Rajin Belajar Menghadapi Masa Depan

Ketika masih sekolah ataupun kuliah, rata-rata dari kita suka malas dengan yang namanya "belajar" . Entah kenapa rasanya "belajar" adalah momen yang paling menyiksa dan membosankan. Apalagi jaman sekarang, godaan semakin banyak bertebaran dimana-mana :). Akibatnya akan terasa saat pembagian raport, atau kenaikan semester bagi yang kuliah. "Kaget" n "kecewa" plus "menyesal" ketika melihat nilai rapor yang amburadul atau bahkan melihat nilai IP yang hanya "satu koma" :).

Biasanya melihat hasil yang jelek, muncul tekad dari kita untuk berniat belajar sungguh-sungguh dan mencoba mengikuti setiap pelajaran dengan baik. Namun seiring waktu biasanya tekad itu "terlupakan" dan larut kembali dalam godaan-godaan yang ada :). Hingga hasil yang diinginkanpun tak pernah terwujud. Memang ada juga "sebagian" orang-orang yang malas belajar tapi nilainya selalu memuaskan. Hal itu bisa terjadi karena dua faktor :

1. Orang yang cerdas, orang yang cerdas itu pasti pintar, karena dia tidak butuh waktu banyak untuk memahami sesuatu. Sedangkan orang pintar belum tentu cerdas, karena "pintar" itu bisa juga terjadi karena "proses" yaitu rajin belajar :).

2. Orang yang suka mencontek, nah ini golongan orang-orang yang "pintar" memanfaatkan situasi dan kondisi :). Dia pintar menciptakan ide untuk membuat contekan yang "canggih" alias tidak mudah ketahuan, ada juga yang pintar memanfaatkan orang-orang yang pintar atau cerdas hehe, artinya dia bisa mendapatkan contekan dari teman-teman disebelahnya (yang sudah terbukti pintar atau cerdas serta tidak pelit berbagi ).

Namun bagaimana dengan kita yang tidak cerdas dan tidak suka mencontek? jawabannya kita harus menjadi pintar, bagaimana caranya? ya belajar dengan rajin sesuai kemampuan kita serta tidak malu bertanya jika ada yang belum kita mengerti. Tapi ada juga yang sudah rajin belajar tapi masih tidak pintar juga, nah apa yang salah dengan itu? apakah karena dia bodoh?

Sebelum menjawab pertanyaan itu kita harus perjelas definisi "bodoh" itu sendiri. Apakah "kriteria orang bodoh" itu ? kriteria orang bodoh itu ada dua, yaitu :
1. Bodoh karena IQnya dibawah normal (idiot)
2. Bodoh karena malas belajar
Untuk yang kriteria pertama menurutku tidak perlu dibahas lagi. Untuk kriteria yang kedua, yang IQnya normal tapi malas belajar maka kita akan menjadi "bodoh" alias tidak pintar hehe. Dan bila kita sudah rajin belajar tapi masih bodoh juga itu bisa terjadi karena kesalahan dari cara belajarnya.

Masalahnya bagaimana cara belajar yang benar? cara belajar yang benar itu bermacam-macam tergantung dari "kemampuan" otak kita dalam menerima atau memahami sesuatu. Itulah yang harus kita pahami, karena kemampuan setiap orang berbeda. Ada yang mudah mengerti kalau belajar sambil mendengarkan musik, ada yang sambil nonton tivi, ada juga yang harus dengan suasana tenang (tempat sepi), dan sebagainya. Tapi ada orang bijak yang mengatakan kita menyukai sesuatu dan jadi ingin tahu karena kita tahu tujuannya :). Artinya kita akan suka belajar (apapun itu) dan mempunyai keingintahuan yang besar serta mudah memahami jika kita tahu apa tujuan dari mempelajari hal tersebut.

Tujuan disini meliputi tujuan jangka pendek dan jangka panjang :). Tujuan jangka pendek adalah untuk mempersiapkan diri menghadapi setiap ujian-ujian yang ada. Sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah membuat kita lebih mudah dalam menghadapi persaingan saat memasuki dunia kerja, atau ketika ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi bahkan akan sangat bermanfaat bagi "kualitas performa dan kinerja" kita nanti saat telah menjadi karyawan yang otomatis berpengaruh terhadap peningkatan karir.



Namun ada ungkapan yang menyatakan jika ilmu di bangku kuliah atau sekolah implementasinya di dunia kerja hanya sebesar 10 %, artinya 90 % ilmu yang kita dapatkan tidak terpakai :). Apakah itu benar ? iya jika pekerjaan kita tidak sesuai dengan jurusan (bidang studi) yang kita ambil. Misal seorang sarjana arsitektur bekerja sebagai sales obat-obatan (Detailer). Atau sarjana hukum bekerja sebagai akunting hehehe.



Dan itu juga benar jika dilihat dari semua mata kuliah/ pelajaran yang telah kita ambil saat kuliah atau sekolah, karena kurang lebih 60 % adalah ilmu dasar dan umum serta 40 %nya lagi baru pelajaran yang sesuai dengan jurusan. Jadi ungkapan diatas memang bisa jadi benar apalagi kenyataan yang ada sekarang "kebanyakan" tenaga kerja bekerja tidak sesuai dengan jurusan ilmu yang dia kuasai alias "terpaksa" :). Semua itu didukung pula oleh sempitnya lapangan pekerjaan yang tersedia.



Kembali ke masalah belajar :). Bagi anda yang masih sekolah atau kuliah jangan berkecil hati sehingga jadi tambah malas belajar gara-gara melihat kenyataan seperti diatas. Apapun itu "rajin belajar" tetaplah kunci kesuksesan kita di masa depan. Karena dengan "rajin belajar" kita akan siap menghadapi segala tantangan dan perubahan yang akan terjadi. Semoga bermanfaat :).

Comments

  1. aku dulu termasuk yg rajin belajar lho. hehehe

    ReplyDelete
  2. kan kelihatan hasilnya skrg, karir n hobi bisa berjalan seiring :)

    ReplyDelete
  3. kalo aku termasuk yg sungkan2an belajar alias rada males belajarnya, haha..

    ReplyDelete
  4. Benar banget. Sekarang ini cuma 10% saja pelajaran yang bisa aku terapkan di t4 aku bekerja. Masalahnya ya itu tadi, aku bekerja tidak sesuai jurusan yang aku ambil sewaktu kuliah. Namun bagaimanapun, meski bekerja tidak sesuai jurusan, kuliah telah banyak mengajarkan aku tentang hal2 yang aku tidak aku tahu sebelumnya. Dan bagiku itu adalah sesuatu yang berharga.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts