Menjadi Tenaga Penjual (Bukan cita-cita lulusan Sarjana)

Menjadi tenaga penjual (salesman/girl) pastilah bukan menjadi pilihan utama para lulusan sarjana pada umumnya. Tapi kenyataannya saat ini, posisi salesman/girl adalah lapangan kerja yang terbesar dan selalu dibutuhkan oleh setiap perusahaan, entah itu perusahaan manufaktur, consumer goods. distribusi, retail dan sebagainya.

Dengan kondisi lapangan pekerjaan yang tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja, tak heran jika ada banyak sarjana dari berbagai bidang ilmu "terpaksa" mau bekerja sebagai tenaga penjual. Yah perasaan terpaksa pasti dirasakan oleh para sarjana tersebut, apalagi jika dia berasal dari bidang studi yang sangat jauh dari dunia marketing :).

Mengapa pekerjaan menjadi "tenaga penjual" kurang disukai oleh para sarjana? ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, sebagai berikut :

  1. Image buruk tenaga penjual (salesman/salesgirl) di mata masyarakat. Image ini terbentuk sejak lama akibat ulah beberapa oknum tenaga penjual yang sekedar menjual omongan tanpa ada bukti nyata dari kualitas produk yang dijualnya. Ada juga oknum tenaga penjual yang terkesan memaksa konsumen untuk membeli. Selain itu ada motif-motif perampokan yang dilakukan oleh orang-orang yang menyamar menjadi tenaga penjual.
  2. Gengsi/malu. Ada anggapan jika menjadi tenaga penjual adalah pekerjaan yang hanya cocok untuk para lulusan SMA/SMK
  3. Cita-cita. Pasti bagi setiap orang yang sudah sekolah tinggi menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan ilmu yang dia peroleh. Contoh tidak ada sarjana biologi yang bercita-cita menjadi tenaga penjual, meskipun produk yang dia jual berhubungan dengan ilmu biologi :). 
  4. Menjadi tenaga penjual adalah pekerjaan sampingan. Bahkan ada image disebagian masyarakat, belumlah dikatakan bekerja jika tidak bekerja di kantor (bekerja dibelakang meja).
  5. Menghalalkan segala cara agar dapat memenuhi target yang diberikan.
Itu tadi beberapa alasan yang aku dapat dari pendapat beberapa orang. Seperti kita ketahui tenaga penjual adalah "ujung tombak" perusahaan dalam meraih target yang mereka inginkan. Artinya peran seorang tenaga penjual sangat vital didalam suatu perusahaan.

Menjadi tenaga penjual juga bukanlah pekerjaan mudah, tidak hanya butuh kepintaran dalam mengolah kata, tapi juga butuh mental yang kuat, tidak mudah menyerah serta "cerdas" dalam melihat situasi dan kondisi. Ada pendapat yang mengatakan, jika tipe tenaga penjual yang hebat adalah yang bergerak dibidang asuransi. Karena menjual jasa asuransi bukan seperti menawarkan produk yang kelihatan wujudnya, tapi harus bisa memahami secara personal dari calon konsumennya. Intinya tidak hanya bersimpati tapi juga harus bisa berempati dengan calon konsumen.

So bagi para sarjana yang sudah atau mau lulus, untuk sekarang jangan pilih-pilih pekerjaan. Kalau memang "rejekinya" baru menjadi tenaga penjual jalani saja dulu, hilangkan gengsi atau malu. Karena  pada dasarnya semua pekerjaan sama pentingnya. Yang membedakan adalah tugas dan kewajibannya :). Menjadi tenaga penjual adalah pekerjaan yang mulia, penuh tantangan dan sangat dinamis karena akan ada banyak pengalaman yang kita dapatkan.

Dan bagi anda yang sekarang bekerja sebagai tenaga penjual, ayo buktikan kepada masyarakat jika image negatif yang ada selama ini tidak benar. Target memang harus didapatkan dengan menggunakan beragam cara tapi semaksimal mungkin gunakan cara yang "tidak merugikan orang lain" :). Semoga manfaat.

Comments

  1. salam sahabat
    memberikan sebuah info yang menarik dan menjadi tenaga penjual bukan cita cita lulusan sarjana ini sangat memberikan motivasi bagi saya,oh iya mas,yang mas tanyakan itu dari segi kontenet apa traffic blog,maaf ya telat

    ReplyDelete
  2. padahal maju mundurnya sebuah perusahaan di ujung tombaki oleh para tenaga lapangan seperti mereka mas ya.. :)

    ReplyDelete
  3. Informasi bermanfaat, mantap gan.
    Salam sukses
    Alris
    http://alrisblog.wordpress.com

    ReplyDelete
  4. memang bukan cita-cita para sarjana, bahkan yang lulusan SMA pun suka mikir2 kalo ditawari pekerjaan ini. Padahal pekerjaan ini banyak manfaatnya loh! kita dilatih bersikap luwes, sabar, kerja keras, pantang menyerah, fisik kuat! Insyalloh kalo orang yang udah pernah pengalaman jadi sales, dia akan mudah berhadapan dgn jenis pekerjaan lainnya!

    ReplyDelete
  5. Menjadi tenaga penjual memang tak mudah, karena harus punya ilmunya bagaimana agar membuat konsumen tertarik utk membeli barang yang dijual (tanpa perlu menipu).

    ReplyDelete
  6. Jadi seorang penjual justru malah akan melatih mental seseorang untuk mendapatkan pengalaman yang lebih banyak,,, maju juga mandiri,,,

    ReplyDelete
  7. tenaga penjual dianggap ga gengsi krn sarjana ga suka kerja di lapangan, maunya di belakang meja :D

    ReplyDelete
  8. Aku setuju. Yang penting halal dan pekerjaan tsb dilakukan dengan cara yang baik. Artinya tidak ada pemaksaan dalam menjual apalagi dibumbui dengan kebohongan. Dalam menjadi tenaga penjual, sebaiknya menjelaskan barang dagangan itu sesuai fakta tampa tambahan yang dilebih-lebihkan.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts