Nasib Para Pencari Kerja (PPK)

Sepupunya warcoff yang telah meraih gelar "pencari kerja" hehe, merasa galau dan bingung karena "biaya" yang harus dia keluarkan demi untuk sekedar mengirim lamaran pekerjaan. Rincian biaya untuk mengirimkan sebuah lamaran pekerjaan (lewat kantor pos) sebagai berikut :

- 1 Amplop coklat perlembar kurang lebih 1000 rupiah
- Print/fotokopi 5000 rupiah
- Cetak foto = 2500 rupiah
- Ongkos kirim via Pos = Rp. 9500 - Rp.12000 (dalam dan luar kota)
  (catatan : cetak foto, print/fotokopi diluar)


Jadi total 1 surat lamaran butuh biaya kurang lebih 20.500 rupiah (dari biaya maksimal), so jika setiap bulan  hanya mengirim 10  lamaran saja  butuh  Rp. 205.000 per bulan.  Biaya ini belum ditambah biaya untuk kelengkapan surat-surat lain seperti pengurusan SKCK, Kartu kuning, etc. Bilapun tidak dikirim via pos seperti melalui internet tetap butuh biaya yang tidak sedikit, pun jika mengikuti job fair yang juga harus membayar tiket masuk :).

Nah uang sebesar itu bagi para pencari kerja yang ortunya tergolong tidak mampu tentu bukan jumlah yang sedikit, sehingga ini bisa menjadi salah satu kendala untuk segera mendapatkan pekerjaan. Intinya menjadi pencari kerja yang keuangannya terbatas, terpaksa harus pandai memilah jenis pekerjaan yang akan dipilih sesuai kemampuan finansialnya :).

Yang lebih menyedihkan adalah nasib daripada surat lamaran yang masuk ke suatu perusahaan dimana surat-surat lamaran yang tidak lolos seleksi otomatis akan menjadi penghuni bak sampah. Artinya uang sebesar 20.500 per lamaranpun menjadi rejeki para pemulung (paling tidak beramal ya hehehe).

Kesimpulannya ? Kendala para pencari kerja saat ini tidak hanya karena sempitnya lapangan pekerjaan, atau kualitas dan kuantitas pencari kerja, tapi juga besarnya biaya pribadi yang harus dikeluarkan untuk mengirim lamaran pekerjaan :).

So solusinya bagi para pencari kerja (terutama fres graduate) bekerja apa saja dulu yang penting menghasilkan duit dan halal. Nah dengan adanya penghasilan, minimal bisa jadi modal untuk melamar pekerjaan lain. Atau semoga saja kebijakan kantor pos yang mengharuskan surat lamaran kerja dikirm via kilat khusus bisa dirubah seperti dulu lagi, dimana para pelamar bebas mengirim via perangko atau kilat biasa. Semoga manfaat :).


Comments

  1. oh masa kirim lamaran kerja harus via pos kilat khusus. baru tahu aku. perasaan dulu2 aku kalo kirim lamaran pake perangko biasa aja. tapi itu dulu sih. hehhee..

    btw, kalo mau hemat beli amplopnya selusin aja di mangga dua. lebih murah. gak sampe seribu deh

    ReplyDelete
  2. emang ribet sih ngelamar kerja zaman sekarang :)

    ReplyDelete
  3. ya, saya pernah ngalami susahnya ngelamar kerja. harus panjang usus.

    ReplyDelete
  4. iya ya, saya juga pernah mengalami itu. tapi sekarang jaman email, tapi munkin untuk yang s1. kalu di bwahnya tetap saja seperti itu ya..

    ReplyDelete
  5. @Drieant : sayangnya blm semua perusahaan yg buka low by email bro :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts