Dugaan Korupsi Tiket Piala AFF

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengkaji dugaan korupsi tiket yang dilakukan pengurus PSSI. KPK berjanji, jika masyarakat melaporkan kerugian akibat penjualan tiket yang kacau akan segera ditindaklanjuti. Indikasi awal ada potensi gratifikasi adalah dengan membagikan tiket kepada pejabat dengan dalih undangan. Sehingga banyak calon penonton yang telah mendapat voucher tapi tidak mendapatkan tiket. Kehadiran para pejabat hingga kini belum diketahui apakah mereka membeli tiket sendiri atau di fasilltasi panitia PSSI. (sumber : Yahoo!news

Berita diatas terkait dengan adanya dugaan korupsi tiket piala AFF kemarin, melihat itu sungguh sangat disayangkan jika memang benar terjadi...Menunjukkan betapa bobroknya kualitas panitia PSSI yang selama ini sudah dikenal tidak becus, tidak heran jika berpengaruh kepada kualitas pembinaan dan prestasi yang sekian puluh tahun belum terlihat hasilnya :).

Yah mungkin saja kegagalan Timnas kita untuk kesekian kalinya adalah karena faktor intern yang selama ini menghiasi sistem di PSSI kita. Bukan mencari kambing hitam tapi siapapun tahu bagaimana PSSI selama ini :). Seperti misalnya "menyekolahkan" para pemain muda ke luar negeri selama beberapa tahun ini, namun "hasil" yang didapatkan belum nampak sampai sekarang. Sudah tahu tidak ada hasil tapi masih saja hal itu dilakukan. Jelas sekali yang dibutuhkan Timnas adalah kekuatan mental, bukan hanya teknik atau skill saja. 

Artinya PR bagi PSSI adalah bagaimana menjadikan Timnas kita punya mental juara, mungkin akan lebih baik jika mereka dilatih ala militer atau di sekolahkan khusus untuk membina dan membentuk mental baja hehehe. Tapi ada banyak orang pintar yang lebih tahu soal ini, so sebagai suporter setia kita hanya bisa berharap yang terbaik untuk Timnas dan PSSI pada khususnya. Semoga dugaan korupsi tiket itu tidak benar, karena sungguh biadab jika itu terjadi.... Semoga.


Comments

  1. Ganyang Nurdin!..Ganyang Bakrie..!..hhhhhh....pada ga becus..ya mana ada mantan NAPI menjadi ketua organisasi besar milik bangsa? ya sapa lagi kalo bukan Nurdin!....Bravo Timnas!

    ReplyDelete
  2. mungkin yg perlu disekolahkan ke luar negeri bukan pemain muda kita, tapi panitia tiket :D

    biarlah panitia tiket belajar dari malaysia menjual 80 ribu tiket tanpa keributan

    ReplyDelete
  3. Malah yang lebih parah pentolan PSSI gak menyadari. Dalam acara "Mata Najwa" beberapa waktu lalu dengan judul Pinalti Buat Nurdin, gak malah sadar tapi malah berapi-api menyebuat bahwa dirinya berhasil. ckckck.... *geleng-geleng deh*

    ReplyDelete
  4. Ternyata Di Piala AFF ada juga ya yang ambil kesempatan dalam penjualan Tiket , kalo begini bisa hancur Negara , mana Piala AFF lari ke Malaysia lagi Tiket di korupsi

    ReplyDelete
  5. ntah terjadi korupsi atau tidak, aku melihat ketidak siapan panitia tiket dalam menghadapi antusiasme calon penonton. mereka tidak mau berkaca pada penjualan tiket babak penyisihan dan saat terjadi keributan, mereka malah menyalahkan calon pembeli tekiet tersebut. ntah apa yang ada dalam otak panitia saat itu, kok gak ada yang ertanya kenapa sampai terjadi keributan

    ReplyDelete
  6. semoga saja mereka bisa bercermin dari kejadian ini

    ReplyDelete
  7. semoga saja dengan kejadian di aff ini bisa menjadi pelajaran bagi pengurus pssi, jangan hanya mengejar keuntungan semata tanpa ada peningkatan kualitas

    ReplyDelete
  8. subhanallah, yang terbaik harus dibls baik yang buruk harus di hukum seberatnya... itu aj

    ReplyDelete
  9. Tenang aja Kawan...dunia berlaku hukum karma,,,

    ReplyDelete
  10. @All : semua masih dugaan, semoga kedepan lebih baik lagi :)

    ReplyDelete
  11. Organisasi PSSI harus dirombak dan direformasi.. tanpa itu semua, sepak bola kita tak akan maju.

    ReplyDelete
  12. wah, pantesan saja ada yang gak mau lengser, ternyata memang bergelimang uang di sana ...

    ReplyDelete
  13. Saya juga setuju kalau pemain timnas perlu dilatih lagi mental mereka dalam menghadapi tekanan yang luar biasa. Kalau masalah skill kayanya sudah oke nih. Tapi juga jangan terlalu kepedean sehingga menjadi takabur dan meremehkan lawan.

    ReplyDelete
  14. dimana-mana korupsi yahh >.<
    kapanlah negeri ini bisa bersih dari korupsi

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts