Korupsi, Kafir, Grasi dan Remisi

Koruptor adalah pelaku tindak korupsi. Ada banyak jenis korupsi di dunia ini, dari yang sekedar pungutan liar hingga yang bernilai miliaran. Korupsi juga tidak mengenal usia, pangkat dan jabatan. Selama ada kesempatan pasti semua bisa terjadi. Jenis koruptor juga ada banyak, ada koruptor kelas teri hingga kakap, namun yang pasti apapun jenisnya namanya tetap koruptor hehe.

Yang jelas, jadi koruptor di negeri tercinta ini sangat enak, gimana tidak enak, hukuman bagi koruptor di negeri ini tidak sebanding dengan efek yang disebabkan dari hasil korupsi yang dilakukan. Belum lagi jika mendapat Grasi sehingga ada remisi dan akhirnya bebas kembali. Memang kalau bicara soal keadilan tidak akan pernah selesai hingga akhir zaman, sehingga hukuman "penjara" bagi seorang koruptor di Indonesia menjadi bukan sesuatu yang menakutkan lagi, tapi mungkin bisa dianggap sebagai tempat "perenungan" atau cuti sementara dari pekerjaan hehehe.

Untuk itulah beberapa waktu yang lalu terbit sebuah buku yang berjudul "Koruptor itu Kafir" yang membahas berbagai kajian tentang nilai tercela dari tindak pidana korupsi. Ditegaskan disitu jika korupsi itu diharamkan karena banyak sekali efek buruk yang disebabkannya. Yang lebih keras lagi adalah penyematan "kafir" bagi koruptor (kafir "amali" atau kafir perbuatan) karena perbuatan korupsi secara prasikis merupakan kejahatan luar biasa yang mengesampingkan keyakinan kepada Allah SWT. sumber

Menurutku terlepas dari pro dan kontra penyematan kafir pada koruptor, apa yang disampaikan buku itu lebih keharapan pada pemerintah untuk lebih tegas terhadap koruptor. Agar orang jadi takut melakukan korupsi. Meskipun jaman sekarang sulit untuk menakut-nakuti orang hanya dengan "kata-kata dan sesuatu yang tertulis " :). Dan yang lebih parah korupsi sudah menyebar kemana-mana, sehingga bagaimana bisa tegas jika yang menghukum (menuduh) dan terhukum (tertuduh) sama-sama korupsi hehehe.

Jadi solusinya bagaimana ? Minimal manfaatkan bulan ramadhan ini semaksimal mungkin untuk "menahan diri" dari segala perbuatan dosa (baik kecil atau besar). Bulan suci ini adalah sebagai tempat pembelajaran, perenungan bagi kita, terutama bagi para koruptor yang mengaku muslim. Kapan lagi mau memanfaatkan kesempatan terbaik ini, karena kita tidak tahu apa tahun depan masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bisa menjalankan ramadhan lagi. Semoga bermanfaat :).

Comments

  1. met siang..bawain cake persahabatan berupa kue bolu, kue pukis dan kue lepet buat buka ntar sore.

    ReplyDelete
  2. wah...korupsi sangat ironis sekali dengan situasi negara kita yg penduduknya masih banyak yg miskin...
    salam kenal sob...
    izin tuker follownya ya...

    ReplyDelete
  3. seru tuh kayaknya bukunya, koruptor it kafir.
    Terus gimana hukumnya juga bagi pemerintah, yang memberikan kebebasan bagi para koruptor ?

    ReplyDelete
  4. keknya harus baca nih,,,^^...thnks sharingnya,, :)..salam kenal :)

    ReplyDelete
  5. @Sashi : hahaha yg jelas lebih parah dari itu dosanya

    ReplyDelete
  6. wah setuju neh Mas dengan simpulannya.. Salute..

    ReplyDelete
  7. Katanya Korupsi di sini udah membudaya, dan mungkin solusi tuk memberantasnya dengan merombak sistem budaya kita kali ya.. duh..

    ReplyDelete
  8. huh ni korupsi kalo nggak dibasmi tanpa ampun (baca grasi) mana bisa lenyap?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts