Penerapan Sistem Inovasi Daerah (SIDA)

Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata hari ini meluncurkan Sistem Inovasi Daerah (SIDA) Sumatera Selatan di Palembang yang akan menginisiasi SIDA lainnya di provinsi-provinsi Indonesia. Hebatnya Sumsel adalah yang pertama `launching` sistem ini. Balitbangda Sumsel akan mengembangkan sistem inovasi daerah dengan fokus teknologi karet yang merupakan salah satu hasil alam di Sumsel di mana menurut data luas arealnya 1,08 juta hektare dengan produksi 861.333 ton.(sumber : yahoo.com)



Demikian tadi berita tentang peluncuran program SIDA di provinsi sumatera selatan. Sebelumnya mungkin sebagian dari kita belum paham tentang SIDA itu sendiri :). Bagaimana awal mula penerapan Sistem Inovasi Daerah (SIDA) ? (sumber) Ketika kewenangan pemerintahan pusat semakin banyak diberikan kepada daerah, maka pendekatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi selain harus memiliki sistem inovasi nasional yang kokoh perlu juga ditopang oleh Sistem Inovasi Daerah (SIDA). Dari hasil studi Istecs, SIDA harus terdiri dari sistem iptek daerah (SIPTEKDA) dan sistem industri dan perdagangan daerah (SIPD). Dan untuk mewujudkan SIPTEKDA dan SIPD dengan baik hanya mungkin jika ada kerjasama yang harmonis antara pusat dan daerah.



Bagaimana penerapan SIDA yang baik ? Untuk mendukung berjalannya SIDA dengan baik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah pusat :

  • Mendukung pengembangan SDM daerah dengan memberikan pelatihan, dan pendidikan, dan sebagainya.
  • Mendukung kerjasama tripartite (industri, lembaga riset pemerintah, universitas) tingkat daerah, antar daerah, dan dalam skala nasional. Menguatkan aktivitas dan fungsi institusi riset daerah untuk menjadi pendorong industri daerah dengan mempermudah pertukaran SDM antar daerah.
  • Memindahkan sebagian dari fungsi riset Pemerintah Pusat ke daerah dalam Balai Besar Industri (BBI) atau membentuk beberapa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Daerah (BPPTD) dalam beberapa kawasan tertentu.

Apa yang harus disiapkan oleh Pemda untuk mendukung terlaksananya SIDA ? ada beberapa hal yang harus disiapkan sebagai berikut :

  • Menentukan produk unggulan untuk tingkat DATI I yang merupakan kumpulan dari unggulan produk dari DATI II.
  • Mendukung pembangunan sekolah-sekolah professional kejuruan yang mengarah kepada bidang teknologi (untuk DATI II), sedang untuk DATI I adalah pembangunan sekolah tinggi yang mengarah kepada penelitian yang berhubungan dengan kompetensi inti DATI I tersebut.

Intinya pusat inovasi di daerah ini merupakan bentuk dari hasil kerja sama yang kuat antara unsur lembaga Litbang, akademisi, dunia usaha dan masyarakat di daerah di mana peran pemerintah daerah menjadi bagian terpenting dalam pengembangannya. Dengan munculnya produk-produk unggulan daerah yang dikemas dengan teknologi yang diproduksi para pelaku usaha di daerah, maka akan semakin meningkatkan pendapatan daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap pusat. Semoga bermanfaat :).

Comments

Popular Posts