TKI vs TKA

Selain penyedia TKI, negeri kita ini ternyata menjadi "surganya" para TKA alias ekspatriat. Hingga akhir tahun lalu jumlah mereka sudah mencapai 45.384 orang. Tingginya pekerja asing profesional di Indonesia mulai terjadi sejak awal tahun 2007. Sejalan dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi, kebutuhan terhadap bidang yang selama ini ditangani oleh konsultan ternyata juga terus berkembang dan membutuhkan kehadiran seorang yang ahli di bidangnya secara lebih permanen.

Tingginya pekerja asing disamping didorong oleh banyaknya investasi ke Indonesia, juga karena relatif tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi tersebut termasuk di sektor keuangan/pasar modal yang membutuhkan tenaga-tenaga kerja berkelas internasional.(sumber vivanews.com).

Apa saja alasan mereka hingga bekerja di Indonesia ? Dari hasil survei TKA 2009 Bank Indonesia (sumber vivanews.com) menyebutkan bahwa sebagian besar pekerja asing bekerja di Indonesia atas penugasan perusahaan sebesar 55,9% yang terdiri dari penugasan tanpa alasan khusus 38,7%, penugasan karena ekspansi bisnis 13,6% dan relokasi bisnis 3,5%. Sedangkan yang bekerja atas keinginan sendiri sebesar 43,9%. Kesimpulan hasil survey tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sudah menjadi salah satu pilihan untuk bekerja bagi pasar tenaga kerja internasional.


Apa saja latar belakang pendidikan para TKA di Indonesia ? (sumber vivanews.com) Mayoritas pekerja asing yang mencari uang di Indonesia ini memiliki latar belakang pendidikan setara Sarjana/S1 (62,4%) dan Master/S2 (25,8%). Hal ini sejalan dengan data yang menunjukkan sebagian besar TKA di Indonesia menduduki jabatan sebagai profesional dan teknisi. Berdasarkan sektor ekonomi, mayoritas responden bekerja di sektor Industri pengolahan (35,4%), diikuti sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa (13%), dan sektor Transportasi dan Komunikasi (12%).


Berapa gaji rata-rata para TKA di Indonesia ? Berdasarkan hasil survey Bank Indonesia Tahun 2009 :
  • Mayoritas tenaga kerja asing memiliki rata-rata gaji (regular) di kisaran Rp25 juta –Rp50 juta/bulan (38%). Di samping gaji regular, sebagian responden (16%) menyatakan memperoleh tunjangan jabatan (compensation salary) yang berkisar antara Rp10 juta – Rp25 juta/bulan (27%).
  • Sebagian besar tenaga kerja asing yang menduduki jabatan sebagai direktur menerima gaji antara Rp50 juta – Rp75 juta/bulan (35%) dan antara Rp75 juta – Rp100 juta/bulan (25%). Pada level jabatan direktur itu tunjangan di luar jabatan ada yang di atas Rp 50 juta.

Memang ukuran gaji itu untuk standar direktur atau manager PMA bukan termasuk tinggi, tapi yang jadi masalah disini adalah "kemana?" para tenaga ahli dari negeri kita sendiri...disaat pengangguran masih menjadi momok yang menakutkan, negeri kita malah menjadikan para pengangguran dari luar negeri untuk bekerja di Indonesia hehe. Walaupun semua itu terjadi karena para TKA itu merupakan bagian persyaratan para investor yang ber investasi di Indonesia tapi seharusnya ini menjadi perhatian khusus dari pemerintah. Semoga bermanfaat :).

Comments

  1. benar sekali...

    sebenarnya kualitas SDM lokal kita sendiri cukup baik n bisa bersaing dengan para TKA. namun mungkin persepi yang telah terbentu selama ini , bahwasanya produk luar akan lebih bagus kualitasnya dari produk lokal uda terpatri n sulit dihapus.. semoga ada pembahrauan dech..

    ReplyDelete
  2. itulah..kadang2 kita malah lebih menghargai para TKA.

    ReplyDelete
  3. TKA emank gajinya lebih besar...
    heran...
    pegawai lokal malah gajinya kecil

    ReplyDelete
  4. ada juga TKU, tau artinya Tenaga Kerja Upahan. Banyak orang-orang di dalam negri kerja dengan bayaran layaknya orang tua ngasih anaknya upah setelah disuruh beli rokok di warung. cukup buat beli permen doang.

    ReplyDelete
  5. @M. Aviv : sama dengan TKS ya, tenaga kerja sukarela yg digaji berdasarkan belas kasihan pegawai negeri :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts