Politik & Sinetron

Kasus Nazaruddin etc, merupakan bagian dari permainan politik yang terjadi di negeri tercinta ini. Seperti halnya dunia marketing maka di dunia politik akan selalu ada strategi khusus dalam menghadapi setiap kondisi, pemutarbalikan fakta yang pada akhirnya akan menunjukan siapa yang kuatlah yang menang. Kalau orang surabaya bilang "kalah menang nyerek" :).

Jika ada lagu yang mengatakan politik itu kejam. benarlah adanya. Hukum rimba berlaku didalamnya meski tidak secara teori :). Apakah definisi politik sebenarnya ? berikut ada beberapa definisi : (sumber : wikipedia)
  • Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam Negara.  
  • Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. 
  • Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
  • Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
  • Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
  • Politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Dari beberapa pengertian diatas terlihat jika pengertian politik tidak terlepas dari "kekuasaan", artinya tanpa ada kekuasaan, politik hanya sekedar menjadi bumbu penyedap dalam suatu negara. Terkait dengan kasus Nazaruddin etc dimana terjadi hal yang menarik yaitu "surat" yang dikirim Nazaruddin pada Presiden SBY.


Semua itu jelas sekali ada sandiwara dibalik itu semua, satu pihak berperan sebagai orang tertindas yang merasa terancam dan minta langsung dihukum tanpa perlu penyelidikan lebih lanjut, pihak lain sebagai penguasa yang bijak dan selalu menjawab permintaan rakyatnya :).

Melihat adegan-adegan tersebut, sebagai rakyat yang baik kita hanya bisa tersenyum seperti saat menonton sinetron atau drama yang sudah ketebak akhir ceritanya :). Namun seperti biasa kita akan selalu setia menanti akhir cerita meskipun tahu jika kita telah dibodohi mereka.

Bulan ramadhan sepertinya tidak membuat hati mereka sadar tentang arti sebuah kejujuran. Mungkin benarlah jika mereka hanya berpuasa tidak makan dan minum tapi perbuatan tetaplah seperti setan. Makna setan yang dibelenggu bisa jadi simbol keburukan manusia yang ditutupi oleh prilaku dan perkataan. Wallahu'alam bissawab.




Comments

Post a Comment

Popular Posts