Oct 4, 2010

Tes Keperawanan untuk masuk sekolah (Haruskah ?)

Ada wacana lagi baru-baru ini yaitu tentang tes keperawanan terhadap pelajar perempuan yang hendak melanjutkan studi dari SMP ke SMU atau SMK dan seterusnya. Wacana ini dicetuskan oleh anggota DPRD Provinsi Jambi. sumber Dan seperti biasa, setiap wacana pasti mengundang pro dan kontra dari berbagai kalangan, di daerah maupun pusat.



Ada beberapa pendapat yang menganggap hal ini adalah inkonstitusional atau tidak sesuai dengan konteks yang telah berlaku selama ini. Sebelumnya kenapa wacana ini sampai dicetuskan ? Wacana ini muncul antara lain karena ada hasil penelitian menunjukkan angka tinggi jumlah pelajar perempuan SMP telah berhubungan seks pra-nikah alias tidak perawan.



Pertanyaannya, apa hubungan keperawanan dengan kelayakan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ? nah inilah yang menjadi masalah. Kasihan sekali siswi yang tidak bisa diterima di sekolah yang dia inginkan gara-gara terbukti tidak perawan walaupun nilainya memenuhi syarat, bila wacana ini jadi ditetapkan :).



Yah memang ini baru wacana alias usulan, tapi sangat disayangkan jika suatu ide atau usulan yang diungkapkan oleh "orang pintar" ternyata tidak tepat sasaran. Apa tidak ada ide lain yang lebih baik ? atau kenapa tidak sekalian diadakan tes "keperjakaan" bagi siswa hehehe.



Sebenarnya kalau mau bicara soal pembentukan moral, yang perlu dan harus dilakukan adalah "tes kejujuran" bagi para calon pejabat dan calon anggota DPR pusat ataupun daerah. Mungkin inilah yang harus diprioritaskan, lihat saja berbagai cara dilakukan orang untuk mendapatkan jabatan yang dipilihnya, contohnya ritual sumpah pocong yang dilakukan oleh beberapa kepala desa di jawa timur hanya untuk menunjukkan sumpah setianya pada calon pemimpin yang dipilihnya...ruarrr biasa :).



Kembali ke topik semula, bagaimanapun setiap ide atau wacana tetap harus dihargai. oleh siapapun yang mencetuskannya :). So diambil hikmahnya dan semoga kedepannya "ide-ide" atau wacana yang dicetuskan orang-orang pintar bisa lebih tepat dan bijaksana lagi hingga bisa diterima dan bermanfaat bagi masyarakat banyak..amin.

5 comments:

  1. yahh...
    itu kan opini pejabat biar diliput media :D

    ReplyDelete
  2. ini otak ngeres saja, yang seneng yang tukang nge-tes

    ReplyDelete
  3. @M .Aviv : wkwkwk iya kau juga mau jadi bagian ngetes

    ReplyDelete
  4. Kang, saya sih yakin semua bermaksud baik... cuma mugkin caranya yang "disputing"...

    yang penting apresiatif

    ReplyDelete