Energi matahari pengganti energi nuklir

Keputusan terbaru Jerman, Swiss dan Italia untuk menghentikan energi nuklir dalam waktu mendatang disambut gembira banyak pihak. Energi pengganti tersebut adalah sinar matahari yang akan dibangun instalasi panel surya di gurun sahara. Sebagai perbandingan, instalasi ini akan bisa menyuplai lebih banyak energi ketimbang pusat pembangkit nuklir di Borssele, Belanda selatan.(sumber

Berita diatas berkaitan dengan rencana mega proyek oleh negara-negara eropa yang akan mengganti energi nuklir dengan memanfaatkan sinar matahari, dan yang menjadi pusat instalasinya adalah gurun sahara. Sungguh merupakan proyek yang mahal dan beresiko hehe. Mahal dibiaya peralatan instalasinya dan beresiko karena lokasi gurun sahara yang berada diantara negara-negara arab yang notabene situasinya tidak kondusif

Namun bila itu nanti bisa terwujud tentu merupakan suatu terobosan yang bagus karena pemanfaatan sinar matahari lebih aman dibandingkan energi nuklir yang beresiko tinggi. Sayangnya bila itu nanti dibangun, suplai listrik akan diarahkan ke negara-negara eropa sebagai pihak pemilik instalasi tersebut, sedangkan keuntungan untuk negara-negara arab sendiri mungkin hanya uang sewa lahannya hehehe.


Bagaimana dengan Indonesia? nah kalau pemerintah kita bisa atau berani berinvestasi membangun instalasi panel surya seperti itu tentu sangat baik sekali, daripada "memaksakan" membangun pembangkit tenaga nuklir :). Tapi memang sekali lagi biayanya "muaahaal", namun namanya investasi jangka panjang kata-kata mahal itu jadi nomor sepuluh toh hehe. Semoga saja pemerintah kita mau memanfaatkan kondisi alam kita yang notabene "panas" dan lagi akibat perubahan iklim, periode musim kemarau dan hujan sudah tidak tentu dan yang jelas panasnya negeri ini "seharusnya" bisa dimanfaatkan :).

Comments

Popular Posts