Pengamalan Pancasila Secara Konsisten

Terkait dengan peringatan hari lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni kemarin. Warcoff ingin sekedar mengingatkan kembali tentang pancasila sebagai ideologi negara kita yang terdiri dari lima sila ; Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Sebelumnya apa makna dari sila ? Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, ada tiga pengertian sila yaitu :

1) aturan yg melatarbelakangi perilaku seseorang atau bangsa;
2) kelakuan atau perbuatan yg menurut adab (sopan santun);
3) dasar; adab; akhlak; moral

Jadi pancasila bisa diartikan juga sebagai lima aturan/adab yang melatarbelakangi perilaku seseorang atau bangsa. Dalam hal ini khususnya kita sebagai warga negara Indonesia. Sebagaimana telah ditegaskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 bahwa Pancasila adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara.

Ditegaskan disitu adalah kata "konsisten" yang artinya harus di terapkan secara tetap, tidak berubah-ubah atau harus senantiasa dipatuhi. Masalahnya, konsistensi itulah yang selama ini masih sulit diterapkan oleh kita sebagai warga negara, entah itu sebagai pemimpin ataupun rakyat biasa.

Dan memang harus diakui jika sikap konsisten itu tidak mudah tapi bukan tidak mungkin diterapkan. Buktinya, kita bisa konsisten tidak lupa makan dan minum setiap hari. So jika Pancasila dijadikan kebutuhan kita sebagai warga negara bukan sekedar simbol saja maka konsistensi itu mungkin bisa diterapkan dengan baik.

Sekarang ini memang "kebanggaan" kita sebagai bangsa Indonesia sudah sedikit memudar, hal ini bisa terjadi karena ketidakmampuan para pemimpin bangsa untuk konsisten menegakkan Pancasila sebagai acuan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Butir-butir penuh makna didalam Pancasila seakan hanya menjadi buku sejarah yang menjadi bacaan saat dibutuhkan tanpa pernah diamalkan secara nyata.

Namun itu tidak heran terjadi, aturan agama yang merupakan perintah Tuhan saja sering kita langgar apalagi Pancasila yang buatan manusia :). Intinya selama kita bisa mengamalkan ajaran agama dengan "benar" maka otomatis konsistensi dalam pengamalan Pancasila juga akan berjalan sebagaimana mestinya.

Jikapun ada penyimpangan, bukan karena ajaran agama atau aturan negara yang salah, tapi semua itu berasal dari individu atau golongan yang mempunyai misi dan tujuan tertentu yang menggunakan agama dan aturan negara sebagai topeng pembenaran dari apa yang mereka lakukan.

So jika ada yang bertanya siapa musuh Pancasila ? jawabannya bukan hanya bahaya laten komunis tapi juga orang-orang yang beragama namun munafik. Semoga manfaat.

Comments

  1. saya setuju om.

    semuanya balik ke pancasila dan UUD.
    tapi apakah sekarang di Indonesia gitu???

    ReplyDelete
  2. saya sangat tidak setuju P4 ditiadakan sekarang. kita bisa melihat betapa rusaknya generasi kita. pendidikan moral pancasila terabaikan, nilai-nilai tanpa penghayatan.

    selebihnya, saya setuju paparan di atas.

    ReplyDelete
  3. @Riva'i : wih dipanggil om hehe, btw menjawab pertanyaan ente coba perhatikan saja kondisi yg ada dan terjadi selama ini :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts