Asal Mula Bahasa Cacian/Makian

Bahasa sudah menjadi bagian kehidupan sejak awal mula manusia ada, diawali dengan bahasa tubuh, isyarat,  dan verbal. Dan pada akhirnya manusia yang ada di bumi ini dapat dibedakan dari bahasa yang mereka gunakan. Tapi mengenai asal usul bahasa itu sendiri belum ada hasil penelitian yang bisa secara pasti  menentukannya karena adanya perbedaan cara pandang dan sebagainya.

So disini kita tidak akan membahas soal itu tapi ada satu hal yang menarik mengenai bahasa sehari-hari yang paling mudah dipahami oleh kita meskipun dari segi ucapan berbeda yaitu bahasa cacian atau makian. Aku yakin ketika berada di negara atau daerah yang bahasanya berbeda dengan kita, yang mudah dimengerti atau dihapalkan adalah bahasa cacian atau makiannya :).

Kenapa bisa begitu ? pertama mungkin mudah dipahami dari ekspresi saat kata itu terucap dari mulut seseorang, kedua sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari bahkan seperti menjadi ciri khas orang daerah/negara tersebut seperti orang Amerika yang terkenal dengan makian F*#k U!! bahkan menjadi bagian dalam lagu dan film action.  Atau orang Surabaya yang terkenal dengan makian (pisuan) J%&$#*k!!  atau C*k!! dan malah menjadi sebutan khas mahasiwa salah satu PT dengan sebutan arek  *** c*k!!!.


Kalau di Palembang, bahasa makian atau cacian itu disebut bahasa kotor ("ngomong kotor") yang artinya kata-kata yang tidak pantas diucapkan apalagi oleh orang-orang yang berpendidikan tinggi atau terhormat dan pada dasarnya disemua daerah terutama di daerah yang gaya bahasanya lebih halus atau agamis ucapan tersebut  memang tidak boleh atau terlarang :).

Yang menjadi pertanyaan, darimana asal mula ucapan itu dan kenapa makna dari rata-rata ucapan makian/cacian itu adalah sesuatu yang berhubungan dengan seks, bentuk anatomi tubuh atau alat kelamin manusia?  Mungkin jawabannya akan sama seperti bagaimana asal usul bahasa itu sendiri alias tidak ada yang tahu pasti , tapi  bisa jadi karena sejak dulu seks, bentuk anatomi tubuh dan alat kelamin adalah hal-hal yang tabu sehingga hanya pantas diucapkan sebagai simbol kejelekan seseorang (entahlah hehehe) .

Apapun itu memang sebaiknya kita menghindari untuk terbiasa memaki atau mencaci dengan segala bentuk ucapan apapun karena "tidak ada manfaatnya" meskipun makian atau cacian termasuk kategori manusiawi  :). Semoga manfaat.





Comments

  1. ya hindari memaki. bisa bikin sakit hati ya.

    ReplyDelete
  2. ya semoga semua orang bisa lebih baik dan tidak sering mengatakan cacian seperti itu, ,:D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts