untungnya dikiiiit terus belon "dana" tuk menangi tender yg gak seimbang dgn keuntungan hehehe, sehingga byk dari para kontraktor beralih profesi jadi anggota DPR :)

    ReplyDelete
  4. belum lagi kaloa ngomong perilakaua amanausia daia jalan raya..tambah frustasi mas...

    jalan kalo ada pejabat, presiden aja bagusnya...

    ReplyDelete
  5. iye bener banget, kalau ada acara resmi (PON, Sea games) baru semua dibagusin hihihi

    ReplyDelete
  6. Ayo gabung di Indonesia TOP http://indonesia.gotop100.com

    ReplyDelete
  7. Whaa ternyata ada ilmu pembagian jalan yah.. ?
    ane malah baru tau .. xixixi...

    wah perlu banyak belajar neh...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts