Papua, Freeport & Pemerintah

Masalah di Papua akhir-akhir ini semakin hangat, apalagi ditambah isu pemberian uang jutaan dolar pada pihak kepolisian oleh Freeport. Apalagi janji-janji  dari ucapan Presiden untuk Papua yang belum kelihatan hasilnya sampai sekarang dan hal-hal lain.

Sebenarnya dari kacamata orang awam sepertiku, kemajuan di Papua bukan berdasarkan dari  apa yang dipakai oleh penduduk asli Papua. Seperti yang digembar-gemborkan di media bahwa belum ada kemajuan di Papua karena rata-rata penduduk asli masih menggunakan Koteka :). 

Aku yakin saudara-saudara di Papua sudah merasakan hasil pembangunan yang diterapkan oleh pemerintah. Meskipun belum maksimal dan merata seperti halnya rata-rata provinsi di negeri ini :). Selain itu Koteka adalah pakaian adat dimana merupakan simbol atau ciri khas orang Papua, so bukan jadi parameter suatu ukuran keberhasilan.


Mengenai konflik yang terjadi, seperti tewasnya Polisi, perang suku dan sebagainya adalah bagian dari permainan pihak-pihak tertentu. Pemerintah harus waspada mengenai hal ini, jangan sampai rakyat Papua sampai terpengaruh oleh itu. 

Benar seperti yang diungkapkan seorang ahli di tipi, sudah seharusnya pemerintah dalam hal ini Presiden untuk coba berdialog langsung dengan orang Papua dengan kata lain coba untuk sementara berkantor di sana. Agar Presiden tahu secara langsung mengenai pokok permasalahan bukan hanya dari laporan menterinya yang notabene juga tahu dari orang lain :).

Sebagai sesama rakyat Indonesia, aku berharap saudara-saudaraku di Papua bisa lebih bersabar dan cerdas dalam menyikapi suatu permasalahan. Jangan sampai kita bercerai berai cuma karena ada provokasi atau hasutan dari pihak-pihak yang punya maksud tersembunyi. Semoga kedepan lebih baik.

Comments

  1. semoga cepat damai dah. damai itu indah buat apa berperang.

    pisss

    Salam,
    Kevin
    Blog : www.nostalgia-90an.com
    Nostalgia Segala Sesuatu pada Tahun 90an.

    ReplyDelete
  2. masa bercerai,,kan indonesia punya misi kayak gini, "bersatu kita teguh bercerai kita runtuh"

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts