Masa depan Liverpool vs Klub Indonesia

Liverpool sungguh malang nasibmu, walaupun aku bukan penggemarmu tapi ikut prihatin dengan apa yang terjadi. Memang kondisi Liverpool saat ini bagai diujung tanduk, pemilik Liverpool asal Amerika Serikat, George Gillet dan Tom Hicks, terlilit utang sekitar 200 juta Poundsterling. Selain itu kisruh internal terkait penjualan saham mayoritas Liverpool sudah memasuki ranah hukum. Pengadilan Tinggi London menyiapkan persidangan terhadap tuntutan dua pemilik Liverpool yang menolak penjualan saham mayoritas klub. Kisruh di dewan direksi ini berbarengan dengan start terburuk Liverpool dalam kurun waktu hampir 50 tahun. The Reds terdampar di zona degradasi, dengan hanya mengumpulkan enam poin dari tujuh pertandingan. (Sumber : yahoo.com)



Apa yang terjadi dengan klub Liverpool bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk klub-klub sepakbola di Indonesia :). Terutama dalam soal "Kepemilikan" dan "Kualitas Pemilik". Permasalahan yang terjadi di Liverpool jelas karena kualitas pemilik klub yang tidak bagus , sehingga mengakibatkan hutang yang besar dan sekaligus berpengaruh terhadap manajemen secara keseluruhan. Selain itu ketidakpedulian pemilik dengan keinginan atau aspirasi para fans setia membuat kondisi semakin tidak kondusif.



Bagaimana dengan klub di Indonesia ? Klub-klub di Indonesia rata-rata dimiliki oleh pemerintah daerah yang bersangkutan, sehingga sumber pemasukan masih disuplai dari uang APBD. So artinya "masih" aman dari kebangkrutan kecuali daerah tersebut sudah tidak punya dana APBD lagi atau punya "kebijakan khusus" untuk tidak mensubsidi uang APBD untuk klub daerah :). Yah mungkin status "sumber pemasukan" klub di Indonesia ini bisa menjadi nilai lebih dibanding klub-klub di luar negeri hahaha.



Tapi pelajaran soal "kualitas pemilik" itu sangat penting, artinya sekuat-kuatnya dana APBD jika pemilik/pengelola klub tidak becus maka "masa depan" klub pun tidak bisa terjamin kelanggengannya. Belum lagi jika daerah tersebut berganti pemimpin daerahnya, sehingga otomatis akan ada perubahan pada manajemen klub sekaligus akan ada perubahan pada kebijakan klub. Memang secara struktural klub tidak akan bangkrut tapi akan jadi sulit "maju dan berkembang" karena perubahan itu rutin setiap lima tahun sekali :).



Intinya semua kembali pada ketulusan dalam membangun klub sepakbola yang pernah saya tulis sebelumnya :). Semoga dari kasus Liverpool di atas, dapat betul-betul diambil pelajarannya oleh klub di negeri kita ini agar "nantinya" jika sudah besar dan maju tidak mengalami hal seperti itu..amin :).

Comments

  1. Moga klub sepak bola indonesia tdk akan pernah bangkrut

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts