Namaku Cabet

Namaku Cabet, begitulah nama yang diberikan tuanku. Aku memang tak mengerti cinta, dan tak tahu kenapa ada cinta. Tapi aku adalah saksi bisu dari sebuah hubungan cinta yang berjalan cukup lama. Hampir 5 tahun aku menjadi saksi pahit manis hubungan mereka, dari awal mereka bertemu hingga akhirnya berpisah.

Aku ingat saat pertama tuanku bertemu dengan wanita itu. Warnaku masih hijau belum merah seperti sekarang. Tuanku datang ke rumahnya dengan membawa setangkai bunga melati, entah kenapa bukan mawar merah. Tapi kata tuanku, putihnya melati bermakna ketulusan hatinya untuk menjadi kekasih sang pujaan. Dan usaha tuanku tidak sia-sia, meski harus tiga kali mencoba akhirnya dia dapat menaklukkan hati sang wanita.

Sejak saat itu, aku selalu menemani mereka berdua. Tubuhku yang ringkih dan tak bertenaga, tidak menjadi penghalang keromantisan dan kemesraan mereka. Melaju pelan menyusuri jalan kota dengan membawa sepasang kekasih yang dipenuhi cinta, membuatku terasa seperti muda lagi :).

Banyak yang telah kulalui bersama mereka, hujan dan panas bukan halangan bagiku untuk selalu sedia. Dengan tenaga tuaku ini kuhabiskan waktu bertahun-tahun untuk menemani dan mengantarkan kemanapun mereka ingin pergi. Sungguh aku bangga telah menjadi bagian dari kisah hidup mereka.

Namun satu yang kusesali dan tak kumengerti, kenapa mereka harus berpisah ? Tak bisakah seperti aku yang selalu setia dan menerima apa adanya yang diberikan tuanku. Entahlah, mungkin karena aku hanya benda yang tak berjiwa hingga tak punya keinginan dan rasa. Tugasku hanya menjadi teman yang bisu dan tak harus berpikir seperti manusia.

Tapi andai aku bisa bicara, mungkin dulu aku bisa mengingatkan tuanku, yaitu tentang sikapnya yang terlalu egois. Itulah yang dulu selalu menjadi penyebab pertengkaran mereka. Dan aku melihat betapa kerasnya usaha wanita itu untuk mengerti dan menerima sikap tuanku. Sayangnya, tuanku tidak menyadarinya, Ia ingin orang lain mengerti tapi tidak berusaha mengerti orang lain.

Dan jika aku bisa bicara, mungkin mereka tidak akan berpisah. Tapi semua sudah terjadi dan tak mungkin diulangi. Sungguh aku merindukan masa itu, meski sudah beberapa wanita lain yang duduk di jokku ini, tapi kesannya tidak seperti yang dulu, aku tidak tahu kenapa…mungkin karena dia wanita terlama dan pertama yang merasakan hangatnya jokku…Ah aku tak tahu, tapi yang pasti tuanku masih menyimpan memori itu, hingga dia tak ingin menjualku dan membawaku serta ke kampung halamannya.

Yah aku memang bukan manusia, aku hanya sebuah sepeda motor tua buatan tahun 1976. Dan kini tugasku sudah selesai. Walau sekarang aku hanya menjadi penghuni garasi namun paling tidak keberadaanku pernah berarti. Setidaknya jasaku tidak dilupakan dan akan selalu menjadi kenangan bagi tuanku hingga akhir nanti.


#Tulisan ini mencoba berpartisipasi di Agustus di cerita Eka

Comments

  1. owh...cabet ini si motor klasik yah...
    wah...
    kira'in apa'an...

    ReplyDelete
  2. hahahaha,,,
    hidup Cabet....
    Pinjem dunx..
    :D

    ReplyDelete
  3. bersiap-siaplah cabet, kau akan dijual kiloan. hehehe

    ReplyDelete
  4. waduh, kayak apa tuh si cabet? kayak vespa ya

    ReplyDelete
  5. motornya gimana tuh mas ?
    *jadi mendadak inget yamaha 74 yg dijual abah euy*

    ReplyDelete
  6. @M.A Vip : wkwkwkw dah ada yg spesialisnya tuh
    @Fanny & warmor : itu loo Honda C70

    ReplyDelete
  7. wuiih,,,,ternyata motor yah,kirain bunga atau apaan,,hihihi,,,, keknya si cabet harus dilestarikan,,,, maju terus cabet,,,!! oh ya,,kalo tuannya egois lagi pura2 mogok aja bet,,hihihihi :)

    ReplyDelete
  8. gak adakah gambarnya mas?
    jadi penasaran dengan motor antik...

    ReplyDelete
  9. Wah.., ternyata si Cabet telah menjadi saksi bisu kisah asmara yang berakhir dengan perpisahan ya..? Rupanya, kisahnya begitu membekas ya..? ^_~

    ReplyDelete
  10. dia telah menghuni sebgian dari ingatan mu dan akn tetap disana

    ReplyDelete
  11. Tokoh utamanya unusual :)
    Thank u partisipasinya di ultah CE mas!
    saya catat untuk dinilai dewan juri yah mas..

    salam hangat,
    EKA

    ReplyDelete
  12. Biasanya Kalo Leo emang suka egois ya Cabet ya... hehehe

    ReplyDelete
  13. abet tau ngga siapa dia, Cabet Nyimpen Fotonya ngga', Cabet tau alasannya, kasih tau tuanmu ya Cabet, jangan Egois, karena Orang lain juga ingin di mengerti, kasih tau juga kepada Tuanmu, ada yang lebih baik jika ia telah tiada.

    aku jadi tau, kenapa tuanmu sangat menyayangimu, karena "engkau yang menjadi sakni bisu" akan terus ada dalam garasi rumah itu, menemaninya mengenang cinta yang membuatnya tak pernah lupa ;)).

    cabet kapan kapan aku boleh ya duduk di jokmu :P

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts