Suap-suapan Khas Palembang

Acara adat suap-suapan dan cacap-cacapan adalah suatu acara khas Palembang yang diselenggarakan saat pernikahan.  Acara tersebut memiliki beberapa bagian yang terdiri dari  :

Perlengkapan, meliputi :
  1. Titian  - Jerambah yang dibuat dari selendang lurus dan diupayakan jangan  terputus perlambang jalan menuju perahu mulus tanpa hambatan.
  2. Perahu yang  melambangkan biduk rumah tangga yang siap berlayar tertambat ditepian
  3. Nasi kunyit panggang ayam melambangkan kemakmuran dan keagungan
  4. Air setawar sedingin dalam mangkok berisi bunga setaman yang melambangkan kesucian cita-cita mulia keindahan dan keharuman menyatu dalam kehidupan 
  5. Nasi kuning adalah lambang kemakmuran
  6. Paha ayam  melambangkan kuat mencari rejeki
  7. Hati ayam melambangkan baik hati
  8. Dada ayam melambangkan lapang dada
  9. Kepala ayam  melambangkan lelaki harus jadi pemimpin
  10. Ekor ayam melambangkan saling turuti seia sekata
  11. Punggung ayam melambangkan pria yang gagah perkasa

Suap-suapan : Maknanya adalah doa dan ungkapan kasih sayang dari kaum ibu kedua belah pihak   

Cacap-cacapan : Maknanya adalah doa dan nasihat kepada kedua mempelai untuk selalu berfikir jernih sebening air, berfikir positif bercita-cita tinggi, selalu menjaga nama baik seindah dan seharum bunga setaman.

Pantun pengiring : Pantun menjadi bagian penting dalam acara ini namun tidak ada yang baku atau bisa berbeda tergantung orang yang menjadi pelaksana acara ini. Berikut contoh pantunnya :

Pantun oleh pelaksana  (Panitia pernikahan atau Kedua orang tua mempelai ):
Pantun Orang Tua
Sungguh indah bunga di taman
Semilir angin daun bergoyang
..... cantik lagi budiman
..... tampan juga penyayang

Duduk bersanding di pelaminan
Anggun bagai ratu dan raja
Puji syukur kita panjatkan
Kepada Allah yang tiada tara

Langit luas Tuhan ciptakan Bumi
indah Tuhan bentangkan
Sangat perlu bunda ingatkan
Sholat jangan ditinggalkan

Kitab suci Tuhan turunkan
Dalam qur’an disebutkan
Silaturahmi dipeliharakan
Sebagai petunjuk juga pedoman

Anak ku sayang sibiran tulang
Buah hati pengarang jantung
Engkau pergi untuk berlayar
Kasih bunda sepanjang jaman

Anakku buyung cahaya mata
Engkau berlayar bunda antarkan
Hati di dalam rindu dendam
Kasih bunda nanda ingatkan

Sembilan bulan dalam kandungan
Engkau lahir diazankan
Besar sudah engkau sayang
Terasa masih dalam pelukan

Hilang sakit hilang derita
Tangis pertama engkau teriakkan
Kemarin kalian gadis dan bujang
Di masjid agung dinikahkan


Pantun dari Pengantin Pria (Pantun Kakanda) :

Pantun Kakanda
Burung punai terbang tinggi
Hinggap lagi di atas dahan
Iman dan taqwa jadikan
Kemudi amal sholeh jadi haluan

Burung kepondang melintas awan
Burung perkutut bersiul riang
Bila di jalan dapat gangguan
Mohon petunjuk kepada tuhan

Kue ketan di daun pandan
Buat tuan kami hidangkan
Kalau marah dirasakan
Ambil wudhu sholat tegakkan

Alam luas bumi terhampar
Semua yang ada ciptaan Tuhan
Walau jauh nanda berlayar
Jangan lupa kampung halaman

Tiada tuhan selain Allah Maha Esa
Tak boleh diserikatkan
Pesan rosul nanda ingatkan
Ahklak mulia jadi pegangan


Pantun dari pengantin wanita (Pantun Adinda) :


Demikian tadi sedikit tentang acara adat pernikahan khas Palembang, biasanya acara ini dibimbing oleh orang yang khusus atau sudah berpengalaman dalam acara suap-suapan dan cacap-cacapan ini. Sumber tulisan ini dari catatan Ibu saya yang kebetulan sering dipercaya menjadi panita khusus hehehe. Semoga bermanfaat :).

Comments

  1. wah, ini mesti dibaca sama pangeranku biar mau menyuapi aku makan. glotak pletak..hi ihi...kenapa jadi manja gini ya, si fanny? hahahaa

    ReplyDelete
  2. padahal artinya bukan suapan beneran ya. hehehe....

    ReplyDelete
  3. Maknanya bukan tapi ritualnya iya :) pasti sang pangeran mauuu Fan hehehe

    ReplyDelete
  4. oot : mas, yg postingan foto masa kecil berhadiah itu masih terjadwal, tadi keburu diklik. tgl 20 Juli baru terbit postingannya. hehehe...ditunggu ikut sertanya ya. Siapa tahu kamu beruntung.

    ReplyDelete
  5. Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, banyak suku, adat istiadat begitu menarik. Acara ritual adat budaya berbagai suku bangsa di Indonesia masih tetap eksis sampai sekarang. Semuanya mengandung makna, perlambang, simbol dan pelajaran yang berharga bagi kita. Salam blogger. Sukses selalu.

    ReplyDelete
  6. Makasih y, mw kupakai bwt nikah qu bulan ini.

    ReplyDelete
  7. mksh lur, aq udh mengcopy pantunnyo,smg Allah melimpahkan rahmatNya,, aamien, aamien ya Rabb...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts