Penguasaan Ilmu Manajemen Bagi Wiraswastawan

Rencana kenaikan harga BBM bersubsidi (premium) merupakan berkah bagi para pengusaha pom bensin hehe namun tidak bagi pengusaha/wiraswastawan kecil dan menengah dibidang lain. Meskipun pemerintah tentu sudah punya pertimbangan tertentu terhadap kenaikan tersebut dengan "keyakinan" jika masyarakat negeri ini masih mampu "nerimo" berapapun besar harga bbm yang ditetapkan nantinya :). 

Kembali ke para wiraswastawan kecil dan menengah resiko kenaikan BBM harus sudah menjadi perhitungan tersendiri dalam pengaturan segala biaya yang digunakan sekarang dan nanti. Terutama disaat awal mereka memulai usaha.

Mereka harus sudah punya estimasi biaya tetap dan tidak tetap untuk semua aspek untuk mengantisipasi setiap perubahan yang terjadi. Perubahan pada HPP (Harga pokok produk) misalnya yang akan sangat mempengaruhi harga jual produk. Karena bagaimanapun tujuan utama suatu usaha adalah mendapatkan keuntungan yang membedakan adalah besaran dari margin profit yang ditetapkan. Sehingga pengaturan HPP dengan margin profit yang ingin didapatkan harus dihitung dengan matang.


Artinya untuk menjadi wiraswastawan seperti yang lagi populer diiklankan di tipi dengan semboyan "untuk apa wara-wiri lebih baik usaha sendiri" tidak cukup dengan niat atau modal semata tapi juga penguasaan dibidang ilmu manajemen terutama keuangan dan pemasaran. Ibaratnya, meskipun kita hanya buka kios pulsa hp tapi tetap harus mengerti ilmu manajemen minimal bisa mengatur cashflow dengan baik sehingga mengurangi resiko kerugian.

Yah semoga harga bbm yang akan ditetapkan april nanti tidak akan terlalu membebani semua pihak, meskipun terdengar kabar jika kenaikan itu akan diikuti oleh kenaikan gaji para PNS :). Dan harga yang ditetapkan nanti tidak berubah naik lagi kedepannya, syukur kalau bisa diturunkan hehe.





Comments

Popular Posts