Siapa yang salah?

PT Kereta Indonesia Api (Persero) memiliki mission impossible, yaitu mengangkut penumpang dengan layanan sebaik mungkin, tetapi dengan fasilitas yang amat minim. Tidak ada operator yang ”dipaksa” beroperasi seperti PT KAI. Selama ini PT KAI menjadi operator sekaligus pengelola stasiun dan pengatur jadwal. Selain itu, PT KAI masih harus menempatkan pegawai di tiap pintu pelintasan dan memelihara rel tanpa ada bantuan dana dari pemerintah. Sedangkan di penerbangan penyelenggaraan penerbangan setidaknya melibatkan maskapai penerbangan dan pengelola bandara, yakni PT Angkasa Pura. Di penyeberangan, ada perusahaan feri dan pengelola pelabuhan, yakni PT Indonesia Ferry. Selain itu, di penerbangan ada air traffic control dan di pelayaran ada administrator pelabuhan yang mengontrol kapal.  (sumber : yahoo!.news).

Berita diatas bila ditelaah secara gamblang mungkin membuat kita menyadari betapa beratnya "beban" yang selama ini ditanggung oleh PT.KAI sehingga bisa dimaklumi jika pelayanan mereka "kurang begitu baik" atau tidak sesuai dengan harapan para konsumennya.

Tapi sebagai suatu perusahaan besar seharusnya itu menjadi tantangan dan pembuktian kualitas dari SDM yang ada di PT. KAI :). Masalah subsidi atau kurangnya "support" dari Pemerintah dalam membantu mereka bukan menjadi alasan utama suatu perusahaan yang sudah lama berdiri, walaupun hal itu sudah diatur dalam UU Perkeretaapian, yang menugaskan pemerintah menyediakan transportasi massa yang layak.

Sederhana saja karena "pemasukan" atau omzet PT. KAI itu jelas dan pasti, apalagi di Indonesia ini hanya merekalah yang berhak mengurusi perkeretaapian. Sama seperti PLN dan PAM yang punya pemasukan yang jelas tapi pelayanan yang diberikan jauh dari yang diharapkan.

Yah kita memang tidak boleh berburuk sangka, mereka pasti telah berusaha dan terus berusaha untuk memberikan layanan yang terbaik, meskipun "usaha itu" sudah puluhan tahun berjalan namun belum ada hasil yang signifikan hehehe. Semoga kedepan lebih baik..amin.

Comments

  1. aduh pusing gayus belum selesai datang masalah baru

    ReplyDelete
  2. emang siy ada kekurangan di pihak PT.KAI namun kalo nggak di tunjang pihak terkait yang lainnya pasti susah..

    ReplyDelete
  3. tap kan.. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) siap berikan pinjaman sebesar Rp2 triliun kepada PT Kereta Api (Persero) untuk modal kerja proyek KA bekerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk... itu yg mana..??? jd binun.. ternyata ada 2 model iia??!?!

    ReplyDelete
  4. sudahlah naikan saja harga tiket KA, kasihan memang PT KAI, bagaimana meningkatkan pelayanan bila harga tiket masih murah sekali

    ReplyDelete
  5. naik kereta ekonomi dr taun ketaun tambah parah... yg jualan, pengamen, ama penumpang campur raduk... gerak aja susah... parah bgt.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts