Rumah Aspirasi atau Blog Aspirasi

Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar wacana mendirikan "rumah aspirasi", yang digulirkan Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Pius Lustrilanang. Ia mengusulkan setiap anggota DPR kebagian jatah Rp200 juta per tahun untuk mewujudkan wacana tersebut. Anggaran sebesar itu dialokasikan untuk menyewa kantor atau "rumah aspirasi" di daerah pemilihan masing-masing anggota dewan, gaji staf, dan biaya operasional selama setahun. Rumah aspirasi tersebut berfungsi untuk mempermudah proses penyaluran aspirasi dari rakyat kepada wakilnya di DPR.

Wacana rumah aspirasi tersebut menimbulkan pro dan kontra dari berbagai kalangan, terutama menyangkut biaya yang diajukan. Dari segi ide, wacana tersebut memang bagus dan bermanfaat. Namun permasalahannya apakah tidak ada "sarana" lain yang lebih praktis, efektif, efisien dan "murah" ???.

Ada beberapa usulan yang menurutku cukup efektif yaitu penggunaan SMS, email, atau jejaring sosial yang notabene biayanya lebih muuuraaah. Atau kalau perlu buat Blog saja peranggota DPR sebagai sarana penyalur aspirasi, cukup gaji satu orang sebagai admin Blognya hehehe. Kenapa tidak memanfaatkan itu saja? buat apa duit 200 juta pertahun/anggota DPR dihabiskan untuk hal yang jelas buang waktu dan biaya ?? Entahlah mungkin pola pikir "orang pintar" memang susah dipahami orang awam :).

Karena ini bulan puasa hehe, kita harus tetap menghargai pendapat orang lain, so semoga wacana tersebut dapat ditelaah lebih jauh lagi agar tidak semakin "menambah nilai minus image anggota dewan yang terhormat" :). Dan semoga usulan buat Blog khusus penyalur aspirasi/anggota DPR bisa dipertimbangkan hehehe.

Comments

  1. aah... itu mungkin cari-cari duit aja. Buktinya kalo kerja nggak beres, mangkir rapat mulu...

    salam kenal

    ReplyDelete
  2. setiap anggota DPR kebagian jatah Rp200 juta per tahun...? gak kurang tuh..?! hahaha

    ReplyDelete
  3. Iya ya.., kenapa gak bikin blog aspirasi saja..?
    Tapi aku tahu alasannya... krn banyak rakyat yg masih dianggap gagap teknologi, shg mereka banyak yg belum bisa memanfaatkan teknologi internet, belum kenal blog. Jadi mereka ga akan bisa menyampaikan aspirasi via blog... Mungkin itu asalan mereka.. :p

    ReplyDelete
  4. bisa2 mereka ngeblog aja tuh. gak kerja2 hehe

    ReplyDelete
  5. takutnya bukannya pada ngeblog, malah pada protes sama pak tifatul agar kran nya di buka lagi nanti,, hi hi

    ReplyDelete
  6. @Fanny : lah kamu yg sibuk kerjakan masih bisa ngeblog hehehe

    ReplyDelete
  7. Terus kalo mau bikin rumah aspirasi atau blog aspirasi, gedung DPR yang segede itu buat apa ?
    Buat tempat tidur, atau buat nidurin aspirasi rakyat, yang harusnya dibangun di Gedung DPR itu. Aneh!!!!

    ReplyDelete
  8. wah aneh aneh saja tuh orang cari duit. masalah yang ada saja ga beres beres, kenapa mau cari tambahan masalah dengan alasan menampung aspirasi..?

    salam kenal ya...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts