Sep 14, 2010

Melestarikan dan menjaga Hutan bakau (Mangrove)

Pelestarian alam merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan bumi ini dari perubahan iklim yang semakin ekstrim akhir-akhir ini. Mumpung belum terlambat, ada banyak yang masih bisa (sempat) kita lakukan untuk melestarikan alam sekitar kita.

Salah satu pelestarian alam yang lagi di giatkan saat ini adalah pengembangbiakan hutan bakau (mangrove) di daerah pesisir. Apakah hutan bakau itu ? Hutan Bakau (mangrove) merupakan komunitas vegetasi pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur.


Apakah fungsi dan peranan hutan bakau ? Hutan bakau atau mangrove memfunyai fungsi sebagai berikut : sumber
  1. Habitat satwa langka. Hutan bakau sering menjadi habitat jenis-jenis satwa. Lebih dari 100 jenis burung hidup disini, dan daratan lumpur yang luas berbatasan dengan hutan bakau merupakan tempat mendaratnya ribuan burug pantai ringan migran, termasuk jenis burung langka Blekok Asia (Limnodrumus semipalmatus).
  2. Pelindung terhadap bencana alam. Vegetasi hutan bakau dapat melindungi bangunan, tanaman pertanian atau vegetasi alami dari kerusakan akibat badai atau angin yang bermuatan garam melalui proses filtrasi.
  3. Pengendapan lumpur. Sifat fisik tanaman pada hutan bakau membantu proses pengendapan lumpur. Pengendapan lumpur berhubungan erat dengan penghilangan racun dan unsur hara air, karena bahan-bahan tersebut seringkali terikat pada partikel lumpur. Dengan hutan bakau, kualitas air laut terjaga dari endapan lumpur erosi.
  4. Penambah unsur hara. Sifat fisik hutan bakau cenderung memperlambat aliran air dan terjadi pengendapan. Seiring dengan proses pengendapan ini terjadi unsur hara yang berasal dari berbagai sumber, termasuk pencucian dari areal pertanian.
  5. Penambat racun. Banyak racun yang memasuki ekosistem perairan dalam keadaan terikat pada permukaan lumpur atau terdapat di antara kisi-kisi molekul partikel tanah air. Beberapa spesies tertentu dalam hutan bakau bahkan membantu proses penambatan racun secara aktif
  6. Sumber alam dalam kawasan (In-Situ) dan luar Kawasan (Ex-Situ). Hasil alam in-situ mencakup semua fauna dan hasil pertambangan atau mineral yang dapat dimanfaatkan secara langsung di dalam kawasan. Sedangkan sumber alam ex-situ meliputi produk-produk alamiah di hutan mangrove dan terangkut/berpindah ke tempat lain yang kemudian digunakan oleh masyarakat di daerah tersebut, menjadi sumber makanan bagi organisme lain atau menyediakan fungsi lain seperti menambah luas pantai karena pemindahan pasir dan lumpur.
  7. Transportasi. Pada beberapa hutan mangrove, transportasi melalui air merupakan cara yang paling efisien dan paling sesuai dengan lingkungan.
  8. Sumber plasma nutfah. Plasma nutfah dari kehidupan liar sangat besar manfaatnya baik bagi perbaikan jenis-jenis satwa komersial maupun untukmemelihara populasi kehidupan liar itu sendiri.
  9. Rekreasi dan pariwisata. Hutan bakau memiliki nilai estetika, baik dari faktor alamnya maupun dari kehidupan yang ada di dalamnya. Hutan mangrove memberikan obyek wisata yang berbeda dengan obyek wisata alam lainnya. Karakteristik hutannya yang berada di peralihan antara darat dan laut memiliki keunikan dalam beberapa hal. Para wisatawan juga memperoleh pelajaran tentang lingkungan langsung dari alam.
  10. Sarana pendidikan dan penelitian. Upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan laboratorium lapang yang baik untuk kegiatan penelitian dan pendidikan.
  11. Memelihara proses-proses dan sistem alami. Hutan bakau sangat tinggi peranannya dalam mendukung berlangsungnya proses-proses ekologi, geomorfologi, atau geologi di dalamnya.
  12. Penyerapan karbon. Proses fotosentesis mengubah karbon anorganik (C02) menjadi karbon organik dalam bentuk bahan vegetasi. Pada sebagian besar ekosistem, bahan ini membusuk dan melepaskan karbon kembali ke atmosfer sebagai (C02). Akan tetapi hutan bakau justru mengandung sejumlah besar bahan organik yang tidak membusuk. Karena itu, hutan bakau lebih berfungsi sebagai penyerap karbon dibandingkan dengan sumber karbon.
  13. Memelihara iklim mikro. Evapotranspirasi hutan bakau mampu menjaga ketembaban dan curah hujan kawasan tersebut, sehingga keseimbangan iklim mikro terjaga.
  14. Mencegah berkembangnya tanah sulfat masam. Keberadaan hutan bakau dapat mencegah teroksidasinya lapisan pirit dan menghalangi berkembangnya kondisi alam.

Melihat dari besarnya fungsi dari hutan mangrove diatas, sangat penting kiranya bagi pemerintah pada khususnya untuk lebih menjaga dan melestarikan hutan-hutan bakau yang ada di daerah pesisir nusantara ini. Memang memperbaiki alam yang sudah terlanjur rusak tidak mudah dan butuh biaya yang cukup tinggi, namun apalah arti dana yang dikeluarkan jika dibandingkan dengan manfaat yang akan kita rasakan, terutama untuk generasi penerus kita nanti. "Tentu lebih baik menghabiskan uang rakyat untuk kebaikan umat manusia daripada habis untuk dikorupsi dan membangun gedung serta fasilitas mewah untuk anggota DPR atau pejabat tinggi" :).

5 comments:

  1. oot : tanahnya mau dibeli? kalo mau dibeli bisa aja dibeli dulu dan pakai akta notaris. setelah itu dibuat sertifikatnya di kantor BPN setempat. Kamu tanyakan dulu ke notarisnya, kira2 dg surat tanah spt itu bisa gak dibuat sertifikatnya? biasanya notaris akan ngecek ke BPN.

    ReplyDelete
  2. ikutin mbak sang cerpenis bercerita
    heheh

    OOT

    ah, aku mau beli tanah, tapi tanahnya yang makin lama makin mahal gak makin turun kayak di sidoarjo
    harga tanah kq makin turun
    tanahnya juga makin turun
    hehhehe

    ReplyDelete
  3. sedih loh pantai2 kita sekarang semakin tergerus karena ga da tanaman bakau nya atau karena abrasi parah :(

    ReplyDelete
  4. @Fanny :tanahnya sudah dibeli, n cuma pake ttd camat doang :)

    ReplyDelete
  5. Pelihara dan Selamatkan Hutan Mangrove

    ReplyDelete