Menulis dan Bicara

Seperti kita ketahui menulis adalah suatu aktifitas yang tidak hanya butuh "kemampuan" (dalam hal ini minimal kemampuan dasar), sarana dan fasilitas tapi juga harus ada "kemauan" dalam rangka menyampaikan ide, opini, keinginan, cerita dan sebagainya. Menulis tanpa didukung kemauan yang kuat akan percuma,  karena dengan adanya kemauan yang kuat bisa menciptakan kemampuan untuk menulis dengan baik :). 

Selain itu menulis juga menjadi cara terbaik (bagi sebagian orang) untuk mengungkapkan secara lebih detail tentang apa yang dirasakannya tanpa perlu berhadapan langsung dengan orang lain. Dengan tulisan kita bisa mengungkapkan beribu makna dengan paduan untaian kata yang beraneka tanpa harus menjelaskan secara detail tentang apa makna sesungguhnya dari tulisan kita.

Namun kadang akibatnya kita bisa lebih lancar menulis daripada bicara hehe Nah inilah yang menjadi suatu perbedaan yang  bisa menjadi masalah di situasi tertentu. Karena terbiasa mengungkapkan sesuatu dengan tulisan,  ketika dituntut bicara dalam situasi yang resmi kita akan mengalami kesulitan dalam mengungkapkan secara verbal apa yang ingin kita sampaikan :).

Kesulitan bicara disini bukan berarti tidak bisa bicara secara normal tapi bagaimana bisa membuat lawan bicara kita mudah memahami apa yang ingin kita sampaikan :). Mungkin kalau bicara dengan teman atau orang-orang terdekat tidak ada masalah tapi ketika kita dalam posisi sebagai pembicara atau karyawan yang harus mempresentasikan tulisannya atau laporan di hadapan orang banyak atau dihadapan bos besar baru akan kita rasakan perbedaan itu :).

Bagi yang bekerja sebagai pembicara, guru, dosen atau salesman keahlian dan seni bicara  adalah kunci utama dalam menyampaikan tujuannya, tapi bagaimana dengan kita yang tidak terbiasa  atau bidang pekerjaan kita berbeda dengan itu ? tentu kita harus bisa juga menguasainya, karena seni dan ilmu berkomunikasi secara verbal akan selalu kita perlukan dan akan kita hadapi dalam segala bidang pekerjaan/ilmu :). 

So intinya sederhana saja, menulis dan bicara adalah suatu kesatuan, artinya selain pandai menulis kita juga dituntut untuk bisa mengungkapkannya secara verbal ketika dibutuhkan, paling tidak ketika dituntut menyampaikan secara langsung kita bisa mengungkapkannya dengan baik. Minimal apa yang kita ungkapkan dimengerti oleh orang lain . Semoga manfaat :).

Comments

  1. memang begitu sh idealnya. tp ada faktor laen spt masalah ke-pede-an, dll. pernah liat the king's speech? di situ rajanya punya masalah verbal. jadi dia harus punya trik laen utk menghadapi rakyat.

    ReplyDelete
  2. Sedang belajar nih... agar bisa lancar keduanya. :)

    ReplyDelete
  3. Aku punya teman yang sangat pandai, tapi dia kesulitan untuk menyampaikan pikirannya dalam bentuk tulisan.

    ReplyDelete
  4. Sekarang Shasa sedang belajar nulis lewat blog.

    ReplyDelete
  5. Semoga Shasa juga bisa pandai bicara di depan orang lain... :)

    ReplyDelete
  6. aku juga lagi belajar nulis nih, tapi aku lebih lancar dituangkan dalam bentuk tulisan dari pada bicara he he he kenapa ya ?

    ReplyDelete
  7. @Mbak Reni : artinya dia dulu skripsinya nyontek mbak hehehehe
    @Sri : artinya kamu tipe yg agak tertutup hehe
    @Bung Iwan : so memang harus ada triknya, artinya gak semua org bisa pandai bicara tapi bagaimana kita bisa menutupi kekurangan itu :)

    ReplyDelete
  8. sudah lama tidak berkunjug harap dimaafkan ya

    ReplyDelete
  9. mari berkarya dengan tulisan bermakna...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts