Poetry Hujan : Hujan dan Manusia

Ah kau datang juga hujan...
Di musim yang tak lagi pasti...
Seiring kerusakan alam dan lingkungan...
Akibat peradaban yang tak bernurani...

Namun sayang...
Manusia tak bergeming...
Keserakahan dan kemungkaran tak pula redam...
Dengan jutaan rinai yang kau turahkan....

Mereka sudah seperti sahara...
Yang tak mungkin tenggelam...
Meski berhari-hari kau sirami...

Kasihan kau...
Dicaci maki...
Kala tak kunjung reda
Disesal-sesali...
Kala membawa bencana...

Tapi...
Kau dirindu-rindu ...
Kala lama tak bersua...

Ah sudah takdirmu...
Dan nasib mereka bukan urusanmu...
Karena ada dan tiada dirimu...
Kaupun tak tahu.


Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis

Comments

  1. yang kurang bersyukur manusianya ya mas.. Hehe...

    ReplyDelete
  2. karena ada dan tiada dirimu, mereka tak pernah merenungkannya,..:)

    nice post man
    thnks 4 ur visit..
    i like ur words too..

    ReplyDelete
  3. wah, si biang puisi ikutan jadi minder aye. hiks...

    ReplyDelete
  4. dah lama Jogja ga hujan bro hehe...

    ReplyDelete
  5. terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis poetry hujan..^^

    *semoga di kemudian hari kita dapat memehami makna turunnya hujan...

    ReplyDelete
  6. terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis poetry hujan..^^

    ReplyDelete
  7. @All : tq semoga perubahan iklim menyadarkan kita ttg kesalahan dan mau tuk memperbaiki kondisi alam demi anak cucu kita nanti :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts