Mie, gula merah, permen (Terus apalagi ?)

Kasus Indomie di Taiwan kemarin memang buat kita berpikir 1000 kali (lebay.co.id) untuk mengkonsumsi mie instant lagi. Karena dua zat pengawet yang terdapat di kecap manis dan bumbu dari mie tersebut mempunyai pengaruh negatif terhadap pencernaan, hati dan ginjal. Namun perlu kita ketahui bahwa standar batas penggunaan methyl p-hydroxybenzoate dan benzoic acid di Taiwan memang berbeda dengan di Indonesia. . Dan produk yang kemarin ditarik kemungkinan besar adalah produk untuk negara lain alias "tertukar" atau sengaja "ditukar" :).

So artinya Indomie khusus Indonesia dijamin tetap aman dikonsumsi, apalagi jika kecap manis dan bumbunya tidak dipakai hehehe. Dan menurut standar dari WHO Internasional Program on Chemical Safety (IPCS), untuk manusia batas toleransi asupan benzoid acid maksimal perhari adalah sebesar 5 Mg/kg. Sedangkan methyl p-hydroxybenzoate menurut BPOM, ambang batas aman maksimum untuk kecap adalah 250 mg/kg dan dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan unggas, batas maksimum penggunaan adalah 1000 mg/kg. (Sumber : wikipedia, koran solo pos)

Namun pemerintah Taiwan ternyata tak hanya menarik Indomie, mereka juga menolak perdagangan gula merah dan permen yang berasal dari Indonesia. Alasannya, gula dan permen tersebut mengandung pemutih berbahaya. (Sumber : yahoo)

Bagaimana penjelasan dari BPOM ? Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan semua merek makanan dari Indonesia aman untuk dikonsumsi. (Sumber: yahoo) Pertanyaannya, apakah yang sebenarnya terjadi? Kenapa baru sekarang ada penarikan dan penolakan tersebut? apakah ada persaingan "terselubung" dibalik itu semua ? dan apakah Indonesia bisa seberani Taiwan untuk menolak atau menarik produk Taiwan yang tidak sesuai standar kita?Entahlah hehe.

Yang jelas semua pasti ada hikmahnya, terutama sebagai konsumen. Seperti kita ketahui perlindungan terhadap hak konsumen di negeri kita ini masih lemah, sehingga dari peristiwa ini memberi "peringatan" sekaligus "pelajaran" bagi kita untuk lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi produk-produk yang menggunakan bahan pengawet. Intinya jangan sampai berlebihan, semoga bermanfaat :).

Comments

  1. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.TahitianNoniAsia.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

    ReplyDelete
  2. Konsumen di Indonesia ibarat bayi yang ketika menangis cukup dijejali puting susu dan diam.

    ReplyDelete
  3. kan sekarang kita masuk era pasar bebas! makanya persaingan makin ketat! ibarat parpol, saling sikut saling injak biasa! Tapi emang harusnya jangan kebanyakan makan mie deh!! kan ada lilinnya katanya?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts