Mereka bukan anak kecil (Bolosnya Anggota DPR)

Berita tentang minimnya frekuensi kehadiran anggota DPR pada sidang dewan menjadi sorotan publik lagi. Hal ini semakin memperburuk citra mereka. Undang-undang yang mengatur sudah ada namun seperti biasanya hanya menjadi sekedar "tulisan di buku undang-undang" hehe. Di dalam UU No 27/2009 menyebutkan "jika enam kali absen sanksinya adalah pemberhentian". Namun kenyataannya dari beberapa oknum anggota DPR yang lebih dari 6 kali tidak hadir tidak ada sama sekali sanksi pemecatan ?...So apa kata dunia hehehe.

Pada tayangan di sebuah stasiun televisi swasta kemarin, ada seorang anggota DPR yang menyalahkan "kapasitas ketuanya" sehingga menyebabkan minimnya ketidakhadiran anggota DPR dalam setiap sidang. Pernyataan itu mungkin ada benarnya namun "terlihat" malah mencari alasan agar tidak disalahkan :). Selain itu menanggapi "kasus ketidakhadiran" diatas ketua DPR mengusulkan penggunaan Finger print sebagai bukti kehadiran nyata karena sistem absen selama ini "seperti biasa" selalu penuh alias tanda tangan ada namun orangnya tidak ada :). Dan akan ada sanksi pemotongan gaji jika terbukti sering bolos.

Namun seperti biasa, usulan-usulan itu pasti akan diprotes oleh anggota DPR dengan berbagai alasan. Salah satunya sebagai berikut : "Kita ini sudah gede semua, jangan pakai pendekatan seperti anak kecil harus pakai kualitatif. Mereka ini orang kaya, pengusaha-pengusaha jadi tidak akan mempan" dan "Untuk apa hadir kalau tidak bicara apa-apa. Makanya kita bicara subtansi bukan prosedural,".... nah lhoo ???

So sebagai orang awam yang secara tidak langsung "berperan" sudah memilih model anggota DPR seperti itu mungkin jadi menyesal telah ikut pemilu hahahaha. Mestinya kalau memang para anggota dewan itu dah gede dan orang kaya seharusnya "mengerti" tentang suatu peraturan toh ??? ini sebaliknya malah seperti anak kecil hmmmm

Sebenarnya ada usulan menarik yang diungkapkan pada sebuah acara di salah satu Tv swasta tentang 'strategi' untuk meningkatkan kehadiran anggota DPR dalam tiap sidang, yaitu usulan untuk menerapkan "gaji harian" :). Menurutku ide ini pantas diterapkan dan aku yakin hasilnya akan lebih efektif dibandingkan pemotongan gaji dan sebagainya. Tapi yang pasti akan lebih banyak protes dan sejuta alasan dari para anggota DPR yang terhormat hehehe. So memang repot kalau mengajak atau membuat dan menerapkan peraturan pada orang-orang yang merasa pintar, berkuasa dan terhormat. Yah sudahlah kita ini cuma bisa berkomentar dan mendoakan agar Tuhan membukakan pintu hati para anggota DPR tersebut, agar mereka itu menyadari tugasnya sebagai "wakil rakyat" yang berfungsi sebagai penyampai aspirasi rakyat bukan sekedar ribut bahkan gentayangan gak jelas kemana-mana :).

Comments

  1. Lho.., kok bolos sih..? Harusnya kan mereka yg memberikan contoh kedisiplinan kepada rakyat yg telah memilih mereka ?

    ReplyDelete
  2. Kenapa ya mereka memilih bolos ? Apa ada kerjaan lain yg lebih penting ?
    (jadi inget dg anggota dewan yg tetap eksis di dunia keartisannya)

    ReplyDelete
  3. disetrap aja, suruh hormat di depan tiang bendera seharian penuh biar maLu.

    ReplyDelete
  4. saya nggak milih mereka. karena sudah tau kalo mereka akan begini. ampun pangeran!

    ReplyDelete
  5. met siang aja deh. bawain gelas kopi yg tadi..terus bawain rujak sepiring.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts