Penerimaan CPNS 2010 (Calo vs Korban)

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN dan RB) E.E. Mangindaan menyatakan bahwa pemerintah akan lebih memperketat proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2010. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya meminimalkan praktik percaloan yang kerap terjadi dalam proses penerimaan CPNS. (sumber yahoo!news).



Berita diatas terkait dengan seleksi penerimaan CPNS (Pemda) yang akan dimulai pertengahan November ini. Memang masalah percaloan di penerimaan CPNS ini sudah menjadi berita "basi" karena setiap tahun pasti pemerintah berjanji untuk memberantas percaloan ini tapi kenyataannya masih selalu ada. Semua itu didukung juga selalu adanya orang-orang yang "butuh" hingga rela membayar ratusan juta hehe. Yah memang semua ini bukan rahasia umum lagi.



CPNS memang tetap menjadi favorit setiap orang, sehingga segala cara dilakukan agar dapat diterima menjadi PNS. Menggunakan jasa calo itu hanya salah satu "cara" orang agar dapat diterima, ada banyak jalan "halus" lain yang digunakan, antara lain sistem "lintas jalur". Sistem ini seperti barter, contoh anak pegawai PNS daerah X di terima di daerah Y, begitu juga sebaliknya anak pegawai PNS daerah Y diterima di daerah X. Cara ini kuketahui dari seorang temanku yang diterima menjadi PNS dengan menggunakan sistem "lintas jalur" tersebut :).



Kembali ke percaloan, di Jawa Timur beberapa waktu lalu telah terbongkar sindikat calo khusus penerimaan CPNS oleh petugas gabungan Polsek Wonocolo, Polrestabes Surabaya, Polres jajaran dan Polda Jatim. Polisi berhasil menangkap 15 tersangka dari 17 tersangka dimana disinyalir otak dari sindikat tersebut adalah oknum pensiunan Dinas Sosial, korbannya sendiri mencapai 1100 orang. (sumber: beritajatim.com). Terungkapnya kasus tersebut tak lepas dari laporan para korbannya. Mungkin kalau korban-korban lain "tidak malu" bercerita pasti akan lebih banyak lagi terungkap sindikat percaloan sejenis :).



Di daerahku sendiri sudah banyak korban dari percaloan CPNS, ada beberapa teman adik yang sudah membayar hingga 100-300 juta ke para calo tersebut tapi tetap tidak diterima hehe, tapi karena mereka (mungkin) malu akhirnya sampai sekarang belum pernah terungkap siapa para calo tersebut. Dari situ dapat kita tarik kesimpulan bahwa "pemusnahan" praktek percaloan ini tidak hanya tergantung pada kinerja pemerintah dan kepolisian saja, tetapi hendaknya kita yang tahu atau pernah menjadi korban untuk bisa membantu minimal memberikan informasi siapa saja oknum-oknum pelaku percaloan tersebut. Dengan begitu pasti semua itu dapat segera diberantas :).



Terlepas dari sisi negatif penerimaan CPNS, banyak juga hal-hal positif (jujur) dalam penerimaannya. Contoh penerimaan CPNS 2009 provinsi Babel yang ku ikuti kemarin, dimana hasil nilai ujian kita dicantumkan satu persatu sehingga kita bisa tahu berapa beda nilai kita dengan orang yang diterima. Artinya penerimaan benar-benar berdasarkan hasil murni nilai ujian kita :). Memang kita tidak tahu apakah hasil penilaian itu "tidak ada campur tangan" pihak-pihak terkait tapi paling tidak kita "puas" dan tahu "kemampuan" kita dibanding orang lain :).



Intinya dari pengalaman orang-orang yang keterima secara "jujur", untuk bisa diterima atau berhasil meraih nilai bagus dalam tes CPNS tak bisa lepas dari "kemampuan" yang kita miliki, dalam hal ini kemampuan dasar (matematika, pengetahuan umum, dan psikotest). Ini penting sekali karena rata-rata soal ujian CPNS menuntut kita untuk memahami hal-hal dasar tersebut. So bagi kita yang benar-benar ingin menjadi PNS, mulai sekarang giatlah belajar. Gak usah dipikirkan soal percaloan fokus saja pada kemampuan diri :).



Namun diluar itu faktor "nasib" juga berperan. Karena banyak juga orang-orang yang pas-pasan "kemampuannya" bisa diterima dengan "jujur". Tapi hal itu sudah diluar jangkauan kita sebagai manusia toh, kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin, karena hasilnya hanya Tuhan yang tahu. Semoga bermanfaat :).

Comments

  1. Membaca kata "Basi" terasa miris sekali ya pak negeri ini.
    saya jadi ingat, cerita seorang kawan. Dia bertemu dengan seorang peserta tes CPNS Depkumham.
    Si peserta yg hari itu kebetulan baru aja melewati ujian tes di jakrta cerita, ditawarilah dia sama orang dalam. Iming-iming lolos, tapi harus bayar uang sebesar 50 juta.
    Haduh...mau jadi apa dunia ini.

    Saya seringkali mikir, apakah di kepala mereka hanya berisi angka-angka, sehingga hidup ini serasa tiada bisa bernafas tanpa uang segepok itu?

    Astaghfirulloh....

    Oh ya perkenalkan, saya blog baru "commoncyber.net". Site yg bakal mengulas segala ttg software, earn money from internet, serta hot news dr dunia maya. Sitenya support dua bahasa, inggris dan Indonesia. Kalau ada waktu, yuk kapan-kapan mampir. Jalinan persahabatan. ^__^

    ReplyDelete
  2. Alhamdullilah, aku bisa lulus CPNS 4 tahun lalu tanpa harus melalui cara2 seperti itu. Jika melakukan hal itu, mana mampu aku. Dapat darimana uang sebanyak itu. Yang aku lakukan hanya mempelajari soal2 tingkatan SMA plus berdoa aja. Selebihnya pasrah aja deh.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts