Lembaga Sensor Sinetron

Untuk memantau kualitas film agar layak ditonton pemerintah membentuk badan sensor film (LSF). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.7 tahun 1994, fungsi utama lembaga sensor film adalah (pasal 4) :
  • Melindungi masyarakat dari kemungkinan dampak negatif yang timbul dalam peredaran, pertunjukan dan/atau penayangan film dan reklame film yang tidak sesuai dengan dasar, arah dan tujuan perfilman Indonesia;
  • Memelihara tata nilai dan tata budaya bangsa dalam bidang perfilman di Indonesia;
  • Memantau apresiasi masyarakat terhadap film dan reklame film yang diedarkan, dipertunjukkan dan/atau ditayangkan dan menganalisis hasil pemantauan tersebut untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan tugas penyensoran berikutnya dan/atau disampaikan kepada Menteri sebagai bahan pengambilan kebijaksanaan kearah pengembangan perfilman di Indonesia.
Sedangkan tugas dari LSF berdasarkan PerPu diatas (pasal 5) adalah sebagai berikut : 
  • Melakukan penyensoran terhadap film dan reklame film yang akan diedarkan, diekspor, dipertunjukkan dan/atau ditayangkan kepada umum;
  • Meneliti tema, gambar, adegan, suara dan teks terjemahan dari suatu film dan reklame film yang akan diedarkan, diekspor, dipertunjukkan dan/atau ditayangkan;
  • Menilai layak tidaknya tema, gambar, adegan, suara dan teks terjemahan dari suatu film dan reklame film yang akan diedarkan, diekspor, dipertunjukkan dan/atau ditayangkan
Dari fungsi dan tugas utama diatas sangat jelas sekali peranan yang dimiliki oleh LSF dalam menyaring film-film yang akan beredar baik itu film dari luar ataupun dari dalam. Namun disini bukan ingin membahas tentang sensor film tapi sensor sinetron :).

Seperti kita ketahui jumlah sinetron saat ini bisa dikatakan lebih banyak dari film, so otomatis jika fungsi LSF hanya fokus pada film bioskop semata artinya tugas mereka sangat sedikit hehe. Tapi jika LSF juga berhak menyensor sinetron artinya ada banyak PR yang harus mereka kerjakan.

Masalahnya rata-rata sinetron-sinetron lokal khususnya yang harian, dari segi cerita sangat tidak berkualitas. Tidak sesuai realita, terlalu dibuat-buat dan tidak mendidik sama sekali. Jadi kalau menilik pasal 5 ayat 2 diatas, seharusnya LSF atau kalau ada lembaga sensor khusus sinetron harus melarang dan menghentikan pemutaran sinetron yang tidak bermutu seperti itu.

Meskipun banyak yang "menggemari" sinetron seperti itu, bukan berarti bagus dan berkualitas atau penontonnya orang-orang bodoh tapi karena para penonton tersebut memang suka dibodohi dan dibuat penasaran hehehe.

So apapun itu, semoga kedepan LSF atau siapapun yang berwenang bisa lebih tegas menjalankan fungsi dan tugas serta wewenangnya. Kita ini bangsa yang hebat dan bisa lebih baik dibanding negara lain asalkan tidak disajikan (setiap hari) tontonan yang tidak mendidik dan tidak sesuai dengan kenyataan hidup.




Comments

  1. Aku bukan penggemar sinetron lho... Dan aku setuju agar sinetron2 Indonesia itu disensor. :)

    ReplyDelete
  2. tapi kenapa flm2 bioskop,masih ada aja yangg gak kesensor,..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts