Sulap Bukan Sihir (SBS)

Tadi habis baca berita tentang om Deddy Corbuzier yang berhasil meraih award internasional yaitu Merlin Awards. Penghargaan ini diberikan kepada magician yang memiliki kelebihan berbeda dari kebanyakan. Hebatnya pesulap sekelas David Copperfield pernah mendapat award serupa. So jadi prestasi ini cukup membanggakan kita karena beliau orang Indonesia pertama yang mendapatkannya :).

Berkaitan dengan berita diatas, aku ingin sedikit membahas tentang sulap itu sendiri. Sulap memang menarik untuk ditonton karena "kemisteriusan" dan "kehebatan" seorang pesulap dalam memadukan unsur hiburan dan trik :). Bagi kita yang menonton sulap lewat televisi atau live tentu akan melihat adegan-adegan sulap yang luar biasa seperti bisa menebak tulisan yang dipilih orang lain hanya dengan mengambil sobekan-sobekan kertas koran, menembus kaca, menebak skor,etc. Sehingga mungkin sebagian dari kita menganggap mereka dibantu oleh Jin atau punya ilmu kebatinan hehehe.

Sulap memang murni untuk hiburan. Namun yang aku sayangkan disini adalah "prilaku" pesulap yang terkesan seperti "benar-benar" hebat/sakti. Memang ini tak lepas dari strategi pemasaran tapi kesan itulah yang membuat aku pribadi kurang suka dengan aksi kebanyakan pesulap saat ini. Seharusnya pesulap yang sejati tidak akan membiarkan orang lain berpikir terlalu jauh bahwa pesulap tersebut benar-benar sakti atau mempunyai kekuatan sihir.

Walaupun "kesan" seperti itu tak bisa disalahkan juga karena tingginya tingkat persaingan antar pesulap itu sendiri. Tapi ada satu pesulap yang cukup menarik perhatiaanku yaitu Mister Tarno yang trend dengan ungkapan "tolong dibantu yaa" dan logat khas tegalnya. Aku suka dengan cara sulap yang ditampilkannya, tidak mengajari dan juga ada tidak berkesan "hebat" atau merasa hebat. Malah jadi membuat sulap kembali seperti aslinya dimana sulap sebenarnya adalah permainan “kelihaian” tangan, manipulasi, hasil kerja dari suatu perlengkapan/ peralatan ataupun efek yang timbul dari suatu reaksi kimia yang kemudian semua itu dipadukan dengan seni hiburan.

Nah meskipun Mister Tarno 'bergaya" seperti itu juga karena tuntutan persaingan, tapi paling tidak masih ada pesulap "natural" :). Natural dalam arti apa adanya dalam menampilkan sulap. Tidak berkesan "terlalu sakti" dan "luar biasa ajaib" . Jujur saja, saat melihat pesulap yang "terlihat sakti" ingin rasanya menyuruh mereka memanfaatkan "kesaktian" mereka itu untuk menghentikan aliran lumpur lapindo, atau minimal mengembalikan jalan yang ambrol di jakarta kembali seperti semula hehehe. Jadi tidak hanya bersulap untuk kepentingan pribadinya saja (kalau memang benar-benar sakti).

Yah tulisan ini hanya uneg-uneg pribadi saja, bukan maksud untuk menyinggung orang tertentu :). Intinya aku memang kurang suka dengan "kesan sok hebat/sakti" seperti itu tapi aku tetap mengagumi kemampuan para pesulap tersebut, karena butuh kecerdasan dan "bakat" tersendiri untuk bisa jadi pesulap yang ahli dibidangnya. Selain itu butuh modal yang tidak sedikit untuk menjadi pesulap. So aku tetap menghargai mereka namun "menyayangkan" adanya kesan-kesan seperti itu tadi :). Semoga bermanfaat.

Comments

Popular Posts