Subsidi atau Korupsi

Kata subsidi itu menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah bantuan uang kpd yayasan, perkumpulan, dan sebagainya (biasanya dr pihak pemerintah). Intinya Subsidi itu adalah bantuan yang berupa atau berwujud uang. Nah kalau dikaitkan dengan subsidi BBM bisa diartikan bantuan uang dari pemerintah kepada Pertamina sebagai produsen dan distributor BBM di negeri ini untuk menutupi kerugiannya, benarkah begitu ?. 


Nah bagi yang sudah baca kontroversi kenaikan BBM nya Pak Kwik Kian Gie pasti sudah tahu secara detail mengenai perhitungan, alasan sekaligus makna "subsidi bbm" yang sebenarnya :). So tidak heran jika demo terhadap rencana kenaikan BBM terus berlangsung meskipun dari hasil sidang paripurna kemarin diputuskan (sementara) jika kenaikan bbm ditunda.

Dari apa yang diungkapkan tulisan beliau tersebut kita tentu bertanya kenapa pemerintah sampai setega itu membohongi rakyatnya ? Yang lebih parah lagi artinya jika dari sejak dulu (orba-sekarang), rakyat sudah dibohongi oleh pemerintahnya sendiri dengan beberapa kenaikan yang telah terjadi dan "lagi-lagi" dengan alasan yang sama .


Kalau semua itu benar adanya, menurut warcoff itu menunjukkan jika pemerintah atau pemimpin negeri ini hanya sekedar simbol atau boleh dikatakan sebagai boneka. Nah ada banyak dalang dibelakangnya yang menjadi pengatur semua gerakan dari boneka tersebut. Jadi semua keputusan penting yang menyangkut hak dan kesejahteraan rakyat boleh diabaikan demi memuaskan hasrat dari dalang-dalang tersebut.

Itu mungkin bisa terjadi karena negeri kita ini punya banyak hutang baik itu hutang materi dan hutang jasa :) . Kalau hutang materi bisa dicicil atau diganti dengan sesuatu yang bernilai sama nah kalau hutang jasa ini yang tidak bisa "diukur" bahkan tidak punya "batas" atau jatuh tempo, artinya kapanpun, apapun, dimanapun kita harus siap membalas jasa "si penolong" hehe.

Harapan warcoff, pemerintah jangan membohongi rakyat yang "sudah terbiasa" atau bahkan mudah dibohongi ini. Percuma kata-kata manis di UUD 45 jika nyatanya tidak dijalankan dengan sebagaimana mestinya. Semoga  Allah membukakan hati para pemimpin negeri ini tuk bisa lebih "jujur" dalam menjalankan amanah "mulia" yang menjadi tanggung jawabnya...amin.

Comments

Popular Posts