Aku Seorang Kapiten (Senjataku Senjata Api)

Banyaknya kasus penyalahgunaan kepemilikan senjata api akhir-akhir ini memang sangat memprihatinkan. Belum lagi kasus senjata api yang rakitan atau ilegal. Sungguh merupakan pekerjaan rumah dari masa ke masa bagi pihak kepolisan.

Sebelumnya apakah definisi senjata api ? menurut kamus besar bahasa Indonesia, senjata api adalah senjata yang menggunakan mesiu. Sedangkan yang termasuk kategori senjata api dalam Undang-undang No. 8/1948 pasal 1 adalah :


  • Senjata api dan bagian-bagiannya;
  • Alat penyembur api dan bagian-bagiannya;
  • Mesiu dan bagian-bagiannya seperti "patroonhulsen", "slaghoedjes" dan lain-lainnya.
  • Bahan peledak, termasuk juga benda-benda yang mengandung peledak seperti geranat tangan, bom dan lain-lainnya.
Terkait dengan senjata api, sejak tahun 2005-2012 terdapat 46 kasus penyalahgunaan senjata api yang dilakukan oleh aparat keamanan maupun masyarakat (versi Impersal). Dan sepanjang tahun 2009 hingga tahun 2011 kepolisian telah menangani 453 kasus penggunaan senjata api ilegal. (sumber : vivanews.com)
Senjata api juga digunakan oleh oknum aparat untuk menakut-nakuti masyarakat seperti yang terjadi pada aksi koboy palmerah, etc.  Sehingga tidak salah jika masyarakat biasa yang berduit atau pandai merakit sendiri akhirnya "meniru" aksi seperti itu :).

Masalah penyalahgunaan senjata api ini memang bukan hal baru, tentu kita masih ingat dengan seorang pelawak terkenal yang mengacungkan pistolnya keatas gara-gara merasa privasinya terganggu. Semua itu menunjukkan jika pemberian ijin kepemilikan senjata api masih tidak sesuai dengan persyaratan atau prosedur yang berlaku. 

Dimana salah satu syarat kepemilikan senjata api adalah bahwa Pemohon haruslah orang yang tidak cepat gugup dan panik, tidak emosional dan tidak cepat marah. Pemenuhan syarat ini harus dibuktikan dengan hasil psikotes yang dilaksanakan oleh tim yang ditunjuk Dinas Psikologi Mabes Polri.

Memang acuan pemberian ijin kepemilikan bersenjata masih berpegang pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1948, tentang pendaftaran dan pemberian izin kepemilikan senjata api. Mungkin sudah saatnya undang-undang tersebut direvisi lagi atau pemerintah lebih tegas dan serius dalam pengawasan terhadap ijin kepemilikan senjata api tersebut.

Jika masalah perijinan saja belum bisa dikontrol dengan baik, apalagi terhadap peredaran senjata api rakitan yang sudah menjadi senjata andalan para penjahat kelas teri sejak jaman dahulu kala :). Dan melihat adegan di video koboy palmerah kita tentu bertanya, kemana para polisi yang bertugas di jalan raya ? Tak heran jika geng motor dan sejenisnya bisa bebas berbuat apa saja :).

So jujur kalau warcoff memenuhi syarat hehe, warcoff juga ingin punya senjata api, baik itu pistol dan shotgun. Bukan untuk gaya-gayaan tapi proteksi diri dan keluarga saja. Apalagi melihat tindak kejahatan yang semakin merajalela dimana-mana. Semoga kedepan lebih baik.

Comments

  1. peraturannya masih produk era Indonesia baru merdeka ya? banyak istilah belandanya, yang saat ini gampang banget diartikan tidak dengan penafsiran hukum yang benar, tapi penafsiran etimologi yang relatif kan.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts