Apr 13, 2012

Bisnis Penyewaan Gedung Serbaguna (Peluang)

Penyewaan gedung/hall serbaguna sebagai tempat resepsi pernikahan merupakan salah satu peluang bisnis yang bagus apalagi masa depan bisnis ini terbilang cukup cerah. Dengan semakin padatnya penduduk dan perumahan yang ada maka mengadakan resepsi di gedung/hall serbaguna menjadi alternatif terbaik, bukan hanya sekedar gengsi tapi juga kebutuhan.


Salah satu pelawak tanah air yang pintar melihat peluang tersebut antara lain Haji Bolot yang membangun aula serbaguna di kampungnya :). Memang peluang bisnis ini membutuhkan modal yang cukup besar karena minimal harus punya lahan dan gedung yang bisa menampung minimal 500 orang, dilengkapi tempat makan, ruang tunggu, kamar mandi/wc, tempat parkir etc.  Tapi itu bisa disiasati dengan modal bersama atau sewa gedung atau lahan dengan sewa/kontrak jangka panjang.

Dan jika dilihat dari segi keuntungan dan frekuensi pemakaian maka balik modal (BEP) tidak butuh waktu lama. Apalagi jika gedung tersebut tidak hanya disewakan untuk pernikahan tapi bisa juga untuk konser musik, seminar, reuni akbar dan sebagainya.

Harga sewa gedung untuk resepsi pernikahan sangat beragam tergantung lokasi, kapasitas, fasilitas, dan kondisi gedung. Di Palembang sendiri tarif termurah berkisar antara 5- 8 juta  dan yang termahal berkisar 9-15 juta (hanya untuk sewa gedung saja). Tarif tersebut belum termasuk katering, dekorasi, dan lainnya.

Nah dari pengamatan warcoff dari sekian kali menghadiri resepsi pernikahan di gedung hehe, ada beberapa hal yang sering menjadi kekurangan dari pelayanan yang diberikan oleh pihak pengelola gedung. Antara lain sebagai berikut :

- Sound system yang tidak bagus sehingga tamu yang dibelakang tak dapat mendengar jelas
- Ketertiban dan keamanan di area parkir
- Tempat makan yang kurang nyaman (selain vvip)
- Posisi panggung yang terlalu jauh dengan tempat tamu/undangan
- Wc atau kamar mandi yang kurang bersih

Dari pengalaman tersebut, warcoff punya beberapa usulan untuk gedung serbaguna agar para konsumen sekaligus undangannya merasa nyaman dan menjadi lebih ikhlas dengan amplop yang diberikannya untuk pengantin hehe. Yaitu sebagai berikut :
  • Design interior gedung yang fleksibel, artinya interior gedung sudah didesign untuk berbagai acara dan bisa diatur sesuai permintaan konsumen. Misal : panggung bisa dikasih berbagai efek seperti laser dan sebagainya :)
  • Design gedung yang bisa mengurangi efek gema pada sound system, sistem pencahayaan ruangan yang efisien sehingga bisa menghemat penggunaan daya listrik 
  • Tempat makan yang nyaman dan luas (sesuai kapasitas gedung)
  • Fasilitas ruang tunggu (tempat pengantin dan keluarga), rias dan kamar mandi/wc yang memadai (bersih dan nyaman)
  • Keamanan tempat parkir dan juga didalam gedung yang terjamin

Memang beberapa usulan tersebut sebaiknya direncanakan sejak awal pembangunan gedung, tapi bagi yang sudah terlanjur jadi, bisa fokus pada pengaturan panggung, tempat makan dan fasilitas parkir (keamanan dan ketertiban). So demikian dulu kalau ada yang mau menambahkan silakan :). Semoga manfaat.

Artikel Terkait entrepreneurship ,kritik ,Pemasaran ,public service ,strategi

4 comments:

  1. dah cocok jadi pengelola gedung pesta pernikahan nih. hehhee

    ReplyDelete
  2. ide kreatif nih buat yg punya modal..

    ReplyDelete
  3. ga perlu lahan yg terlalu luas. CUkup seluas 500 meter, dan posisinya disekitar perkampungan atau perumahan sempit. pasti laku kok!
    model rumah2 sekarang kan kecil2 jadi kalo buat acara sunatan atau kawinan ga layak. so mereka pada lari ke gedung2, bahkan kantor lurah pun bisa disewa buat kawinan!

    ReplyDelete