Persyaratan Pemberian Adipura

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperketat syarat bagi pemerintah daerah mendapatkan penghargaan Adipura.  Dimana dulu syaratnya hanya bersih dan ruang terbuka hijau (RTH) memenuhi kaidah 10 persen hutan kota. Sehingga dikeluarkan persyaratan baru yang lebih ketat dan selektif. Persyaratan baru tersebut antara lain : (sumber : yahoo!.news
  • Revitalisasi sampah dengan prinsip 3R yakni `reduce, reuse dan recycle` harus tujuh persen.
  • Harus terpenuhinya minimal angka tujuh persen untuk pengelolaan sampah organik dan anorganik.
  • Kualitas udara, sistem transportasi dan rencana transportasi kota ke depan.
  • Kualitas air apakah kualitas badan sungai yang masuk ke tengah kota memenuhi baku mutu sehingga menjadi salah satu indikator penentu indeks kualitas lingkungan perkotaan.
  • Kalau suatu kota dengan empat item yakni RTH, kualitas air, kualitas udara, dan pengelolaan sampah, indeksnya tidak terpenuhi, maka tidak bisa mendapatkan Adipura.
Tim pemantau : Selain itu yang melakukan pemantauan sejumlah syarat tersebut,  akan ada tim independen, yang dibentuk gubernur melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) terdiri atas media, lembaga swadaya masyarakat (LSM), perguruan tinggi, pengusaha, dan pemerintah. Sementara pemantau kualitas udara dan kualitas sungai ada tim sendiri di antaranya dari petugas laboratorium.

Tim penilai : Hasil penilaian diserahkan ke tim teknis dan dewan penilai, sehingga baru ke dewan pengarah kemudian ke Presiden. Untuk kota yang mendapatkan Adipura, maka sangat ditentukan dari hasil pemantauan yang terdapat beberapa tahap. "Jika pemantauan pertama tidak memenuhi syarat, maka akan menggunakan sistem gugur,". Bagi kota yang sudah mendapat Adipura pada Juni 2011 dari Presiden, tetapi pada Desember 2011 hasil pemantauan serta ada masukan dari media atau LSM, kota bersangkutan tidak layak untuk mendapatkan Adipura, maka pemerintah akan mencabut penghargaan tersebut.

Berita diatas menunjukkan "paling tidak" keseriusan pemerintah dalam memberikan penghargaan Adipura tidak lagi "asal" seperti yang terjadi selama ini. Tentu bagi kita yang tinggal di kota yang pernah mendapat Adipura mungkin heran dan bertanya, kok bisa kota sekotor atau semerawut ini bisa mendapat penghargaan Adipura? hehe 

Semoga persyaratan baru tersebut bisa benar-benar diterapkan, sehingga penghargaan Adipura diberikan pada kota yang  benar-benar "layak" :). Semoga bermanfaat.

Comments

Post a Comment

Popular Posts