Jatuh (berkali-kali) ke lubang yang sama

Menonton pertandingan bola antara Indonesia U-21 dengan kesebelasan Brunai Darussalam semalam meninggalkan kesan yang sangat mendalam :). Betapa tidak harapan kita yang sudah setinggi langit pupus dalam jangka waktu 2 x 45 menit hehe. Sekali lagi karena kesalahan yang sama seperti yang dilakukan seniornya, baik itu yang senior sekali ataupun yang U-23.

Dua gol lawan akibat murni kesalahan pemain belakang dan ketidakmampuan secara tim menerapkan strategi yang pas untuk menciptakan gol tanpa harus mengandalkan satu pemain (Andik). Yah untuk selevel Asia Tenggara saja dan di event yang bisa dikatakan kurang "keren" kita lagi-lagi tidak mampu juara. Padahal kita butuh mental "juara" bukan sekedar mental finalis :).

Aku sampai kehabisan cacian semalam hingga akhirnya bisa diam dan terungkap lewat tulisan ini. Sulit berharap dan berdoa untuk kemajuan timnas Indonesia kita ini dengan hasil buruk yang beruntun seperti ini. Kita yang menjadi penonton sangat kecewa apalagi yang jadi pemain tambah anjlok pasti mental juangnya.

Siapa yang salah? nah ini pertanyaan yang sangat rumit untuk dijawab hehe. Karena sangat mudah menyalahkan orang lain tapi sulit untuk menyalahkan diri kita sendiri. Mungkin semua harus dikasih kaca bening dan bersih bukan sendok agar jelas melihat kedalam pribadi masing-masing tentang apa saja kekurangan yang ada didiri pribadi. Semoga...semoga kita semua sejahtera..amiiiiin

Comments

  1. amin...
    saya juga kehabisan kata2 mau ngomong apa*sakit hati liat kenyataan tadi malam

    ReplyDelete
  2. wah jgn dicaci maki dong. hehhee...mau denger caci makinya nih kalo lagi nonton pertandingan bola

    ReplyDelete
  3. kunjungan sob ..
    salam sukses selalu ..:)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts