Kereta Ekonomi (Kereta Rakyat)

Kenaikan tarif kereta ekonomi akhirnya hanya bertahan sehari. Keputusan ini disambut gembira masyarakat pengguna kereta api ekonomi. Kenaikan yang sempat diberlakukan sebenarnya akan digunakan menutupi subsidi kereta api yang selama ini tak dibayarkan negara kepada PT Kerta Api. Dari audit Badan Pemeriksa Keuangan 2009 diketahui, pemerintah menunggak dana subsidi (PSO) dan perawatan infrakstruktur (IMO) kepada PT Kereta Api sebesar Rp 1,4 triliun. Padahal, uang tersebut diperlukan untuk meningkatkan pelayanan.(ULF). (sumber yahoo!news).

Berita diatas terkait dengan "tidak jadinya" kenaikan untuk tarif kereta kelas ekonomi. Semua itu semakin menunjukkan buruknya kinerja PT. KAI dalam hal pelayanan terhadap konsumennya. Suatu keputusan yang tanpa diperhitungkan dengan matang atau hanya dilihat dari sisi mereka sendiri tentu akan menjadi seperti itu :). Selain itu alasan tunggakan dana subsidi dari pemerintah seharusnya bukan menjadi alasan untuk menaikkan tarif tanpa adanya peningkatan kualitas pelayanan :).

Seperti kita ketahui terutama yang pernah atau sering menggunakan jasa kereta ekonomi, tentu sudah sngat mahfum dengan "rasa" pelayanannya. Bahkan tidak hanya dikelas ekonomi yang kelas bisnis serta executive pun masih tidak terasa nyaman :). Dulu semasa masih kuliah kereta ekonomi seperti gaya baru dan kertajaya adalah kereta andalan untuk perjalanan dari Surabaya-Jakarta dan sebaliknya. Kalau untuk Surabaya-Jogya langgananku waktu itu kereta Logawa. Biasa, tarifnya sangat sesuai dengan kemampuan mahasiswa perantauan hehe.

Dari pengalaman tersebut ada banyak "ketidaknyamanan" yang telah menjadi tren mark kereta ekonomi. Seperti harus berhenti jika ada kereta yang kelasnya lebih bagus lewat, suasana "pasar" dimana ada puluhan penjual, pengamen, pengemis, bahkan cleaning service dadakan :). Namun dibalik semua itu ada kenikmatan tersendiri menggunakan kereta kelas ekonomi, selain murah adalah kita bisa bersosialisasi dengan beragam kasta masyarakat. Apalagi jika kita pergi bersama banyak teman, lamanya perjalanan jadi bukan lagi beban :).

Dari sisi ilmu pemasaran, kepuasan konsumen adalah tujuan utama yang harus dicapai. Memang ukuran kepuasan itu sangat beragam tapi paling tidak dapat memenuhi parameter kepuasan minimal sesuai dengan kelas ekonomi. Seperti jumlah penumpang yang harus sesuai dengan kapasitas kereta itu, jangan sampai berlebihan hingga memenuhi tiap sudut gerbong. Kamar mandi yang bersih dan airnya lancar, keamanan, baik itu di bagasi atau keamanan dari ulah usil para pencopet atau maling ditengah malam :).

Bukan rahasia lagi jika ada daerah "rawan" maling pada lintasan yang dilalui kereta api, selain itu yang paling sering adalah pencopetan yang sering terjadi didekat kamar mandi/wc kereta, karena biasanya ada banyak orang yang mengantri atau duduk ditempat itu. Dan hal ini sudah terjadi bertahun-tahun tanpa ada perubahan sama sekali atau perbaikan tersendiri oleh pihak terkait.

Yah semua itu telah menjadi bagian dari kondisi perkeretaapian di negeri ini, untung kenaikan tarif itu dibatalkan dan sisi baiknya pihak PT. KAI mau merevisi keputusan tersebut. Memang benar menurut kata para ahli, kenaikan tarif merupakan hal yang wajar tapi akan lebih baik jika dibarengi dengan kualitas layanan yang juga lebih baik. Semoga manfaat.

Comments

  1. aku naek keretanya baru sekali dari Badung ke jakarta
    itupun 5 tahun yang lalu
    di daerahku belum ada kereta api jadi belum terasa dampaknya
    tapi kalo disimak di TV dan media lainnya, emang sih menurutku managemen PT.KAI agak giman gitu...

    ReplyDelete
  2. Kereta api adalah transportasi yg menjadi pilihan sebagian besar rakyat karena tarifnya yg relatif lebih terjangkau. Jika tarifnya sampai dinaikkan juga... kasihan sekali rakyat kecil di negara kita.

    ReplyDelete
  3. Memang seharusnya PT KAI meningkatkan pelayanannya agar para pengguna kereta api merasa nyaman.
    KA Eksekutif aja kaca2nya banyak yg pecah kok... :(

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts